Rabu, 31 Desember 2008

Tutup Tahun

Hari ini, hari terakhir tahun 2008, beberapa jam lagi tahun 2009 dengan sendirinya akan muncul ditengah - tengah kita. Tahun 2008 sendiri akan mengalir seperti sungai, pergi ke lautan sejarah bagi kita yang sudah menjalaninya. Untuk mengingatnya mungkin kita bisa melihat lautan sejarah tadi. Grafik ditahun 2008 ini mungkin beraneka macam, namun yang pasti grafiknya sinusoidal dimana ada bukit dan lembah. Bukit menunjukkan saat - saat kita meraih kesuksesan dan lembah menunjukkan saat kita mengalami kegagalan. Jatuh bangun menjalani tahun ini dan sungguh kita akan merindukannya kembali.

Ditahun - tahun ketika masih bersama orang tua ada kebiasaan yang mungkin sangat baik untuk dikenang kembali. Nuansa kekerabatan pada beberapa tahun lalu sangat kental di keluarga besar saya di Riau. Saya terakhir menjalaninya tahun 2002 lalu sebelum akhirnya ke Bandung tahun 2003. Sekarang kelihatannya semua sudah berubah, rasa kekeluargaan tadi sedikit - demi sedikit mulai luntur apalagi ketika ayah saya dipanggil oleh sang Pencipta tahun 2006 lalu. Otomatis nuansa Natal dan Tahun baru praktis dirayakan oleh keluarga kami saja, tanpa melibatkan keluarga besar lagi. Sepertinya keberadaan orang tua yang lengkap menjadi syarat mutlak agar saudara - saudara yang lain mau mendekat kepada keluarga kami. Tapi walaupun demikian, semoga setiap keluarga akan mengalami sukacita di moment perayaan Natal dan Tahun baru ini.

Catatan Akhir Tahun3

"Mimpi adalah setengah cita-cita, cita-cita adalah setengah rencana, rencana adalah setengah kerja keras, dan kerja keras adalah setengah keberhasilan"

Waktu merupakan parameter dan hal terpenting. Waktu yang akan bisa memberi jawaban terhadap mimpi kita, cita - cita kita, rencana kita, hasil kerja keras kita. Detik - demi detik yang kita lalui akan membawa kita kepada keberhasilan bila kita mengikuti prasyarat dari keberhasilan tersebut. Orang selalu berkata, jangan berorientasi pada hasil. Dan ketika tiba waktunya, hasilnya menjadi tidak baik karena boro - boro hasilnya baik, prosesnya pun berantakan.

Tahun ini tinggal menghitung jam, dan akan segera meninggalkan kita. Apakah resolusi yang kita buat pada akhir 2007 lalu berorientasi pada hasil? Jika iya, saya yakin, dalam prosesnya pun kita akan jauh lebih sungguh - sungguh. Untuk tahun baru nanti saya sendiri akan berorientasi pada hasil, agar proses yang saya lakukan untuk mencapai sesuatu itu maksimal. Tentu saja yang saya maksud adalah bukan proses instan yang menghalalkan segala cara, namun tetap pada koridor nilai dan norma yang ada di masyarakat.

Jika prosesnya sudah benar, maka hasilnya pun akan baik dan tidak mengecewakan. Marilah kita raih keberhasilan kita di tahun 2009 nanti.

Perang di saat Natal 2008

Sungguh miris, disaat perayaan hari besar umat beragama, tentara Israel dengan alasan ingin menumpas pemberontak Hamas memborbardir kawasan jalur Gaza yang menewaskan ratusan masyarakat sipil tak berdosa. Penyerangan ini bertepatan saat umat Nasrani merayakan Natal, umat Muslim sedang merayakan tahun baru Hijriah dan menjelang pergantian tahun Masehi.

Seharusnya kita mengetahui bahwa saat - saat perayaan hari besar agama, nuansa sukacita dan kedamaian pastilah menjadi pesan utama bagi jemaat - jemaatnya. Namun, ketika melihat pemberitaan di media Indonesia, lagi - lagi saya melihat interpretasi sebahagian orang Indonesia yang menganggap bahwa penyerangan tentara Israel terhadap Palestina merupakan konflik agama.

Padahal dengan alasan diatas tadi, sudah sangat jelas bahwa semua agama, terutama pada masa perayaan hari besarnya pasti mengedepankan dan menyerukan kedamaian. Tidak salah memang sebagian orang berunjuk rasa untuk mendesak tentara Israel menghentikan serangannya terhadap Palestina, namun kita juga harus paham bahwa konflik mereka bukan konflik agama, tetapi murni perebutan teritorial dan geografis antara dua negara tersebut.

Saya senang bahwa di moment natal sekarang ini nuansa pluralisme sangat kental terasa di mana - mana, terutama di kota Bandung. Kami dari Kaum muda lintas agama bersama - sama merayakan hari besar keagamaan dimula dari Hari Raya Haji, Natal hingga tahun baru tanpa ada rasa canggung satu dengan yang lainnya. Sahabat - sahabat dan teman - teman saya sepergerakan juga memahami bahwa gejolak internasional tersebut jangan sampai merusak rasa pluralisme yang ada di Indonesia, karena konflik mereka tidak ada sangkut pautnya dengan konflik agama. Sekali lagi murni karena teritorial dan geografis. Salah satu buktinya adalah bahwa di moment Natal pun tentara Israel tetap melakukan tindakan biadabnya. Jika mereka penganut Nasrani yang baik tidak mungkin di momen Natal yang menyerukan kedamaian, mereka melakukan perang, seperti yang dilakukan tentara Israel sekarang ini.

Pemahaman pluralisme akan terus dilaksanakan sehingga, perbedaan kita tersebut bisa menjadi kekuatan kita untuk membeangun bangsa ini. Dan setiap orang hendaknya jangan salah lagi dalam menginterpretasikan konflik Israel-Palestina tersebut sebagai konflik agama, namun murni karena perebutan geografis dan teritorial. Saya sendiri sangat mengutuk serangan Israel tersebut yang banyak menimbulkan korban tak berdosa. Semoga kedamaian bisa segera terwujud di jalur Gaza.

Selasa, 30 Desember 2008

Catatan Akhir Tahun2

Kembali lagi, hari - hari terakhir tahun 2008 biasanya digunakan untuk sejenak merenung. Mengevaluasi jalan hidup kita, walau bisa juga dilakukan saat kita berulang tahun. Namun indahnya kota Bandung menyebabkan saya tidak mau kehilangan moment keramaian pengunjung FO2 di Jalan Dago.

Otomatis kami cari pengalaman menarik kembali. Karena padatnya dago, teman - teman kembali membuka tempat parkir. Disamping bisa dapat uang makan, juga bisa kenalan ama pengunjung yang kebetulan duduk dekat dengan kami. Ada beberapa pengalaman menarik. Ternyata ketika kita coba berkomunikasi dengan mereka, ada yang enak untuk diajak ngobrol ringan dengan berbagai macam topik.

Dari sini kami belajar untuk lebih ramah terhadap orang lain. Yang menurut saya paling menarik adalah bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang. Ketika disuatu tempat terlalu banyak garam, maka orang - orang disekitarnya akan keasinan dan ujung - ujungnya terkena darah tinggi. Ketika terlalu terang maka akan kesilauan. Kemaren saya ketemu dengan orang yang menjadi garam dan terang di tempat yang tepat. Beliau mengaku sangat bersyukur bisa melayani bosnya yang ternyata tidak seiman dengannya, namun dia dianggap bagian dari keluarga bosnya. Beliau bersyukur karena diberi kesempatan untuk menunjukkan perilaku kekristenan yang sebenarnya.

Hal lain yang saya temui adalah, ketika ada seorang bapak mencari air panas untuk nyeduh susu anaknya yang masih bayi. Awalnya saya tidak tahu apa yang sedang dicari si bapak tersebut. Dia mencari air panas ke beberapa pedagang disekitar FO2 di dago, namun tidak ada yang punya. Setelah mendekat dan saya melihat ada botol minuman bayi yang besisi bubuk putih, baru saya tahu apa yang dicari sibapak. Kemudian saya membawanya mengambilkan air panas di dispenser teman - teman. Dan ia sangat berterimakasih. Saya sangat senang bisa menolong si bapak tersebut. Semoga mereka menikmati liburannya.

Banyak juga yang mencari kamar kecil sehabis berbelanja dan tempat beristirahat sebelum meninggalkan FO2. Bagi mereka yang datang parkir ke tempat kami, sepertinya mereka akan lebih beruntung:p. O, yah, ada juga seorang bapak yang beragama Budha, dan kami berdiskusi tentang golput di pemilu nanti. Dan dia merasa tercerahkan bahwa ketika ia golput dia akan rugi 2 kali lipat. Karena ketika golput, demokrasi akan tidak berjalan ideal. Dan ia berjanji akan mendorong saudara - saudaranya untuk tetap berpartisipasi dalam pesta demokrasi nanti :).

Setelah itu kami makan, menikmati kekayaan.hahahaha :))

Senin, 29 Desember 2008

Pesan Akhir Tahun

Minggu 29 Desember 2008 merupakan minggu yang diapit oleh ibadah Natal dan Ibadah tahun baru 1 Januari. Biasanya karena hari ini merupakan hari terjepit diantara 2 ibadah yang "wajib" diikuti jemaat, maka jumlah jemaat yang mengikiti ibadah minggu tersebut jumlahnya akan sedikit. Orang akan lebih memilih beribadah pada Natal dan tahun baru. Saya tidak tahu kebiasaan ini, namun minggu ini saya coba hadir mengikuti ibadah hari minggu seperti biasanya.

Dan benar saja, ternyata jemaat yang hadir tidak terlalu banyak. Namun, hal ini tidak mengurangi kerinduan kami untuk mengucap syukur dan beribadah. Pesan pendeta melalui kotbahnya sangat sederhana namun sangat menyentuh dan menggiring kita untuk menyambut tahun baru nanti. Tidak lupa nuansa Natal juga masih kental diruang Gereja maupun dalam lagu - lagu serta Firman yang disampaikan.

Kalau bisa saya resume-kan, intinya adalah mengenai prediksi kita akan tahun yang akan datang. Analoginya adalah ketika ada seorang pemuda yang sudah "lanjut umur" dipaksa menikah oleh orang tuanya. Kemudian karena ada "ancaman" dari ortu kalau si pemuda tadi tidak menikah, maka ortunya bilang bahwa dia akan mati. Dan si pemuda pun segera menikah dengan seorang wanita tentunya dengan mas kawin secukupnya. Setelah beberapa waktu menikah, si orang tua(ayah) si pemuda tadi datang berkunjung ke rumahnya dan si anak berkata, bahwa menikah itu sebenarnya enak, tidak seperti yang ia bayangkan sebelumnya, ia akan terkekang dan sebagainya. Bahkan si anak tadi pengen menambahkan mas kawinnya kepada orang tua si perempuan tadi karena merasa nikmatnya hidup berkeluarga. Untuk tahun 2009, barangkali dari kita ada yang merasa seperti si pemuda tadi. Kita merasa enggan meninggalkan tahun 2008 ini karena tahun 2009 masih abu - abu. Kita sebenarnya bisa saja memprediksi, namun akan sulit membuktikannya dengan kenyataan. Bisa saja prediksi kita jauh dan sangat tidak akurat.

Kemudian cerita bersambung tadi berlanjut. Kira - kira setahun kemudian, ortu (ibu) dari si anak datang berkunjung ke rumah mereka. Dan si anak tadi juga curhat kepada ibunya. Dia bercerita kalu dalam berumahtangga itu mulai banyak masalah, ada pertengkaran, kesulitan ekonomi dan sebaginya. Tidak seperti awal dia membina rumah tangga yang kelihatnnya akan senantiasa berbahagia. Namun ibunya berpesan pada anaknya, agar ia senantiasa kuat dan sabar dalam menjalani hidup berumah tangganya.

Kita juga demikian, menyambut tahun 2009 pada awalnya sangat berbahagia. Seolah - olah kita akan jauh dari masalah. Namun ditengah perjalanan nanti, kita tidak sadar bahwa masalah juga akan hadir dengan sendirinya. Dan kita harus kuat menjalaninya. Kita akan sadar ketika kita sudah masuk ke dalam sistem tersebut, masuk menjalani hari demi hari di tahun 2009.

Sama halnya dengan mengikut Jurselamat, tidak semua berjalan indah. Justru dengan adanya masalah itu yang akan membuat kita naik kelas. Kalu bahasa alkibaiahnya, kita akan tahan uji, iman kita akan menjadi lebih baik dan dengan penderitaan kita akan bisa merasakan campur tangan Tuhan terhadap masalah kita tersebut, tentu saja saat kita minta Tuhan turut campur tangan dalam masalah dan pergumulan kita.

Tidak ada yang tahu, bagaimana tahun 2009. Sama seperti yang dikatakan orang bijak, kemarin adalah sejarah, hari ini adalah hadiah dan besok adalah misteri. Apakah kita sudah siap menyambut tahun 2009 dengan segudang sukacita dan dukacitanya?? Tetaplah andalkan Tuhan. (Yer 17 :7)

Minggu, 28 Desember 2008

Catatan Minggu Terakhir di tahun 2008

SyaLoM.
Selalu akan datang hari baru..
harapan baru..
semangat baru..
senyum diwajah..
cinta Tuhan di hati..
serta damai sejahtera di jiwa..
Selamat hari Minggu & Selamat beribadah..
Wish You all the best today..
Happy b'day to me:p
God Bless :)

Catatan Akhir Tahun

Hari ini merupakan weekend terakhir tahun 2008, karena miggu depan sudah masuk tahun baru, tahun 2009. Saat ini saya masih di Bandung, kota weekend bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya. hmm..benar saja, kawasan FO di jalan Dago tempat kami biasa nongkrong dipenuhi dengan orang - orang yang shoping atau sekedar wisata kuliner di sepanjang jalan dago.

Saking banyaknya mobil, maka lahan parkir pun kurang dan kami berinisiatif membuka parkiran. Lumayan, disamping dapat pengalaman dan kenalan, ternyata lepas juga mana siang n makan malam:p. Seperti biasanya, tidak semua teman mau ikut parkiran. Sebagian ada yang sok gengsi, malu dan sebagainya. Padahal kadang2 untuk makan saja, tanpa sadar mereka sudah mengemis kepada temannya. Tetapi ketika sudah dapat uang, ada juga yang pengen dibeliin a, b, c dst. Dimana - mana kalau mau bisa beli sesuatu kan harus bekerja. Mana ada orang malas, sok gengsi, malu yang bisa dapat uang. Tapi parkir kali ini sunggu menarik.

Namun yang namanya orang berbelanja pakaian dan sejenisnya, mereka umumnya meninggalkan mobilnya dalam waktu yang cukup lama. Jadi parkirnya kurang maksimal, apalagi biasanya kami tidak mematok waktu mereka untuk parkir. Bahkan ada yang seharian meninggalkan mobilnya diparkiran. Hampir semua tempat parkir di FO (factory Outlet) dan tempat2 makan penuh dengan kendaraan roda empat yang rata - rata bernomor polisi B (dari Jakarta)

Ternyata sangat menyenangkan bisa parkir. Saya jadi bisa merasakan peran para tukang parkir. Tidak sedikit juga para pengguna jasa parkir yang tersenyum, ramah dan baik hati kepada kami. Saya sangat bersyukur kepada mereka - mereka semua. Semoga liburan mereka di Bandung kali ini bisa membawa sukacita bagi semuanya. Semoga ciri dan karakter masyarakat kita yang baik dan ramah sesuai dengan budaya ketimuran Indonesia akan tetap terpelihara.

Sabtu, 27 Desember 2008

Renungan Natal

So this is christmas
And what have you done
Another year over
And a new one just begun
And so this is christmas
I hope you have fun
The near and the dear ones
The old and the young a very merry christmas
And a happy new year
Let�s hope it�s a good one....etc

Dari penggalan lagu tersebut tersirat sebuah harapan manusia akan sukacita Natal. Namun apakah saudara - saudara kita yang tidak merayakan Natal bisa juga memperoleh sukacita Natal?? Saya rasa jawabnya iya. Semua orang seharusnya merasakan sukacita Natal.

Pesan Natal setiap tahunnya sebenarnya hampir sama dan tidak ada yang baru. Tapi mengapa kita harus merayakannya setiap tahun? Tujuannya adalah untuk me-refresh, me-recharge, memperbaharui kasih dan damai sejahtera di setiap hati manusia. Tidak sampai disitu, kita juga harus menyebarkan terang kasih tersebut kepada orang lain. Saat inilah orang yang tidak merayakan natal bisa merasakan sukacita Natal tersebut.

Pesan Natal yang bisa saya tangkap pada tahun ini adalah kita dianjurkan untuk merebut damai sejahtera daripada merebut kemuliaan/kehormatan di dunia ini. Kemuliaan dalam bentuk pujian dari orang lain terkadang membuat kita menjadi orang yang sombong, kita merasa menjadi yang terhebat dan akhirnya lupa bahwa kemuliaan itu milik yang diatas. Terkadang manusia saling mempertahankan kebenarannya sendiri, sehingga muncullah masalah dan perkelahian. Otomatis kedamaian tidak akan bisa diraih. Yang ada adalah konflik antar sesama. Tanpa sadar kita sudah merebut kemuliaan Tuhan. Sebaiknya kita merebut kedamaian. Ketika masing - masing telah mendapatkan kedamaian, ia akan otomatis meninnggikan Tuhan. Segala perselisihan akan lenyap. Itulah sebabnya dalam Alkitab dikatakan "kemuliaan bagi Allah dan Damai bagi manusia". Semoga semua orang merasakan kedamaian, tua, muda, miskin, kaya, hitam, putih, karena kita semua merupakan cermin dari Tuhan itu sendiri. Kita adalah gambaran dari Tuhan.

Jumat, 26 Desember 2008

Christmas Day

Syalooommm....

"Selamat Natal, ...Met Natal ya,..Tuhan memberkati.."

Demikian berulang kali saya mengucapkannya kepada teman - teman disekitar bangku tempat saya beribadah, seraya bersalaman satu dengan yang lain. Barangkali kita sekalian yang merayakan Natal juga melakukan hal yang sama. Disamping mengucapkan Selamat Natal secara langsung, ada juga yang berucap dengan telepon, sms, email,FS dan lewat YM. Saya coba perhatikan jumlah sms yang masuk sekedar untuk mengucapkan selamat hari Natal. Walau isinya ada yang relatif sama dengan ucapat Natal tahun - tahun sebelumnya, saya tetap bersukacita buat mereka yang masih mengingat nomor HP saya sebagai pelabuhan sms natal mereka:).

Setelah tanggal 26 Desember saya menghitung seluruh jumlah sms yang masuk ke HP saya sebanyak 90-an sms. Seperempatnya saya tidak tahu siapa yang mengirimkanya, karena tidak ada nama dan nomornya baru. Tapi saya yakin, mereka merupakan orang - orang yang saya kenal juga dan tidak mengurangi sukacita Natal tahun ini. Saya sendiri tidak banyak memberi ucapan melalui sms. Hanya beberapa sms Natal kepada orang - orang tua yang umurnya 40 tahun keatas. Mohon maap kepada teman - teman yang sudah sms saya dan saya tidak membalasnya. Namun saya berdoa supaya sukacita Natal tersebut tetap bersemayam di hati kita semua. ALasan saya tidak membalas sms teman - teman sangat sederhana, yaitu karena saya merasa lebih baik biaya sms tersebut kita berikan kepada anak - anak jalanan. Terutama bagi kita yang bisa bertemu langsung. Mungkin bagi kita yang tinggal berjauhan, misal beda provinsi, sms ini masih bisa saya terima, namun bila sudah ada ucapan lewat media lain seperti email, FS dll maka buat apa lagi kita memberi sms sehingga ucapan Natal kita berulang dan ini merupakan pemborosan.

Natal sendiri harus dimaknai sebagai suatu kesederhanaan yang mewah di hati. Tidak perlu kemewahan secara fisik yang tampak oleh terang dunia. Namun, alangkah baiknya kita berdiakonia kepada saudara2 yang masih belum bisa merayakan Natal. Karena mereka adalah cermin dari Tuhan Yesus sendiri. Keberadaan kita harus bisa dirasakan oleh orang lain.

Sekali lagi selamat hari Natal, Marilah kita berikan hati kita sebagai palungan Yesus dan biarlah kita senantiasa diperbaharui dengan Kasih-Nya yang Indah. Tuhan Memberkati..:)

Kamis, 25 Desember 2008

Ibadah malam Natal 2008..

Wah, malam ini merupakan ibadah malam Natal yang tidak bersama keluarga untuk kesekian kalinya. Namun walaupun berjauhan, tapi teteap dekat dihati. Saya sendiri akan mengikuti ibadah natal di HKBP.

Dari siang harinya saya masih menyempatkan diri untuk beres - beres kamar, ke kantor pajak untuk melihat tagihan pajak, mengambil formulir peng-upgrade-tan NPWP dan mempersiapkan makanan ringan. Tanpa sadar saya juga terjebak bahwa Natal itu identik dengan kemewahan, pesta. Sangat kontras dengan kondisi saat kelahiran Yesus. Natal adalah kesederhanaan, bahwa seorang raja mau lahir di kandang domba.

Setelah mengikuti ibadah malam Natal, saya melihat bahwa terdapat perubahan taktis dari jemaat. Biasanya setiap ibadah minggu, jemaat banyak yang terlambat dan bangku Gereja banyak yang kosong, namun malam Natal ini sungguh sangat berbeda. Semua datang tepat waktu dan bangku malah kurang. Namun apapun alasannya semoga damai Natal kali ini tetap mendiami hati kita. Biarlah hati kita bisa menjadi palungan Yesus yang paling indah. Dan biarkan DIA bertumbuh disana, sehingga kita menjadi pembawa kasih dan damai bagi sesama manusia.

Selamat hari Natal buat kita. Damai Sejahtera dan Kasih karunia Allah senantiasa bersama kita.

Damai Natal

ADA dua jenis damai. Damai yang diberikan dunia dan damai yang diberikan Yesus Kristus.Yesus berkata,”Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27).

Apa itu damai yang diberikan oleh dunia dan apa pula damai yang diberikan Yesus Kristus? Damai yang diberikan oleh dunia adalah damai tanpa keadilan. Damai yang diberikan dunia adalah peace through strength (damai melalui kekuatan militer),yang dilakukan kaisar Roma (zaman Yesus) dengan menciptakan ”pax Romana”, yang sekarang ditiru oleh negara adikuasa Amerika Serikat untuk menciptakan ”pax Americana”melalui kekuatan militer.

Damai yang diberikan oleh dunia adalah damai yang palsu,seperti terdapat di dunia fantasi atau tempat-tempat hiburan. Damai yang diberikan dunia adalah damai satu malam seperti yang diberikan oleh narkoba dan obat-obat penenang. Damai yang diberikan oleh dunia hanya ada di mulut, tetapi tidak ada di hati.

Sama seperti perkataan Yeremia, ”Mereka mengobati luka umatKu dengan memandangnya ringan,katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!,tetapi tidak ada damai sejahtera.”(Yeremia 6:14). Lalu,apa itu damai yang diberikan Kristus? Nabi Zakaria bernubuat,bahwa Mesias (Yesus Kristus) akan datang,dan Dia akan memerintah dengan adil dan jaya.

Dia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai (tanpa kekerasan), dan Mesias akan memberitakan damai sejahtera kepada bangsa-bangsa.(Zakaria 9:9). Janji ini diberikan kepada bangsa Israel yang baru pulang dari pembuangan Babel,di mana selama 70 tahun bangsa itu tidak pernah merasakan damai dan tidak mengalami apa artinya kebebasan.

Hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun mereka lalui penuh dengan ancaman, pelecehan, ketakutan, penghinaan dan segala macam kekerasan. Sekarang Tuhan membebaskan mereka dari orde penjajahan, orde kekerasan,orde opresi,dan orde otoritarianisme ke sebuah zaman baru yang disebut era reformasi.

Orde reformasi ini menjanjikan bahwa Yerusalem akan dipulihkan, dibaharui, dan akan diberikan rasa aman yang sesungguhnya, di mana anak-anak laki-laki dan perempuan (yang tidak sanggup membela diri itu) bebas bermain di pinggir jalan tanpa rasa takut kepada penculik; kakek-kakek dan neneknenek bebas duduk di pinggirpinggir jalan tanpa rasa takut adanya demonstrasi.

Damai yang membebaskan ialah damai yang mesti dirasakan seluruh warga masyarakat di mana tidak ada kekerasan, tidak ada konflik sosial bernuansa agama,tidak ada konflik etnis, tidak ada perang, tidak ada krisis ekonomi seperti sekarang,dst. Damai Kristus yang membebaskan ialah kondisi yang terdapat jaminan keamanan dalam negeri, sehingga negaranegara tetangga tidak memberlakukan travel band (seperti kita alami sekarang) yang membuat industri pariwisata terpukul.

Damai yang membebaskan ialah kondisi di mana masyarakat bebas dari ancaman bom dan bom bunuh diri serta ancaman teror dan terorisme. Selain menjanjikan rasa aman dan kebebasan yang sungguh-sungguh (bukan setengah-setengah), zaman baru (era reformasi) yang diberikan Tuhan itu juga menjanjikan kepada bangsa yang baru dipulihkan itu kemakmuran, di mana pohon anggur akan memberi buahnya dan tanah akan memberi hasilnya, dan langit akan memberi air embunnya (Zakaria 8:12).

Damai yang diberikan Allah dalam Yesus Kristus adalah damai yang menghidupkan, yaitu tersedia sembako dengan harga murah dan stabil, bebas dari spekulan. Damai Kristus yang menghidupkan adalah kondisi lapangan kerja tersedia dan pengangguran tidak ada (seperti 40 juta orang di negeri ini).

Damai yang menghidupkan ialah kondisi adanya jaminan kesehatan, jaminan hari tua, jaminan pendidikan, fakir miskin, dan orang cacat ditanggungjawabi oleh negara. Damai yang menghidupkan adalah kondisi negara dan bangsa yang menjamin masuknya para investor untuk menciptakan lapangan kerja, tidak terjadi capital flightyang mematikan perekonomian,dst.

Tuhan Allah menjanjikan semuanya itu kepada bangsanya (termasuk bangsa Indonesia tercinta), tetapi dengan satu syarat. Inilah syarat itu: ”Inilah hal-hal yang harus kamu lakukan: Berkatalah benar seorang kepada yang lain dan laksanakanlah hukum yang benar, yang mendatangkan damai di pintu-pintu gerbangmu.”(Zakaria 8:16).

Di sini ada dua tugas dan tanggung jawab manusia. Pertama, berkata benar seorang kepada yang lain.Tidak boleh berdusta dan menipu. Tidak ada dusta di antara kita. Kita tidak dilarang berpolitik, tetapi yang dilarang adalah berbicara ”peol-otik” (bengkok sedikit). Kata-kata kita harus bisa dipercaya dan dipegang.Ucapan kita harus sesuai dengan tindakan. Lidah mengucap, kaki tertancap.

Kampanye pemilu boleh mengemukakan program, tetapi tidak boleh mengumbar janji mulukmuluk yang tidak mungkin direalisasikan. Yang paling dibenci Tuhan adalah lidah dusta,lidah tak bertulang,dan panjang lidah. Kedua, laksanakanlah hukumyangbenar. Tuhanituadil. Dia membenci hukum rimba (yang kuat menelan yang lemah).

Tuhan memberikan hukum-hukumnya kepada manusia supaya tercipta rasa keadilan masyarakat, yang merupakan prasyarat terciptanya kedamaian. Karena tidak ada damai tanpa keadilan. Ini sama dengan kata-kata pemazmur: ”Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudar diam bersama dengan rukun!

Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.Seperti embun Gunung Hermon yang turun ke atas gununggunung Sion.Sebab ke sanalah Tuhan memerintahkan berkat, kehidupan untuk selamalamanya.( Mazmur 133:1-3).

Artinya ini: sebuah bangsa, masyarakat, dan keluarga yang hidup rukun, harmonis, damai, rekonsiliasi, utuh dan bersatu adalah seperti minyak wangi (parfum) yang dituangkan ke kepala seorang imam yang sedang diurapi,yang aromanya merambat ke sekitarnya, harum,wangi,semerbak, dan disukai orang lain.

Bangsa, masyarakat yang diam bersama rukun juga diibaratkan seperti embun gunung Hermon yang membasahi bumi dan memberikan kesuburan dan kemakmuran. Bangsa yang damai, rukun, tidak ada konflik sosial, tidak ada teror,rasa aman terjamin akan menjadi alamat berkat Tuhan. Karena apa?

Karena para turis mancanegara akan datang tanpa rasa takut,para investor tidak ragu-ragu menanam modal yang akan menggerakkan sektor riil dan membuka industri-industri besar yang pada gilirannya menciptakan kemakmuran, menciptakan lapangan kerja dan menambah devisa.

Tuhan menjanjikan kepada bangsa-bangsa di dunia kedamaian, kebebasan, dan kemakmuran (kehidupan) apabila bangsa itu mampu memberdayakan hukum dan menegakkan keadilan demi terciptanya rasa aman dan damai sejahtera sehingga saudara-saudara,warga bangsa, dananak-anaknegeridapat diam bersama dengan rukun. Karena itu kita terpanggil dan bertanggung jawab di negeri ini untuk menaati hukum dan menegakkan keadilan.

Marilah kita ikut serta memberantas virus-virus yang menggerogoti bangsa ini seperti korupsi, money politics, hukum rimba, menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan,dst. Mari kita mulai dari diri kita sendiri.Kita harus cerdik (cerdas) seperti ular (tetapi jangan menjadi ular) supaya dipakai dan terpakai, dan supaya tidak dimarginalkan; jujur seperti merpati (tetapi jangan jadi merpati) supaya dipercaya dan diikuti orang.

Taburlah keadilan,tuailah kedamaian. Taburlah kedamaian, tuailah kebebasan dan kehidupan.Yesus Kristus adalah Raja Damai (King of Peace). Damai Kristus membebaskan dan menghidupkan. Selamat Hari Natal.(*)

RICHARD M DAULAY
SEKRETARIS UMUM PGI

Rabu, 24 Desember 2008

Kesuksesan dan Kegagalan tahun 2008

Pada kesempatan ini, saya coba mengingat kembali tentang kesuksesan dan kegagalan yang sudah saya raih sebelum malam Natal 2008. Mungkin tidak semua kisah - kisah kesuksesan dan kegagalan tersebut bisa saya ceritakan disini.

Menurut saya, tahun 2008 merupakan tahun yang baik buat orang lain, karena pada tahun ini saya bisa melihat banyak teman, saudara dan kerabat yang mendapatkan kesuksesan. Namun untuk pribadi rasanya tahun ini kurang baik. Walaupun terdapat satu dua prestasi yang saya dapatkan pada tahun ini.

Beberapa kesuksesan itu adalah bisa lepas dari "penderitaan" pada pimpinan struktural organisasi dan bisa regenerasi dengan baik, lalu mengurus legalitas yayasan yang baru selesai minggu ini:(. Legalisasi yayasan ini menurut saya yang paling merepotkan selama 2 tahun terakhir, dan memang ini sebenarnya PR yang senantiasa diwariskan oleh senior2 5 periode lalu. Pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga banyak saya dapatkan pada saat proses mengurus legalitasnya. Begitu juga kelucuan dan kebodohan yang membuat saya tertawa dikala mengingatnya kembali. Misal, ketika hendak meminta tanda tangan beberapa pengurus lama sebagai syarat legalisasi, ternyata ada pengurus yayasan lama yang sudah meninggal. Masa mereka harus dibangkitkan dari kubur:)). Lalu ketika hendak membuat anggaran dasar (AD) yayasan, draft AD yang diajukan pengurus yang lama hilang, sehingga notaris tidak bisa melakukan tugasnya. Seingat saya ada 5 notaris yang mengurus yayasan ini, dan terakhir ini diurus oleh notaris Wieke Loppies, SH. di jalan Lamping. Saya juga merasakan susahnya ke senayan (DPR) untuk menemui beberapa stakeholder disana. Namun ini semua merupakan pengalaman yang berharga yang membuat saya lebih mengerti banyak hal, dapat banyak ilmu seperti mengetahui kerjaan notaris, akuntan publik, PGI Pusat, bimas Kristen dan lain - lain.

Hal menarik lainnya adalah ketika menjadi timnya walikota Bandung. Disini selain mendapatkan teman, kami juga menjadi dekat dengan beberapa pejabat di pemkot dan DPRD yang memberi saya banyak sekali wawasan. Segala makanan dan rokok yang ada di BMC sepertinya sudah pernah saya coba. Walau rokoknya saya kasih buat teman - teman, coz saya tidak merokok:p. hahahaha..:p.

Namun disamping beberapa pengalaman menarik tadi, satu hal kegagalan yang sangat krusial adalah saya belum bisa menyelesaikan studi. Semua tugas akhir sepertinya sudah saya kerjakan dengan baik, namun entah mengapa ketika sidang penguji tidak meluluskan saya:((. Muda2han dalam waktu 2 bulan ke depan saya segra bisa sidang lagi. Dan semoga saya semakin mengerti bahwa dibalik kegagalan ini pasti ada rencana Indah dari Tuhan untuk kehidupan ini. Karena Dialah yang tau rahasia kehidupan.

Malam Natal tinggal beberapa jam, muda - mudahan saya bisa meminta kepada Tuhan agar keinginan yang belum sempat terealisasi pada tahun 2008 ini bisa terlaksanan pada tahun 2009. Semoga semua indah pada waktunya. Selamat menjelang Natal.

Selasa, 23 Desember 2008

Kesehatan

Aduh, 3 hari terakhir rasanya badanku drop euy:( Padahal sekarang2 lagi banyak acara perayaan Natal. Mungkin ini karena kesalahan saya juga, yang tidak menjaga kesehatan. Benar kata orang - orang kalau kesehatan itu sangat mahal harganya.

Konon lagi katanya bila orang tua menelpon kita, hal yang pertama kali ditanya adalah bagaimana kesehatan kita. Baru mereka menanyakan hal lain seperti bagaimana kuliahnya dst. Mumpung masih ada waktu saya akan memulihkan diri secepatnya, agar pesta Natal nanti tidak ada gangguan flu dan batuk. Kuncinya sepertinya istirahat dan makan yang cukup. Doakan saya yah :P.

Minggu, 21 Desember 2008

Mengapa kita bersekolah?

Hampir semua anak didunia ini bersekolah. Biasanya usia sekolah dimulai sejak sang anak berumur 5 tahun. Termasuk anda yang sedang membaca tulisan ini, pastilah anda sudah pernah merasakan apa itu belajar di sekolah. Dan setiap orang tua yang mempunyai anak, pasti akan berusaha menyekolahkan anaknya. Sebegitu pentingnyakah bersekolah?

Apa sebenarnya tujuan bersekolah??

Sebagian kita akan menjawab, tujuan bersekolah adalah agar kehidupan masa depan kita bisa terjamin. Hmmm, ini jawaban yang sangat diplomatis pragmatis. Jawaban seperti ini bisa diinterpretasikan agar kita mudah mendapat pekerjaan, bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tidak salah, jika tujuan orang bersekolah untuk menjamin kehidupannya kelak. Tapi saya coba negasikan jawaban yang tadi. Misalkan ada jaminan seseorang mendapat jatah "BLT TS"(bantuan langsung tunai tanpa syarat, red) setiap bulannya (misal 20 juta rupiah) selama ia hidup. Lantas masih relevankah jawaban kita tadi tentang tujuan bersekolah? Jangan kita katakan BLT TS tadi merupakan hal yang mustahil. Banyak anak didunia ini yang sudah terjamin kehidupannya akibat orang tua yang sudah sangat mapan, tetapi toh ia masih tetap bersekolah. Seandainya saya mendapatkan BLT tiap bulan 20 juta tadi, aq masih kuliah gak yah??? Tapi kayaknya masih deh....:).

Jadi, apa sih sebenarnya tujuan bersekolah??

Kalau jawaban kita adalah supaya bisa baca tulis di blog, paham rumus2 trigonometri, bisa ngitung luas segi enam, eh ngitung duit aja deh:p. dan banyak lagi. Sepertinya jawaban ini juga masih kurang tepat. Karena kita bisa memperoleh skill baca tulis, hitung (x,+,-,/) dengan latihan atau les singkat. Jadi bayangkan saja berapa banyak penghematan waktu bila tujuan kita hanya untuk mengembangkan kemampuan otak kiri kita ini.

Ternyata ada tujuan jauh lebih besar dari bersekolah tadi, bahkan hingga perguruan tinggi. Tujuan dari 2 jawaban diatas tadi merupakan tujuan kecil saja dari bersekolah. Adapun tujuan sebenarnya adalah untuk menaikkan derajat hidup manusia dibandingkan dengan makhluk lain, pengembangan karakter manusia itu sendiri dan dalam rangka penciptaan budaya hidup manusia. Kita harus mengembangkan kelebihan akal dan pikiran yang tidak dimiliki oleh tumbuhan dan hewan.

Mengembangkan derajat hidup manusia itu maksudnya adalah supaya kita bisa menciptakan sesuatu. Misal dengan kemajuan ilmu pengetahuan, manusia sangat mudah berkomunikasi seperti pada zaman sekarang ini. Jarak puluhan mil juga bisa ditempuh dengan waktu yang lebih singkat. Dulu orang naik Haji ke Arab butuh waktu 7 bulan. Kalau sekarang cukum 40 hari saja.Untuk meningkatkan karakter hidup manusia adalah agar otak kanan kita yang lebih berkembang. Misal bagaimana jiwa seni kita berkembang, cara berbicara yang sopan. Ini tujuan bersekolah yang utama. Penciptaan budaya hidup manusia artinya kalu manusia itu harus berbudaya punya rasa solidaritas dan humanis. Kita akan menganggap bahwa orang lain merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kita. Jika ini sudah berkembang pada anak didik, kemampuan skill atau kompetensi tadi baru akan berguna optimal. Bila tidak, maka sia - sialah kita bersekolah hingga puluhan tahun.

Intinya adalah tujuan bersekolah hingga Perguruan Tinggi adalah supaya kita semakin bisa membedakan antara baik dan benar. Baik mengacu kepada karakter/attitude, sedangkan benar mengacu kepada kompetensi/skill kita. Yang baik itu belum tentu sesuatu yang benar, sedangkan yang benar sudah pasti baik. Semoga saya tidak membingungkan teman2 yah:p

Kamis, 18 Desember 2008

Menghukum dan mendidik

Akhir - akhir ini kita sering melihat "kekerasan" yang dilakukan guru kepada murid di sekolahnya. Sungguh ironis, karena fungsi dari sekolah adalah tempat pendidikan yaitu tempat seseorang menuntut ilmu pengetahuan dan mengembangkan akhlak/moral nya. Fungsi ini kelihatannya hanya 50 %nya saja, tanpa peningkatan moral baik itu siswa maupun guru.

Komponen utama dari sekolah adalah guru dan siswa - siswanya. Ketika kekerasan terjadi antara dua komponen utama ini, yang paling diminta pertanggungjawabannya adalah guru. Dan kerap kali, guru akan beralasan kalau dia memukul siswanya merupakan bagian dari proses mendidik. Hal ini menjadi dilematis, karena ketika siswanya sangat nakal, maka menghukum dengan cara kekerasan akan dianggap sebagai bagian dari pendidikan itu sendiri. Ketika didiamkan saja, maka siswanya pasti akan menjadi lebih nakal lagi.

Menghukum dan mendidik itu merupakan dua hal berbeda namun tidak bisa dipisahkan. Menghukum siswa bisa merupakan bagian dari mendidik ketika hukuman yang diberikan itu dapat menggugah perasaan siswa tadi. Misalnya ketika siswa tidak mengerjakan tugas tentu guru bisa menghukumnya dengan memberikan nilai yang lebih rendah. Atau dengan menyuruh siswa membersihkan ruang kelas. Bila melakukan pemukulan, mungkin kesannya akan beda, dan dalam diri siswa akan timbuk kebencian kepada guru yang menghukum tersebut.

Usia sekolah adalah hal yang sangat strategis untuk mendidik orang agar menjadi manusia yang bermoral dan punya akhlak. Ketika guru - guru sudah terlebih dahulu mempunyai akhlak tadi, maka otomatis murid2nya akan memiliki karakter yang baik juga. Mendidik anak menjadi orang berkarakter tentu akan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik. Karena kompetensi siswa dalam belajar akan menjadi sia - sia ketika tidak ada karakter baik dalam dirinya.

Rabu, 17 Desember 2008

Masih adakah waktu itu?

Tahun 2008 tinggal beberapa hai lagi. Adakah kita mengingat apa saja keinginan kita saat akan memasuki tahun 2008 ini? Saya rasa, semua orang pada akhir tahun 2007 lalu, pasti punya resolusi dalam hidupnya. Banyak keinginan yang ingin diraih pada tahun 2008. Apakah keinginan yang sudah direncanakan itu sudah tercapai? Atau sebagian orang ada yang mendapatkan sesuatu padahal ia tidak merencanakannya diakhir tahun lalu. Pasti kebahagiannya eksponensial :D.

Satu hal yang pasti berubah setiap akhir tahun, yaitu umur kita yang bertambah 1 tahun. Artinya jatah hidup kita juga sudah berkurang. Hanya memang belum ada yang bisa memastikan kapan dirinya akan di
recall. Kembali ke bahasan. Kalau sekiranya masih ada hal - hal yang belum sempat terlaksana, masih adakah waktu untuk melaksanakannya? Saya rasa masih ada, ini hanya soal niat dan komitmen kita untuk mengaplikasikannya. Untuk hal - hal sederhana masih banyak waktu untuk memperbaikinya.

Atau jangan2 selain umur, kondisi kita masih sama aja dengan tahun2 sebelumnya? Kok masih sama?

1 tahun yang lalu?
Yaa… kurang lebih sama seperti sekarang

Lho, kok masih sama?
Bukannya tahun lalu punya resolusi untuk tahun 2008 ? Memberikan kehidupan yang lebih baik buat anak, bisa membahagiakan orangtua, dll, dst.

Apa itu semua cuma basa-basi? Mengulang resolusi di tahun sebelumnya, sebelumnya lagi, lagi, dan lagi? Tahun demi tahun sudah terbuang sia-sia, akankah kita mengulang kesalahan yang sama tahun depan?

Stop! Sudah saatnya kita bangun dari lingkaran resolusi yang terus berulang. Waktunya bertindak SEKARANG!

Tidak melakukan apa-apa berarti tidak akan punya apa-apa dan bukan siapa-siapa. Bisa saja kita terhindar dari penderitaan dan kesengsaraan. Tapi tanpa itu semua, kita takkan bisa belajar, merasakan, mengubah, tumbuh, mencintai atau...... hidup.

Jangan lewatkan waktu sedetik pun, jemput impian anda!

Selamat buat anda yang sudah berani ACTION, selangkah lebih maju untuk kehidupan yang lebih baik. Tetap Semangat!!

Menasehati sebaiknya dengan motivasi

Psikologi tiap orang sangat berbeda. Namun bila ditelaah lagi, kita bisa melihat trend dari psikologi tersebut, misal dari kelompok yang homogen, seperti dari satu suku, satu organisasi, satu jurusan dan sebagianya.

Misal saya ambil contoh dari satu organisasi tertentu. Kita bisa lihat "persamaan" psikologi dari anggota - anggotanya. Konon hal yang paling mempengaruhi psikologi seseorang itu adalah lingkungan tempat dia berada. Disini juga terdapat kesempatan untuk mengembangkan karakter seseorang.

Dalam suatu organisasi wajar bila kita sudah menjadi senior/pasca struktur (pengurus), untuk memberikan semacam pengalaman kita kepada "junior" kita. Kita pasti tidak ingin masalah yang dulu pernah kita alami, kembali dialami oleh pengurus sekarang. Namun dalam memberi nasehat terhadap seseorang itu merupakan hal yang sulit. Apalagi bila yang dinasehati relatif seumuran dari pada yang menasehati. Pasti hal ini tidak gampang. Selalu ada anggapan subjektifitas kita terhadap orang yang dinasehati tadi.

Lain halnya bila yang memberi nasehat adalah orang yang "jauh" lebih tua, pasti yang dinasehati akan nurut2 saja. Padahal nasehatnya belum tentu benar dan gap waktu pengalaman mereka sudah sangat jauh dan tidak bisa disamakan dengan masalah yang sama pada masa dulu dengan masalah pada masa sekarang. Ini yang menyebabkan selalu ada ketimpangan, dan potensi untuk salah jadi lebih besar. Berbeda halnya bila yang memberi nasehat itu bedanya hanya 1 sampai 2 periode di pengurus. Masih ada nyambung dengan masalahnya dan potensi untuk perbaikan akan lebih baik. Mungkin dalam konteks menasehati antara anak dan orang tua hal ini tidak berlaku.

Setelah saya anlisis, ternyata untuk mentransformasi pengalaman itu lebih baik dengan memotivasi daripada menasehati. Dua kata ini memang hampir tidak ada bedanya. Namun bisa dibedakan bila kita masukkan faktor usia tadi. Sehingga, tidak salah ada orang yang jauh lebih muda memotivasi orang yang lebih tua. Dan satu hal yang harus diketahui adalah, melihat kesalahan orang itu jauh lebih mudah ketika kita diluar struktur/system daripada melihat kesalahan kita ketika sedang dalam system.


Krisis finansial dunia akhirnya sampai pada diriku :D

Hari Selasa ini saya benar2 terancam tidak bisa makan. Dan ternyata teman2 saya juga mengalami hal yang sama. Biasanya ada penghasilan tambahan dengan "ngemis" kepada penguasa kota, eh sekarang lagi sepi. Pada hal ini bulan Desember, dimana seharusnya tidak ada masalah keuangan. Sepertinya ada yang salah dengan pengelolaan keuangan bulan ini.

Saya harus coba evaluasi lagi. Tapi untungnya dulu saya pernah meminjamkan uang kepada teman dan akhirnya bisa selamat untuk 2 minggu kedepan :P. Jadi walau sudah semapt pinjam kiri depan, tapi belum sempat gali lubang tutup lubang atau pinjam kiri pinjam kanan. :D.

Senin, 15 Desember 2008

BBM Turun

Harga BBM kembali turun akibat tend minyak dunia juga mengalami penurunan. Tentu ada nilai positif dan negatifnya dari penurunan harga BBM ini. Pada benak masyarakat awam, dengan turunnya BBM ini terkesan akan ikut mempengaruhi turunnya komoditas lain sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Namun tidak semudah itu juga. Karena, ternyata menurunkan BBM tidak lantas membuat harga2 kebutuhan lain ikut turun. Contohnya saja biaya transportasi. Hal positif yang bisa diambil dari penurunan harga BBM ini hanyalah berdampak bagi mereka yang mempunyai kendaraan pribadi, para sopir angkutan umum dan industri - industri yang menggunakan BBM, yaitu berkurangnya ongkos produksi mereka. Namun, pemerintah masih memberi harapan kepada masyarakat untuk mencoba menurunkah harga komoditas lainnya seperti Tarif Dasar Listrik dan sebagainya.

Implikasi lain adalah bahwa dengan turunnya harga BBM ini, maka sebagian masyarakat pasti menjadi boros. Terbukti sejak 1 Desember ketika harga BBM turun Rp.500, maka jalanan di kota Bandung pada weekend lebih banyak daripada harga BBM pada posisis Rp.6000/liter. Hal ini akan membawa dampak buruk, karena seharusnya kita selalu menghemat energi. Meskipun kita memiliki uang lebih untuk bisa mendapatkan energi tersebut. Seperti kita ketahui hidrokarbon itu jumlahnya terbatas, dan bila dikonsumsi secara banyak, maka keberadaannya di masa yang akan datang kian terancam, karena H2C tidak dapat diperbaharui. Meskipun pro kontra keberadaan H2C ini masih banyak terjadi. Implikasi dengan penggunaan energi yang berlebihan (boros,red) juga akan berdampak pada global warming. Ini karena ada hubungan pembakaran energi yang berasal dari H2C akan menimbulkan polusi yang lebih besar. Kita harus senantiasa ingat dan sadar akan ancaman pemanasan global ini.

Semoga keputusan yang diambil pemerintah senantiasa mendatangkan kebaikan bukan hanya bagi masyarakat, namun juga terhadap lingkungan.

Jumat, 12 Desember 2008

Kegagalan yang berhasil

Dulu saya sangat susah menangkap maksud dari "kegagalan yang berhasil" ini. Sampai suatu saat saya mencoba membaca artikelnya. Semua orang pasti tidak ingin gagal dan cenderung ingin berhasil. Bagimanakah kisah the failure of succes???

Konon, Film Apollo 13 menceritakan pengalaman sejati dari Jim Lovell dan para awak NASA-nya. Tujuan misi mereka adalah untuk mendarat dan mengeksplorasi bulan, namun ledakan besar yang mengancam jiwa, telah melumpuhkan pesawat antariksa yang mereka tumpangi. Tiba - tiba tujuan berubah. Pengendali Misi di Houston menghabiskan beberapa hari berikutnya untuk memperbaiki pesawat yang rusak tersebut dan menyelamatkan tiga antariksawan hingga selamat sampai di bumi. Pada akhirnya, misi ini dianggap skses, karena berhasil mengembalikan pesawat dan awaknya sampai di bumi. namun misi ini juga dianggap "gagal" karena pesawat Apollo 13 akhirnya tidak pernah mengekplorasi bulan. Inilah yang disebut suatu kegagalan yang "berhasil".

Contoh lain menurut pemahaman saya adalah kisah nabi Yunus yang ditelan ikan besar. Dia awalnya diperintahkan Tuhan untuk ke Niniwe untuk mengingatkan penduduk disana supaya bertobat. Namun akhirnya Yunus mencoba lari dari tuganya dan ia malah pergi ke Tarsis. Singkat cerita Tuhan menghukumnya dengan cara menyuruh ikan besar untuk menelannya. Akhirnya Yunus bertobat, walau akhirnya ia belum sempat pergi ke Niniwe untuk melaksankan misi Tuhan. Ini juga suatu kegagalan yang "berhasil".

Dalam hidup, mungkin kita juga sering mengalami "kegagalan yang berhasil". Tanpa sadar kita telah dikendalikan oleh Tuhan, sehingga tujuan utama kita belum bisa tercapai, namun kita juga telah berhasil mencapai tujuan yang tidak kalah penting juga. Tuga kita adalah bagaimana mengerti setiap detik kehidupan ini, karena sebenarnya kita dikendalikan dua kekuatan yaitu hawa nafsu dan juga kekuatan Tuhan. Dan kekuatan Tuhan merupakan yang paling besar dan jika telah dikendalikan kekuatan ini, maka segalanya akan berjalan dengan baik. Bila melihat suatu kegagalan, jangan terus menyerah, tetapi cobalah analisa sebenarnya apa hal positif dari kegagalan tersebut. Jika anda menemukannya, maka sesungguhnya anda telah mengalami kegagalan yang "berhasil". Adapun hal yang masih gagal tadi, mungkin dikemudian hari bisa kita lakukan dengan baik. Sesungguhnya hal tersebut merupakan penundaaan sementara dari Tuhan. Permintaan kita tidak selamanya langsung DIA jawab. Ada saatnya kita harus sabar, adakalanya langsung dikabulkanNya dan ada juga yang tidak dikabulkanNya dan menggantinya dengan yang terbaik. Hanya Tuhanlah yang tahu mana yang terbaik bagi kita, karena manusia hanyalah debu, yang sangat mudah tertiup oleh angin kehidupan ini. The Failure of Succes!

Bangsa yang munafik.,in Moral

Perubahan kerap menjadi janji - janji para calon penguasa republik ini, baik eksekutif, legislatif bahkan yudikatif. Beruntung masyarakat Indonesia sudah banyak yang "pintar", sehingga tidak serta merta percaya akan janji - janji politis tadi.

Tebukti sudah, ketika seseorang menduduki kursi di pemerintahan, perubahan tersebut memang terjadi, tapi perubahan ke bentuk negatif yang lain. Hanya berupa transformasi dari suatu bentuk ke bentuk yang lainnya. Kalau bahasa fisikanya, transformasi dari time ke frekuensi. Misal, dulu orang dengan mudah untuk menyogok secara terang - terangan, namun sekarang orang tidak mau menyogok pemerintah, tetapi pemerintah melakukan pemalakan kepada para investor bahkan masyarakat kecil. Kalau dulu pemalakannya cuma satu kali, tetapi dalam kuantitas besar, sekarang frekuensinya menjadi banyak dengan kuantitas kecil. Sama saja toh.

Katanya karakter ketimuran orang Indonesia yang ramah dan attitude yang baik, saat ini hanya menjadi cerita/ romantika sejarah saja. Masyarakat kecil pun sudah banyak yang berbuat jahat. Tidak heran, mungkin ini karena keadaan ekonomi, tetapi bila dibiarkan maka karakter bangsa ini kian lama makin luntur. Contoh sederhana, ditempat - tempat pariwisata, kita kerap menemukan penipu dari masyarakat sekitar. Kadang para wisatawan "dipaksa" untuk membeli sesuatu yang katanya ciri khas dari daerah tersebut dan harganya tidak tanggung - tanggung.

Orang - orang menganggap bahwa di negara ini semua orang beragama, namun tidak sulit rasanya kita menemukan hal - hal yang tidak baik. Jalur birokrasi yang panjang, sistem administrasi yang korup, hingga pencopetan di terminal maupun bandara sudah merupakan pemandangan yang "indah" bagi setiap orang. Pemalakan oleh oknum polisi merupakan hal yang sangat biasa. Bahkan di Mesjid pun sepatu, sandal dan kotak infaq bisa raib.

Apakah yang salah? Dimana peran kita dalam menghadapi krisis multidimensi ini? Bangsa ini telah banyak kehilangan, kehilangan kebudayaan, tempe, ahu yang di ambil oleh bangsa lain, pulau sipadan dan ligitan, batik yang hampir di ambil oleh negara tetangga, sumber daya alam yang hilang akibat dieksploitasi oleh bangsa lain. Bahkan, orang Indonesia telah kehilangan malu, sehingga semua hal yang dilakukannya seolah - olah sesuai dengan norma yang berlaku. Kesadaran ini perlu di sebar luaskan seperti bola salju yang menggelinding. Agar kita berhenti menjadi bangsa yang munafik. Hal utama yang harus diperangi adalah bagimana mencerdaskan moral masyarakat, bukan memperbaiki keadaan ekonomi dan hal - hal lain. Jika moral sudah baik, maka masalah lain akan lebih mudah untuk diatasi.

Siapa yang paling bertanggungjawab dalam memperbaiki moral? Jika kita mengaku manusia beragama, maka pemuka agamalah yang berada di jalur terdepan dalam meningkatkan moral anak bangsa, kemudian dari keluarga dan para pendidik di pendidikan formal. Dengan demikian akan tertanam karakter yang baik. Orang Indonesia harus memiliki konsistensi, komitmen dan moral yang baik untuk keluar dari segala krisis yang menerpa negri ini.

Kuis atau Judi/Judi atau Kuis

Akhir - akhir ini kita banyak menemukan kuis di televisi, entah itu di moment hari besar agama, hari besar nasional, ataupun pagelaran/pentas kesenian tentatif. Beberapa tahun yang lalu sejak peralihan Kapolri dari Jend. Dai Bahctiar kepada Kapolri Jend.Sutanto, segala bentuk perjudian menjadi tugas utama bagi Kapolri Sutanto. Segala jenis perjudian mulai dari perjudian di dunia nyata hingga di dunia maya, ditumpas hingga ke akar - akarnya (walaupun sekarang masih ditemukan, red)

Program pemberantasan judi tersebut merupakan suatu prestasi yang sangat bagus, karena bisa menekan angka kriminal di tengah - tengah masyarakat, terlebih judi merupakan hal yang dilarang oleh setiap ajaran agama apapun.

Namun sekarang ini saya tidak habis pikir tentang maraknya kuis yang muncul di setiap televisi di republik ini. Bila kita analisa lebih dalam, bentuk - bentuk kuis dengan berbagai hadiah yang ditawarkan oleh kuis tersebut bisa menjadi bentuk perjudian. Terutama kuis dengan bentuk sms premium yang sangat banyak. Awalnya kita disuruh untuk mengirimkan sebanyak - banyaknya sms untuk suatu kuis tertentu, dan semakin banyak kita mengirimkan sms maka peluang kita untuk menang akan semakin besar. Ini merupakan judi(dilegalkan) atau masih kuis (legal)??

Menurut saya pribadi, tentu hal ini merupakan bentuk perjudian yang dilegalkan direpublik ini. Karena bentuk kuisnya sangat mirip dengan judi, kita misalkan saja judi togel yang sangat terkenal hingga ke pelosok negri ini. Yang membuat lebih miris lagi adalah tidak adanya batas usia untuk mengikuti program "kuis" tersebut, akhirnya sadar atau tidak sadar anak kecil pun sudah kita ajari untuk "berjudi". Bangsa ini merupakan bangsa yang naif, sok suci. Padahal the real fact???. Mudah - mudahan masyarakat mulai sadar agar tidak terjebak terhadap tawaran kuis yang merugikan kita semua, karena yang namanya kuis pastilah tidak akan merugikan pesertanya. Dan esensi dari kuis adalah memberikan sesuatu (hadiah) kepada pesertanya tanpa adanya motif untuk mendapatkan keuntungan yang banyak oleh si penyelenggara kuis tersebut.

Rabu, 10 Desember 2008

Jobseeker!

Setelah lulus dari suatu sekolah atau perguruan tinggi, orang - orang pasti akan mencari pekerjaan. Sudah suatu tradisi, bahwa dalam mencari pekerjaan di republik ini, kita akan bersaing dengan banyak orang, bahkan dengan saudara sendiri pun bisa.

Perusahaan dan calon karyawannya bisanya melakukan berbagai macam seleksi sebelum kedua belah pihak terikat satu sama lainnya. Lulus dari suatu jurusan tertentu menjaditidak berguna, saat kita menghadapi seleksi untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Beberapa waktu lalu saya mulai tersadar, bahwa untuk mendapat pekerjaan bukan keahlian kita yang akan diuji. Jadi walau sudah capek2 belajar suatu bidang tertentu selama (+/-) 5 tahun akan menjadi sia - sia bila hendak mengikuti seleksi penerimaan di hampir semua perusahaan di Indonesia ini.

Entah mengapa, hal yang menjadi kriteria untuk di terima di perusahaan apapun adalah kemampuan kita menjawab tes psikologi, kemudian bagaimana berbahasa Inggris. Kalau demikian, buat apa sih kita belajar jurusan ekonomi, elektro, ataupun sains yang lain? Bukankah lebih baik kita belajar bagaimana menjawb soal - soal psikologi? Saya yakin kalu kita belajar psikologi, maka tes di perusahaan manpun pasti akan diterima. Kemudian, apakah gunanya nanti bahasa Inggris, ketika kita ditempatkan di pedalaman Indonesia yang konon bahasa Indonesiapun penduduknya belum bisa. Tentu ini menjadi suatu hal yang perlu dikritisi. Jika pekerjaan kita di bidang pelayanan publik, seperti komplain PLN/Telkom di pelosok sana, apakah lantas bahasa Inggrisnya dapat digunakan? Memang baik untuk bisa menguasai bahasa Inggris, namun kemudian perusahaan harus menyesuaikan dengan penempatan sang calon karyawannya tersebut.

Hal yang sebaiknya dilakukan adalah bagaimana perusahaan menguji apa yang sudah calon karyawan dalami selama ini mengikiti pendidikan formal. Dengan kata lain basicnya dulu yang dijadikan bahan seleksi. Baru kemudian berbagai macam tes psikologi, seperti bagaimana bekerja secara team dan bagaimana menggunakan waktu secara efektif dan efisien. Untuk bahasa, jika memang suatu saat kita harus bisa berbahasa Inggris, maka materi bahasa ini bisa menjadi salah satu bahan seleksi, jika tidak sebaiknya materi bahasa Indonesialah yang di ujikan bagi calon karyawan tersebut. Sehingga orang tidak merasa sia - sia telah mendalami suatu bidang tertentu dan ia akan lebih semangat lagi dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya.

Menjelang Ajal, Fun

FAkhir - akhir ini pelaksanaan hukuman mati di Indonesia kian marak. Hampir semua narapidana yang divonis hukuman mati tidak mendapat amnesti dari presiden agar vonis hukuman mati diganti menjadi hukuman penjara seumur hidup. Banyak kuasa hukum napi terpidana mati melakukan PK dan upaya hukum lainnya guna meringankan hukuman kliennya, namun pelaksanaan eksekusi malah semakin dipercepat.

Saat akan dieksekusi, biasanya pemerintah melalui aparat penegak hukumnya memberikan permintaan terakhir napi sebelum dilaksanakannya eksekusi. Permintaan mereka pada umumnya hanya ingin bertemu keluarga tercinta. Permintaan ini biasanya akan merepotkan petugas keamanan, karena saat bertemu keluarga dengan si napi, maka butuh peningkatan keamanan yang cukup ketat dan tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar dari negara. Tidak salah sih, namun tetap saja ia akan dieksekusi selepas permintaannya di kabulkan. Sebenarnya ada satu permintaan yang mungkin bisa melepaskan si napi tadi dari eksekusi mati. Seperti permintaan salah satu napi, ia menginginkan agar dieksekusi tanggal 30 Februari, terserah tempat dan jam pelaksanaan eksekusi. Permintaan ini merupakan permintaan yang tidak perlu menghabiskan tenaga dan uang bagi negara. Kalau permintaannya dikabulkan, pastilah si napi tersebut akan lolos dan petugas eksekusi akan kelelahan menunggu datangnya tanggal 30 Februari!!!!:D:D..

Selasa, 09 Desember 2008

Nyate bareng

Nusukin daging dan Bakar Sate (Albert)
Bersih2 dulu :p
Malam kemaren Anak2 sangat bahagia merasalan empuknya daging sapi dapat dari hewan kurban. Surprise banget, demi 3 kilo daging kami rela seolah - olah menjadi kaum "duafah" dan "anak terlantar" hanya untuk mendapatkan daging :D. Tapi gak apa2, yang penting momen kurban ini bisa membuat komisariat ITB lebih dekat lagi antar sesama anggotanya. Ini merupakan tradisi kedua di cabang Bdg untuk nyate bareng sehabis hari Raya Idul Adha. Kalau tahun 2007 lalu, kami tidak perlu repot mengantri daging, karena kawan - kawan saya dari PMII dan Kosgoro memberikan daging untuk disate. Tapi karena tahun ini teman2 tersebut rata2 kurban di luar bdg akhirnya kami nekad untuk berjuang mengantri daging di rumah pak RW:p.. Ini awal dari kebangkitan teman2 kom ITB, agar kedepannya lebih semangat lagi.


Menikmati Makan malam yang sudah kemalaman :p

Akhirnya kami semua menikmati makan malam yang luar biasa untuk hari raya kali ini...

KeyWordnya Apa?"

Hari ini minggu II Advent, yang berarti masa penantian akan kedatangan Sang Juru Selamat yang kedua ke bumi ini.

Manusia memang bernasib kurang baik dalam hal penantian ini. Tapi memang Tuhan benar - benar adil, karena Malaikat pun sebenarnya tidak tahu kapan harinya Tuhan akan kembali datang ke dunia ini, bahkan Sang Anak pun tidak tahu, hanya Bapa yang tahu.
Kotbah di Gereja tadi mengingatkan supaya saat DIA datang kita tidak sedang dalam keadaan bercela tetapi hendaknya dalam keadaan sempurna.

Sebenarnya dalam menunggu kedatanganNya, bagaimana sikap kita menunggu? Terus terang menunggu adalah pekerjaan paling menyebalkan. Bila kita janjian dengan seseorang, terus dia datang telat dari yang telah dijadwalkan sebelumnya, otomatis kita akan mencoba menunggunya sampai teman kita itu datang, walau dengan sedikit rasa kesal dan kecewa. Dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sekarang, bila ada saudara kita yang hendak berkunjung ke rumah kita, maka dia bisa saja mamberitahu sebelumnya bahwa mereka akan berkunjung ke rumah kita tanggal sekian jam sekian. Dengan demikian kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, karena kita sudah tahu kapan jadwal mereka akan datang. Berbeda dengan menunggu kedatangan Sang Juru Selamat, kita tidak tahu, hari, bulan, jam, menit dan di kota mana DIA akan datang. Yang kita ketahui hanyalah DIA pasti akan datang. Just that!.

Oleh sebab itu dalam penantian Juru Selamat ini, maka kita perlu sedikit bersabar dan berjuang melawan segala dosa dan kuasa kegelapan. Agar saat DIA datang nanti diri kita tidak bercela. Menunggu dalam hal ini adalah penderitaan kita juga. Sebab mana ada orang yang bilang kalau menunggu itu menyenangkan, pasti semua orang setuju kalau menunggu adalah menderita. Jadi agar kita tetap hidup dalam terang dan tidak bercela nantinya, keyword dalam masa penantian kita akan Juru Selamat adalah kepastian bahwa Ia akan datang dan waktunya akan semakin dekat. Tidak lama lagi, Pasti dan Akan Semakin Dekat. Waktu yang Tuhan sediakan memang tidak terbatas, tapi ingatlah, waktu yang Tuhan berikan kepada kita pribadi lepas pribadi ada terbatas.


Long Weekend

Dari tanggal 6 Desember kemaren hingga hari ini tanggal 8 Desember merupakan liburan akhir minggu yang panjang. Banyak orang mengisi nya dengan liburan atau sekedar hanya untuk beristirahat di rumah untuk mengembalikan stamina dan semangatnya untuk bekerja.

Orang - orang Indonesia khususnya Jakarta biasanya akan datang ke Bandung, implikasinya Bandung menjadi macet, lalu lintasnya tidak karuan. Memang benar dengan banyaknya orang yang mengisi liburnya di kota kembang ini maka, pendapatan asli daerah (PAD) kota Bandung akan meningkat.

Yang mau saya katakan adalah bahwa masyarakat sekarang ini sangat membutuhkan yang namanya liburan/jalan-jalan. Seingat saya dulu, liburan itu biasanya diambil pada masa libur panjang sekolah atau libur Natal/Lebaran dan akhir tahun. Tetapi sekarang, dimana ada long weekend pastilah banyak orang yang akan berlibur ke daerah lain. Mungkin hal ini terjadi karena didukung dengan fasilitas tol yang membuat jarak dari satu kota ke kota lainnya bisa ditempuh dalam waktu yang lebih singkat bila dibandingkan pada zaman dulu. Seingat saya lagi, liburan itu masuk dalam klasifikasi kebutuhan tersier, jika kebutuhan primer dan sekunder telah bisa kita penuhi, maka tak ada salahnya kita coba memenuhi kebutuhan tersier tesebut.

Namun sekarang masyarakat tidak bisa lagi membedakan antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Semua dianggap menjadi kebutuhan primer. Sarapan di Singapura pun jadi kebutuhan primer. Alhasil, tanpa sadar orang - orang berada pun telah mendapat subsidi dari pemerintah. Sama halnya dengan liburan weekend yang digunakan orang untuk berkunjung ke kota Bandung pun telah menjadi kebutuhan primer bagi orang Jakarta dan sekitarnya. Sebab setiap ada weekend 3 hari Bandung pasti menjadi penuh sesak.

Marilah kita coba hidup lebih teratur, tidak semua kebutuhan itu menjadi suatu kebutuhan pokok. Sebaiknya, kita juga peka terhadap kondisi sekitar yang mungkin masih banyak saudara - saudara kita yang kehidupan ekonominya belum mampu. :)

Sabtu, 06 Desember 2008

Dikenal, Mengenal atau keduanya

Manusia tidak akan lepas dari bersosialisasi. Semakin banyak dia bersosialisasi dengan orang lain maka semakin banyak ia bisa mengenal orang.

Pertanyaan saya adalah, mana yang lebih enak, dikenal/mengenal/keduanya. Menurut saya yang paling baik itu adalah dikenal orang. Dari etimologi bahasa, dikenal merupakan passif, kita menjadi objek orang lain. Kalau kata mengenal, orang lain menjadi objek kita. Jadi sepanjang waktu kita hanya bisa mengamati orang lain. Kita bisa dengan enaknya mengatakan saya mengenal orang tersebut. Biasanya kita banyak mengenal orang yang menjadi publik figur seperti artis. Namun artis tadi belum tentu mengenal kita. Jadi mengenal dan dikenal interaksinya cuma satu arah.

Kalau dikenal orang memiliki sense yang luar biasa. Namun sebaiknya kita dikenal orang adalah karena perstasi kita bukan karena sifat buruk yang kita lakukan. Dikenal itu sangat baik dan tidak butuh mengeluarkan energi yang banyak untuk berinteraksi. Puji Tuhan saat ini saya semakin dikenal banyak orang. :p

Kalau dikenal dan mengenal, otomatis kita sudah lebih dari satu kali berinteraksi dengan orang lain. Zaman sekarang kesempatan orang untuk berinteraksi/bersosialisasi sudah semakin mudah. Bahkan berinterkasi di dunia maya saja ada dua orang yang bisa samapai menikah, padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya di dunia nyata.

Tahun60an, fun

Saat mengurus legalitas dari suatu yayasan, saya banyak mendapat pertanyaan yang kemudian saya coba jawab sendiri.Alhasil, geli rasanya kalau mencoba menebak, apa yang terjadi pada saat yayasan tersebut didirikan dulu, dan saya kaitkan juga dengan berangkat haji pada waktu itu serta bagaimana pada zaman itu juga orang dari Sumatera bisa sampai ke Pulau Jawa ini.


Pada tahun 60an mereka telah berhasil membeli sebidang tanah dengan harga 8 juta rupiah. Pertanyaan yang muncul dibenak saya adalah, kira - kira kalau mereka membayar uang membeli tanah tersebut dengan uang cash saat itu, uangnya nominal berapa yah? Secara pada tahun 60 an Rp.1,00 sudah sangat besar nilainya,satu rupiah sudah bisa membeli seekor anak kuda. Ongkos orang ke Medan saja dari Tarutung kata teman saya pada zaman itu adalah setengah sen. Terus asumsi kami pada zaman itu nominal uang tertinggi adalah uang seribu, kalau sekarang kan seratus ribu. Uang seribu sebanyak 8 juta, hmmm lumayan juga banyaknya yah. Saya berimajinasi lagi, bagaimana kalau memakai uang 500 logam seperti uang 500 sekarang, kalau 8 juta sepertinya udah berapa Kg?Sangat geli sekali...

Kemudian terpikir juga, pada zaman itu orang sudah banyak yang berangkat haji..Dan konon, karena pesawat terbang belum ada, orang yang berangkat haji umumnya menggunakan kapal laut. Kebanyang dunk lamanya mereka diperjalanan. Mungkin waktu yang dibutuhkan PP (pergi pulang) untuk sekerdar naik Haji adalah 6 bulan dan ibadahnya di sana sekitar 1 bulan. Jadi mereka butuh waktu minimal 7 bulan untuk menunaikan salah satu dari 5 Rukun Islam. Wajar saja dulu title Haji itu dianggap sangat terhormat, mendapatkannya saja disamping waktu yang lama, sudah pasti biayanya juga mahal toh?

Lebih gambling lagi saya terpikir tentang orang - orang Batak yang pertama merantau ke P.Jawa. Saat tahun 5o an beberapa putra orang Batak sudah ada yang kuliah di Jakarta, Bandung dst. Saya kemudian berpikir, apa dulu orang Batak dari Sumatrea Utara ke P.Jawa ini jalan kaki yah. Soalnya transportasi darat sepertinya belum ada saat itu. Kalaupun naek kapal laut juga sudah pasti membutuhkan waktu yang sangat lama. Namun karena perjuangan mereka dulu untuk merantau ke Pulau Jawa ini ,maka bneberapa peninggalan/karya mereka bisa saya nikmati sekarang ini. Contohnya adalah UKI, UKM, beberapa RS Kristen, aset - aset Kristen dan masih bayak lagi. Tapi yang sangat disayangkan adalah, kemampuan generasi sekarang untuk menjaga warisan tersebut sangat diragukan, karena kita sering dengar banyaknya pelepasan aset - aset peninggalan orang Batak yang kebanyakan orang Nasrani pada waktu itu. Perjuangan yang sangat Luar biasa..

Spesialist Detik - Detik Terakhir

Tiga hari belakangan ini saya sangat sibuk sekali, banyak sekali yang harus dikerjakan. Sebenarnya urusannya sudah ditugaskan dari beberapa minggu yang lalu oleh notaris. Namun yang namanya kebiasaan memang sukar sekali untuk diubah. Kalau dalam diri kita udah memiliki kebiasaan yang baik sih, biarkan saja kebiasaan itu tetap terpelihara. Misal kebiasaan mandi 2 x sehari.hehehe..gak nyambung? Maksud saya adalah kebiasaaan kalau mengerjakan sesuatu itu selalu disaat deadline sudah tiba, atau mengerjakan tugas saat detik - detik terakhir.

Hal ini sangat kurang bijak, karena bila ditelaah dari hasil, akan sangat jauh dari hasil yang optimal, dan juga sangat kelabakan bila saat yang bersamaan terdapat tugas lain juga. Walau kadang - kadang ada pembenaran dalam diri saya bahwa kalau saya mengerjakan apapun saat detik - detik terkahir maka segala potensi diri saya bisa keluar untuk menyelesaikan suatu tugas. Mungkin ada benarnya karena adrenalin kita dipacu maka kemampuan diri akan ter-ekspose seoptimal mungkin, namun hal ini tidak berbanding lurus dengan hasil yang optimal. Mungkin jika sedang beruntung maka hasilnya bisa optimal. Benar - benar spesialisasi detik - detik terakhir.

Ternyata dengan semangat dan tulus hati saat mengerjakan sesuatu, pasti kita akan mendapatkan sesuatu. Saat saya mengerjakan tugas tersebut dengan seorang teman, eh kami dapat makan siang gratis di Hotel Grand Serela jalan Marthadinata. wueakkk..Gak penting!!:p. Secara sejak habis periode jadi ketua cabang dah jarang tuh makan dihotel atau restoran di Bandung. Hal ini tentu menjadi hal yang harus disyukuri. Keep Fight

Kamis, 04 Desember 2008

Precious Experiences, Fun

Kutipan Chatting dengan salah seorang teman :)
Desmon (3:02 PM): alow mbak..
leezha_cheezy (3:02 PM): hee?
leezha_cheezy (3:02 PM): tumben manggil mbak?
Desmon (3:03 PM): hehehe..iya juga yah
Desmon (3:03 PM): masak manggil mas
leezha_cheezy (3:03 PM): syaloom
leezha_cheezy (3:04 PM): itu yang wjar
Desmon (3:04 PM): syalom juga
Desmon (3:04 PM): oooo...bosan juga kadang2 dgn sapaan tsbt
Desmon (3:05 PM): adakah berkat yang bisa di bagiin?
leezha_cheezy (3:05 PM): hehehe,.
leezha_cheezy (3:05 PM): scara kamu lg marahan ma Tuhan yaa
Desmon (3:06 PM): hahahaha...gak lagi atuh..Tuhan sudah menang mutlak
Desmon (3:06 PM): Saiia kalah, dan sudah seharusnya kan Tuhan MENANG
Desmon (3:06 PM): namun kemenanganNya kali ini, dia juga mengajakku jd Pemenang juga
leezha_cheezy (3:07 PM): kisah nyata senyata nyatanya,.
leezha_cheezy (3:08 PM): kmrn hari minggu,. aQ mlakukan sderetan ksalahan
leezha_cheezy (3:08 PM): heee,.
leezha_cheezy (3:08 PM): jam 9 dgn PDnya aQ ngajak ibu ke GKI Gjayan,.
Desmon (3:08 PM): waduh...kesalahan macam apakah?
Desmon (3:08 PM): trus..
leezha_cheezy (3:08 PM): *lisa tahunya ibadah jam 9,.
leezha_cheezy (3:09 PM): trus kmi ksana,.
leezha_cheezy (3:09 PM): waktu liat parkiran, kok dah sepi banget,.
leezha_cheezy (3:09 PM): aQ pkir barusan mulai,.jadi sepi,.
Desmon (3:09 PM): hmmm..
leezha_cheezy (3:09 PM): aQ masuk,terdengar swara pendeta berkotbah,.
leezha_cheezy (3:10 PM): aQ smakin grogi,.
Desmon (3:10 PM): next ..
leezha_cheezy (3:10 PM): jangan2 dah mulai masuk Firman Tuhan, pikirQ,.
leezha_cheezy (3:10 PM): aQ dan ibu duduk,.
leezha_cheezy (3:10 PM): ibu cuma menghela nafas,.
leezha_cheezy (3:10 PM): aQ tersenyum kecut
Desmon (3:11 PM): emang udah kotbah??
leezha_cheezy (3:11 PM): 5 menit kmudian ,sang pendeta mengakhiri kotbah dengan kata "amien"
leezha_cheezy (3:11 PM): hatiQ smakin gak keruan
leezha_cheezy (3:12 PM): karna merasa bersalah
Desmon (3:12 PM): tp masih dengar kesimpulan kan?
leezha_cheezy (3:12 PM): aQ buka warta jemaat
leezha_cheezy (3:12 PM): masi si,.
leezha_cheezy (3:12 PM): trus, lisa liat jadwal ibadah,.
leezha_cheezy (3:12 PM): 06, 08, 10
leezha_cheezy (3:13 PM): 16, 18.30
leezha_cheezy (3:13 PM): trus Qbilang ke ibu
leezha_cheezy (3:13 PM): bu, kita terlalu cepat 1 jam,
leezha_cheezy (3:13 PM): ibu brbisik, "bukan, kita telat 1 jam"
leezha_cheezy (3:13 PM): trus kami ngikik bersama,..
Desmon (3:13 PM): hahahahhaah
Desmon (3:13 PM): lucuc 10x
Desmon (3:14 PM): yg benar ibu kMu atuh
Desmon (3:14 PM): ntar aq minta izin kMu utk buat kisahnya di blog
leezha_cheezy (3:14 PM): trus aQ bilang, "kalo gini, Qta pnya banyak waktu bwat brsama"
leezha_cheezy (3:14 PM): ibu cuma mengangguk
Desmon (3:15 PM): trus, ibadah jam 10 nya masih ikut?
leezha_cheezy (3:15 PM): huahua,.
leezha_cheezy (3:15 PM): tapi klo kami ibadah jam 10 kan, kcepetan 1 jam
leezha_cheezy (3:16 PM): ya enggak ikut lah, udah kolekte soalnya
leezha_cheezy (3:16 PM): malemnya,.
leezha_cheezy (3:16 PM): jam stg 6 sore, ibu mkn,.
leezha_cheezy (3:16 PM): aQ masi chat
Desmon (3:16 PM): malemnya ada lagi??ya ampunn
leezha_cheezy (3:16 PM): trus ibu mandi,.
leezha_cheezy (3:16 PM): aQ makan,.
leezha_cheezy (3:17 PM): tanduk 2x
leezha_cheezy (3:17 PM): setelah slesai mandi, ibu berdandan, aQ cuci piring
leezha_cheezy (3:17 PM): ibu duduk menunggu aQ selesai cuci piring,.
leezha_cheezy (3:18 PM): setelah slesai, aQ nganter ibu ke bandara,.
leezha_cheezy (3:18 PM): flight stg 8
leezha_cheezy (3:18 PM): aQ ambil jalan seturan dengan asumsi kalo lwat ringroad muternya jauh,.
Desmon (3:19 PM): hmm...
leezha_cheezy (3:19 PM): ternyata di seturan jalanan macet skali,.
leezha_cheezy (3:19 PM): aQ gak tau jam brap atiba di bandara,.
leezha_cheezy (3:20 PM): aQ drop ibu,.
leezha_cheezy (3:20 PM): dan pergi ke BBQ,,
leezha_cheezy (3:20 PM): ada janjian ma temen jam 7,.
Desmon (3:20 PM): pake taksi? BBQ maksudnya berbeqiuan?
Desmon (3:20 PM): manggang2 gitu kan
leezha_cheezy (3:21 PM): sampe di sana, aQ makan lagi,.
leezha_cheezy (3:21 PM): huwaaaa,.
leezha_cheezy (3:21 PM): pas, suapan trakhir, ada sms masuk dr ibu
Desmon (3:21 PM): trusss....
leezha_cheezy (3:22 PM): "ampyuuun..pswt dah takeoff n ib ktinggalan"
leezha_cheezy (3:22 PM): BBQ tu bebakaran--tempat maem ikan bakar
Desmon (3:23 PM): hehehe..
leezha_cheezy (3:23 PM): pake mobil
Desmon (3:23 PM): yah, kacian dunks
leezha_cheezy (3:23 PM): trus ibu maw bli tket flight trakhir, tp hbs
leezha_cheezy (3:23 PM): lalu bliau ke sta naek taksi, dpt taksaka
leezha_cheezy (3:23 PM): llu aQ sms,.
leezha_cheezy (3:24 PM): minta maaf,.krna klambananQ, smwanya jd brantakan,.
leezha_cheezy (3:24 PM): k grja, k bandara
leezha_cheezy (3:24 PM): llu ibu sms
leezha_cheezy (3:24 PM): dan ini kata2 yg bkin aQ terharu
leezha_cheezy (3:25 PM): di saat apapun, ib slalu bruntung. ibu dpt tket. thx God
Desmon (3:25 PM): yupz, mengharukan
leezha_cheezy (3:25 PM): ikutilah yg pnuh kbruntungan it. tntu dgn krja kras yg jadi bagiannya
Desmon (3:26 PM): kalo akau memandangnya begini lis..
leezha_cheezy (3:26 PM): up n down but He never let me broke. Oh Jesus, i adore U
Desmon (3:26 PM): ibumu saat menyusun planning nya dia, pasti dengan memakai sebatang pensil dan sebuah penghapus
leezha_cheezy (3:26 PM): k?mu liatnya gmana
Desmon (3:26 PM): trus penghapusnya ibumu berikanpada Tuhan
Desmon (3:27 PM): jadi saat ibumu salah nulis rencananya, Tuhan menghapusnya dan menggantinya dengan rencanaNya pada ibumu
Desmon (3:27 PM): bukan begitukah??
Desmon (3:28 PM): sehingga hasilnya so Greatfull
leezha_cheezy (3:28 PM): hmmmmm,
leezha_cheezy (3:28 PM): kereeen,.
Desmon (3:28 PM): makanya siap2 buat planning utk tahun depan
leezha_cheezy (3:29 PM):
Desmon (3:29 PM): tp ingat dengan pensil aja n penghapusnya kasih sama Yesus
leezha_cheezy (3:29 PM): keren ya renaca Tuhan,.
leezha_cheezy (3:29 PM): dya mbuat aQ blajar dgn hal2 sprti ini
Desmon (3:29 PM): kata org2 sih begitu..
Desmon (3:30 PM): benar2 precious experience :)

Warisan tahun ...-90 vs Warisan tahun 91 - 2008 (sekarang)

Setiap orang yang terlahir ke dunia ini pasti sangat senang dengan warisan. Contoh warian dari orang tua kepada anaknya berupa sawah, rumah dan harta benda lainnya. Warisan pada umumnya dipandang orang sebagai sesuatu yang positif atau menguntungkan.

Sama seperti bangsa Indonesia sekarang, kita telah menerima warisan berupa Kemerdekaan dari para Founders bangsa ini. Namun sepertinya ada miss/gap dari pemberi warisan dua kalsifikasi diatas (Warisan tahun ...-1990 vs Warisan tahun 1991 - 2008), dimana pemberi warisan tidak memberitahu si penerima warisan untuk mengelola warisan tersebut. Sama halnya dengan bangsa Indonesia, para pejuang kemerdekaan dulu hanya terpikir bahwa bangsa Indonesia tidak boleh terjajah, karena kekayaan sumber Daya Alamnya. Memang terbukti bahwa setiap jengkal tanah air ini sangat kaya, seperti kandungan mineral dan fluida serta kekayaan hayati seperti hutan, hasil laut dsb...

Para pejuang dulu hanya memberi warisan berupa kemerdekaan include SDA yang terkandung pada bangsa Indonesia. Otomatis generasi berikutnya tidak mampu untuk mengelola warisan tadi, alhasil semua urusan eksplorasi dan eksploitasi SD tersebut pasti sangat banyak melibatkan pihak asing dan hal ini sangat merugikan bangsa ini. Dari konteks masalah ini sulit kita menentukan siapa yang paling bersalah.

Analogi untuk organisasi Kristen di Indonesia. Bangsa ini dulu dijajah oleh bangsa dengan mayoritas Nasrani. Menjadi suatu keuntungan bagi orang/organisasi Nasrani di Indonesia setelah penjajah tersebut pergi dari bumi pertiwi ini. Dengan sendirinya, penjajah tadi mewariskan tanah/bangunan miliknya kepada orang/organ Nasrani. Hingga sekarang warisan tadi menjadi bernilai sangat besar sekali.(dalam Dimensi M bahkan T).

Setelah tahun 90 an, warisan tadi bukannya menjadi suatu berkah/keuntungan, namun sebaliknya menjadi malapetaka dan sumber masalah2 baru. Banyak terjadi perebutan aset, penjualan aset2 publik. Dan mirisnya lagi ada oranisasi yang menjaga asetnya pun tidak bisa. Sangat bodoh sekali!! Generasi 90an hingga sekarang umumnya meninggalkan warisan berupa masalah, konflik. Generasi zaman ini tidak bisa menyelesaikan masalah sampai tuntas. Hal ini sangat saya rasakan, dimana proses legalisasi dari suatu aset Nasrani sangat panjang dan berlarut - larut hingga 7 periodisasi kepengurusan di organisasi tersebut. Padahal, bukan karena kesulitan dalam birokrasi ataupun administrasi, namun karena kemalasan dan sebagian orang menjadikannya sebagai ajang eksistensi diri untuk menuntaskan legalisasi tersebut. Alhasil, semua gagal dan berantakan dan ujung - ujungnya kembali mewariskan masalah yang sama kepada periodisasi berikutnya.

Tahun 2008 akan habis beberapa hari lagi, akankah kami kembali mewarisakan kembali masalah yang sama nantinya akibat adanya oknum yang ingin eksis tadi?? Saya rasa waktu akan menjawab.

Selasa, 02 Desember 2008

Besok tidak akan habis dan kemarin akan semakin jauh.

Tidak terasa hari ini sudah masuk bulan Desember.Artinya tahun 2008 tinggal puluhan hari lagi. Barang kali masih banyak hal - hal yang sebelumnya telah kita rencanakan, sampai saat ini belum bisa kita realisasikan.

Pada akhir tahun seperti ini biasanya orang - orang akan mengambil suatu waktu untuk menyusun rencana untuk dilaksanakan pada tahun yang akan datang. Disamping itu, ada juga yang mempersiapkan liburan year-end setelah setahun penuh sibuk dengan segala aktivitasnya.
Hal terpenting sebenarnya adalah bagaimana memanfaatkan detik demi detik yang DIA berikan untuk melaksanakan segala pekerjaan yang seblumnya sudah kita rencanakan.

Namun demikian, rencana kita adalah rencana manusia, dan yang akan terjadi adalah rencana Tuhan. Itulah sebabnya, ada hal - hal ataupun pekerjaan kita yang masih belum terealisasi, atau bahkan tidak bisa lagi kita laksanakan di tahun berikutnya.

Oleh sebab itu dalam menyusun suatu rencana, tuliskanlah rencanamu dengan sebuah pensil, tetapi berikanlah penghapusnya kepada Tuhan. Izinkan Dia menghapus bagian - bagian yang salah dan tidak sesuai dengan kita dan DIA pasti akan menggantikannya dengan rencanaNya yang Indah dalam hidupmu.

Hari ini adalah kesempatan untuk mencoba melaksanakan rencana - rencana kita yang telah terkoreksi. Hari ini adalah kesempatan, Besok tidak akan habis dan Kemarin akan semakin jauh.

Okultisme vs Teknologi Informasi

Hampir setiap menonton televisi pasti kita akan menemukan iklan2 okultisme seperti ramalan-ramalan, primbon dan hal - hal lainnya yang sebenarnya sangat tidak patut untuk diikuti. Ntah mengapa iklan ini justru bisa muncul sangat intens dan hampir di setiap jam. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih sangat percaya akan hal - hal yang gaib dan tidak bisa diterima oleh akan sehat manusia.
Beberapa tahun lalu, ketika berbagai bencana banyak terjadi seperti gempa, longsor dll, ada salah seorang paranormal yang mengaku bisa memprediksi bencana yang akan terjadi tersebut. Dan setelah ditelusuri ternyata paranormal ini rajin membaca artikel - artikel tentang gempa bumi. Orang yang paling bodoh juga mengetahui, jika terjadi gempa besar di salah satu pusat subduksi ataupun sesar, maka hal ini akan menyebabkan lokasi lain sepanjang jalur subduksi tersebut juga akan mengalami gangguan keseimbangan. Sehingga, karena sifat elastisitasnya, maka lempeng - lempeng tersebut akan selalu menuju keseimbangan. Jadi wajar bila suatu gempa bumi dengan magnitudo besar terjadi, maka sudah pasti juga akan terjadi gempa lain di waktu berikutnya. Nah cerdiknya siparanormal ini adalah dia memanfaatkan informasi ilmiah ini. Dan seolah - olah menerawang akan terjadi lagi gempa dan masyarakat melihat prediksinya seolah - olah benar. Padahal sama sekali tidak benar. Sampai saat ini para pakar sekalipun belum bisa memprediksi gempa bumi hingga ukuran waktu terkecil, serta pusat gempa yang akan terjadi, karena biasanya fokus gempa tersebut berada pada puluhan km di bawah permukaan. Jadi masih sedikit sulit untuk memprediksi secara akurat.
Di Indonesia ternyata hal - hal mistis ini masih sangat dipercayai oleh masyarakat. Padahal, dalam hal ini masyarakat benar - benar dibodohi oleh ramalan - ramalan tersebut. Mungkin pihak media massa (terlepas dari kepentingan komersial) juga harus mulai mempertimbangkan penayangan iklan - iklan yang berbau okultisme ini, karena benar - benar merusak cara berpikir masyarakat. Orang - orang jadi percaya akan hal - hal yang ada diluar logikanya. Karena mana ada orang akan sukses jika mengandalkan paranormal, jika ingin sukses kuncinya adalah berusaha dan berdoa kepada Tuhan.
Seharusnya masyarakat lebih tertarik untuk belajar kepada Teknologi Informasi, seperti alat komunikasi sekarang ini. TI disini telah disalahgunakan untuk hal - hal yang tidak baik. Dan anehnya di Indonesia recognation untuk paranormal jauh lebih besar daripada penghargaan kepada para ilmuwan/akademisi yang sudah susah payah menemukan teknologi - teknologi seperti sekarang ini.
Untuk itu, peran pemuka agama sangat diperlukan untuk menyadarkan masyarakat agar tidak mengikuti sms - sms ramalan yang semakin hari semakin banyak jumlahnya. Bila perlu keluarkan fatwa MUI yang konon sangat powerful dan masih didengarkan oleh masyarakat Indonesia. Saya sangat surprise dengan pemuka - pemuka agama di Jawa Timur yang mengharamkan golput pada pemilu nanti. Artinya jika proses penyadaran biasa masyarakat masih banyak yang golput, maka perlu sedikit "pemaksaan" agar proses demokrasi semakin banyak. Demikian juga dengan okultisme, agar MUI "mengharamkan"nya. Untuk membangun karakter masyarakat yang lebih baik.

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP