Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bbm. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Januari 2009

BBM Naik jauh lebih berguna bagi masyarakat

Sudah tiga kali harga BBM turun. Sebenarnya kembali ke harga sebelum Mei 2008. Hanya entah ada motivasi apa, harga penurunannya dilakukan sebanyak 3 kali sebesar Rp.1500. Yang pasti biarlah kita berpikiran positif kepada pemerintahan SBY-JK dengan kebikanan menurunkan BBM untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tapi 3 hari setelah BBM turun kok gak ada pengaruhnya yah? Harga2 masih saja tetap bahkan bertambah. Sepertinya hampir tidak ada pengaruhnya bagi masyarakat selain pemilik kendaraan yang menggunakan BBM. Sungguh kasihan kebijakan pemerintah ini tidak berdampak bagi masyarakat kecil. Organda saja ogah - ogahan untuk menurunkan tarif angkutan. Pedangang tidak menurunkan harga. Pemerintah kelihatan sangat lemah.

Justru kebijakan pemerintah yang bisa dirasakan masyarakat ketika BBM naik. Walau masih kontroversi, program BLT sangat dirasakan masyarakat kecil yang konon jumlahnya jauh lebih banyak daripada masyarakat yang memiliki konsumsi terhadap BBM. Dengan naiknya BBM, semangat kerja keras masyarakat yang tidak menerima BLT meningkat. Yang menerima BLT jadi bisa menyekolahkan anaknya, bisa membuka usaha baru. Hal ini dianalogikan seperti Sinterklas yang membagi - bagikan uang kepada orang miskin. Saya jadi bingung dengan dua kebijakan pemerintah ini. Justru ketika BBM naik masyarakat miskin jauh lebih terbantu daripada ketika penurunan BBM masyarakat miskin hampir tidak merasakan manfaatnya. Apakah sebaiknya BBM dinaikkan saja??

Senin, 15 Desember 2008

BBM Turun

Harga BBM kembali turun akibat tend minyak dunia juga mengalami penurunan. Tentu ada nilai positif dan negatifnya dari penurunan harga BBM ini. Pada benak masyarakat awam, dengan turunnya BBM ini terkesan akan ikut mempengaruhi turunnya komoditas lain sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Namun tidak semudah itu juga. Karena, ternyata menurunkan BBM tidak lantas membuat harga2 kebutuhan lain ikut turun. Contohnya saja biaya transportasi. Hal positif yang bisa diambil dari penurunan harga BBM ini hanyalah berdampak bagi mereka yang mempunyai kendaraan pribadi, para sopir angkutan umum dan industri - industri yang menggunakan BBM, yaitu berkurangnya ongkos produksi mereka. Namun, pemerintah masih memberi harapan kepada masyarakat untuk mencoba menurunkah harga komoditas lainnya seperti Tarif Dasar Listrik dan sebagainya.

Implikasi lain adalah bahwa dengan turunnya harga BBM ini, maka sebagian masyarakat pasti menjadi boros. Terbukti sejak 1 Desember ketika harga BBM turun Rp.500, maka jalanan di kota Bandung pada weekend lebih banyak daripada harga BBM pada posisis Rp.6000/liter. Hal ini akan membawa dampak buruk, karena seharusnya kita selalu menghemat energi. Meskipun kita memiliki uang lebih untuk bisa mendapatkan energi tersebut. Seperti kita ketahui hidrokarbon itu jumlahnya terbatas, dan bila dikonsumsi secara banyak, maka keberadaannya di masa yang akan datang kian terancam, karena H2C tidak dapat diperbaharui. Meskipun pro kontra keberadaan H2C ini masih banyak terjadi. Implikasi dengan penggunaan energi yang berlebihan (boros,red) juga akan berdampak pada global warming. Ini karena ada hubungan pembakaran energi yang berasal dari H2C akan menimbulkan polusi yang lebih besar. Kita harus senantiasa ingat dan sadar akan ancaman pemanasan global ini.

Semoga keputusan yang diambil pemerintah senantiasa mendatangkan kebaikan bukan hanya bagi masyarakat, namun juga terhadap lingkungan.

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP