Rabu, 16 Juni 2010

Jenis - jenis "nasib" manusia

Ini hanya berdasar pengamatanku dari pengalaman hidup di dunia yang belum seberapa ini. Sebagian diperkuat dari cerita-cerita kiri kanan muka belakang yang usianya 2 bahkan 3 kali lipat dari usia saya. Berdasarkan nasib yang dibumbui dengan keberuntungan berikut beberapa klasifikasinya :
  1. Ada orang yang dari lahir, dewasa hingga wafatnya susah terus. Dikeluarga saya ada jenis ini. Sejak lahir beliau langsung menjadi yatim. Ibunya pergi menikah dan meninggalkannya kepada bapatuanya (abang dari ayahnya). Setelah dewasa dan menikah, beliau juga mengalami penderitaan karena harus membesarkan anak-anaknya sendirian karena suaminya menikah. Meninggalnya juga susah, karena saat itu anak-anaknya masih belum berhasil (proses sekolah), jadi karena kemiskinan tidak bisa berobat secara normal. Jadi ada orang yang sepanjang hidupnya selalu menderita (porsuk ni ngolu on)
  2. Ada yang dari kecil sudah menderita. Sudah miskin, eh yatim pulak. Membuat beliau ini menjadi tegar dan dewasa sebelum waktunya. Sama seperti diatas, beliau juga menumpang sama kerabat, memelihara kerbaunya dan dapat kesempatan sekolah hingga sma di kampung. Karena berjuang terus ia berani merantau ke P.Jawa yang merupakan impian orang batak dari huta (Medan coret) dan berhasil meraih sarjana, menjadi kontraktor hebat. Beberapa peumahan mewah di Bdg dan sekitarnya berhasil dibangun. Jadi setelah tua hidupnya bahagia, punya keluarga harmonis dan sangat sejahtera. Sepertinya embargo kasih Tuhan hanya pada masa kecilnya saja.
  3. Ada juga yang masa kecilnya sangat-sangat bahagia. Kalau ada yang jual pesawat terbang saat itu pun mampu dibelinya. Sayang tidak semua bisa memiliki kapal terbang, apalagi di kampung-kampung sana. Kerjanya bersenang-senang, akhirnya lupa sekolah. Hanya lulus setingkat sma. Setelah dewasa hidupnya dibawah garis kekayaan, artinya punya keluarga yang sederhana. Namun saat anak-anaknya mulai butuh biaya pendidikan, sedangkan tenaganya makin berkurang seiring usia, maka beliau menjadi lemah dan mulai sakit-sakitan dan akhirnya masa tuanya dilalui di bawah grafik kemiskinan.
  4. Mungkin dalam keluarga saya orang seperti JK, Aburizal Bakri, Tommy Suharto dll sangat mustahil ada. Alangkah indahnya hidup mereka. Lahir dari keluarga sangat kaya, dewasanya pun dikelilingi bahan-bahan mineral berharga dan kain tenun sutra terindah. Apalagi matinya masih bisa meninggalkan saham yang banyak. Dari kecil, dewasa dan hingga masa tuanya berada pada zona VVIP (very-very important persons)
Apapun kondisinya saat lahir, dewasa dan setelah menjalani masa tua, saya yakin matinya pasti masuk surga :). Wah, kira-kira siapa memilih nomor berapa ya?:D

0 komentar:

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP