Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2021

Kehilangan Umur?

Kemarin Selasa 28 Desember 2021 saya genap berusia xxx7 tahun. Usia yang cukup matang dengan berbagai macam pengalaman dan pergumuluan. Untungnya Tuhan masih memberi waktu untuk saya dalam menjalani kehidupan ini.


Manusia "dipilih" Tuhan dan "ditugaskan"Nya berdasarkan kehendaknya. Sama seperti perawan Maria yang ditugaskan Tuhan untuk mengandung dan melahirkan seorang BAYI KUDUS. Sebagai manusia awalnya Maria bertanya 'Bagaimana mungkin dia bisa mengandung padahal dia belum bersuami? Ya, itu pertanyaan yang sangat wajar seagai manusia. Namun Maria menjawab dengan bijak " Sesungguhnya aku adalah hamba, Jadilah Kehendak Tuhan menurut perkataan Malaikat. 


Sama seperti kita manusia, ketika kita diminta atasan untuk mengerjakan sesuatu, kita meresponnya dengan berbagai macam cara. Ada yang langsung nurut dan mengerjakannya dengan segenap hati, namun ada kalanya juga kita banyak bertanya, mengeluh dan kadang menolak perintah tersebut. Padahal kita ini sama seperti hamba, kita adalah pelayan terhadap atasan kita.


Sesungguhnya kita ini adalah hamba dari Tuhan yang mengutus kita ke bumi ini. Tuhan adalah atasan kita. Oleh sebab itu jadilah kita seorang hamba, seorang pelayan Tuhan. Sudah sewajarnya apa yang diperintahNya kita lakukan  dengan segenap hati, sama seperti Maria yang rela menerima perintah Tuhan untuk mengandung dan melahirkan bayi Yesus.


Susah sejauh ini perjalanan hidup saya, saya sangat bersyukur masih bisa merasakan kebaikan Tuhan melalui orang-orang yang mengasihi saya, anak, istri dan keluarga. Saya sangat yakin mereka salah satu objek yang merupakan titipan Tuhan. Peran kita adalah dengan mengasihi mereka dengan tanggung jawab. Hari-hari tidak terasa sudah berlalu sekian tahun. Saya mungkin kehilangan 1 tahun lagi dari sisa hidup saya di bumi fana ini. Namun saya harus berusaha terus untuk menjalani kehidupan seperti menerima perintah Tuhan. Karena saya adalah hamba, saya adalah pelayan.

Tetap semangat dalam menyongsong hidup yang baru. 

 d2s..

Senin, 25 Oktober 2021

Menemukan yang Hilang

Setiap yang kita punya merupakan titipan. Artinya tak ada suatu apapun yang kita bawa saat lahir ke dunia. Namun seiring berjalan waktu -bertambah usia- makan kita juga akan memiliki sesuatu. Bahkan ada yang harus berjuang lebih bila hendak memiliki sesuatu, misal bila ia ingin mobil maka ia harus bekerja keras, menabung dan mencari cara.

 

Pada era digital seperti saat ini, file seperti foto, video, dokumen bahkan akses ke media sosial, email dll jadi sangat penting juga. Kita akan kewalahan mencari file yang terhapus atau mungkin kita lupa dimana menyimpannya.


Sama seperti laman blog saya ini. 5 tahun saya kehilangan akses meskipun saya tahu emailnya, namun berulangkali untuk recovery password selalu gagal.  Namun beberapa waktu lalu waktu peralihan provider internet dari First Media ke Icon+ saya berhasil kembali mendapatkan akses ke laman blog ini. Luarrr biasaaa, saya senang dan bersyukur. Muda2han saya bisa lanjut sharing tentang pengalaman-pengalaman terbaik yang bisa memberkati kita semua.. Amin..


Semangat... 



Semoga pandemi cepat berlalu...


Salam;


D2S--


Minggu, 12 Januari 2014

Stock of Name

Awal tahun biasanya banyak perusahaan, instansi, organisasi mengadakan rapat kerja (red:rakernas, rakerda dll). Hal ini bertujuan untuk merumuskan target apa yang dicapai setahun kedepan. Untuk evaluasi kegiatan yang sudah di lakukan setahun sebelumnya menjadi dasar untuk melangkah ke depan.
Bagi kehidupan pribadi ada juga raker nya yang sering kita dengar dengan kata "resolusi"(baca lagi resolusimu ya:P). Wah mahkluk apa itu???:D. Tapi yang pasti resolusi masih seputar mimpi/harapan dan target yang akan di capai bukan?.
Hal yang sudah lalu/ bahan evaluasi coba saya sebut namanya "realitas"/ kenyataan hidup. Dan konsep-konsep raker/resolusi saya sebut dengan "mimpi" atau harapan. Nah terkadang kenyataan hidup dan mimpi itu berjarak sangat jauh. Tidak jarang juga kita mengalami mimpi buruk bukan? Nah, tugas kitalah untuk membuat mimpi dan kenyataan itu berjarak dekat atau = nol :). Relasi antara mimpi-kenyataan hidup inilah yang harus disatukan agar segala resolusi dan target kerja kita bisa tercapai ya minimal 80% ajalah.
Hal yang lumrah tentang relasi "mimpi" dan "kenyataan hidup/realkitas" sebagai berikut :
Mimpi tidak membuat saya keluar daari kenyataan hidup, kenyataan hidup tidak membuat saya berhenti bermimpi.
Mimpi dan kenyataan hidup itu tidak harus digambarkan selalu konflik, bentrok dan menghancurkan satu sama lain. Hubungan mereka seharusnya bisa di design seperti ini :
Mimpi bisa membuat saya semangat menjalani kenyataan hidup, kenyataan hidup pun bisa membuat saya lebih banyak bermimpi.
Sebaiknya dalam mendesign mimpi itu kita memperhatikan stock of name yang ada pada diri kita. hal ini berlaku untuk individu maupun organisasi. Stock of name pertama adalah 1.semangat, Pulsa semangat harus diisi penuh, dan bila sudah berkurang kita wajib me-recharge semangat hidup tersebut,pulsa semangat gratis ko';). 2. Berpikir positif juga bagian dari stock of name akan segala kemungkinan yang bisa terjadi selama kita berproses mewujudkan mimpi itu menjadi kenyataan hidup. 3.Dukungan baik dari orang-orang terdekat kita terlebih dukungan Tuhan yang bisa kita dapatkan melalui 4.doa dan 5.bersyukur. Dan terakhir sepertinya wajib 5. berserah kepadaNya, dan biarkan Dia yang menandatangani resolusi yang kita buat tersebut. 
Bagi yang sudah menginventarisir stock of name dalam dirinya sepertinya akan mungkin dan mudah untuk memperkecil bahkan me-nol-kan jarak antara mimpi dan kenyataan hidup yang akan diraihnya setahun 2014 yang akan datang. Dan ketika mimpi = kenyataan hidup, nikmatilah, enjoy it:)

Selasa, 26 Oktober 2010

Bosan berbuat baik..Gantian dulu :p

Selain orang jahat, ternyata orang baik juga banyak di dunia ini. "Mari kita berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan". Kata - kata ini yang selalu kudengar dari lingkungan keluargaku hingga saat ini. Ternyata dorongan kata-kata tersebut begitu kuat sehingga saya sangat terbeban dan merasa perlu untuk membantu siapa saja yang sedang dalam kesulitan.

Saya berusaha berbuat kebaikan sebagaimana yang saya bisa. Ya sudah sepantasnya manusia berbuat baik kepada sesamanya, karena sebetulnya kebaikan yang sempurna sudah diberikanNya kepada kita. Namun akhir-akhir ini aku dikejutkan dengan hadirnya orang baik lain yang berbuat kebaikan kepadaku. Jujur saya sangat jarang mendapat perlakuan "istimewa". Hal ini memunculkan keegoisan sesaat. Ternyata sangat enak sekali rasanya bila orang lain berbuat baik kepada kita.

Tahun lalu seorang kakak juga berkata kepada saya kalau kita berbuat baik kepada orang lain, pasti Tuhan akan kirimkan orang lain lagi untuk membalas kebaikan kita itu. Dan balasan yang kita terima bisa saja berlipat ganda. Ternyata hal ini terbukti dalam hidupku.

Saya menjadi bosan berbuat baik dan berharap orang lain dulu yang mau berbuat kebaikan pada saya. Kesannya memang egois, namun tidak ada salahnya aq coba terima niat baik orang lain tersebut. Saya senang diperlakukan lebih dari yang pernah saya lakukan kepada orang lain. Terimakasih buat DIA yang sudah mengirimkan dia yang mau berbuat baik kepada saya:)

Rabu, 08 September 2010

Miss Activities

Byk kegiatan rutin saya yang tidak sempat dilakukan lagi. Penyebabnya cuma dua, kegitan saya yang terlalu padat dan sibuk atau saya sudah tidak bisa bagi waktu lagi.

Kemungkinan pertama lebih cenderung menjadi penyebab banyak aktivitas rutin saya tidak terlaksana lagi. Beberapa diantaranya adalah, saya sudah jarang baca koran, jarang sekali update blog, jarang bermain, jarang menonton berita, waktu bertelp sudah terbatas. Implikasi langsung yang saya terima adalah saya kehilangan banyak waktu, kehilangan informasi dan banyak kerugian yang lain. Saya harus segera keluar dari aktivitas ini. Sewaktu-waktu setelah lebaran ini saya akan kembali ke kondisi awal dimana saya yang akan mengatur waktu dan bukan sebaliknya.

Kondisi seperti yang saya alami ini banyak dirasakan teman-teman lain juga. Manusia seolah disetir sama waktu. Tidak ada kebebasan. Hak asasi manusia adalah saat ia bebas memakai waktu yang diberikan padanya. Mari kita coba menyusun schedule penggunaan waktu kita.

Minggu, 15 Agustus 2010

Beban Hidupku sungguh berat

Aku hidup sudah seperempat abad. Banyak sudah cerita suka dan duka yang bisa aku jadikan pengalaman indah mengarungi kehidupan ini. Beban hidup sepertinya harus bertambah seiring bertambahnya usia ini...
Aku mencoba menerima setiap keadaan dengan tulus dan ikhlas. Aq juga berusaha membawa setiap beban hidup ini dan menyerahkannya pada Tuhan.
Aku pernah berpikir bahwa beban terberat dalam hidup sudah pernah kulalui dan beban hidup yang lain kupikir akan lebih ringan.
Aku pikir beban hidup terberatku adalah saat aku kehilangan salah satu orang tua yang sangat kukasihi dan mengasihiku.
Aku juga berpikir kalau beban terberat lainnya adalah saat aku harus ditinggalkan wanita yang pernah aku cintai.
Kupikir beban terberat lainnya saat aku pergi merantau dan hidup madiri jauh dari keluarga dan rumah.
Kupikir lagi beban terberat itu menyelesaikan tugas akhir dikala aku bermasalah dengan seorang dosen dan aku harus menunggu 4 semester.2 tahun tanpa tujuan.
Pernah juga berpikir bahwa bebanku lepas saat baret berbentuk perisai dan salib itu dilepas dari kepalaku dan menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain.
Kukira beban terberat itu saat aku berhasil menyelesaikan urusan birokrasi hingga ke depthumkam dan berhasil menyelesaikan masalah yang sudah 10 tahun itu.
Sempat juga berpikir kalau beban terberatku adalah saat aku berhasil lepas dari pihak berwajib hanya karena aku kenal seseorang petinggi di Mabes sana.
Ternyata semuanya itu belum ada apa-apanya. Kian hari aku merasa beban hidupku makin berat dan aku hampir tidak kuat menahannya. Aku tidak kuat lagi Tuhan.
Aku tidak kuat kalau harus dikhianati saudaraku itu.
Aku juga sangat tidak kuat kalau harus diduakan perempuan itu.
Aku tidak kuat dengan beban yang dikasih seniorku itu.
Aku tidak kuat harus diomongin negatif oleh sahabat2 ku itu.
Aku tidak kuat lagi menjalani semua ini.
Tolong lepaskan aku Tuhan dari belenggu kelemahan ini, dari semua beban yang berat ini. Aku tidak kuat lagi. Aku jenuh dan capek. Mohon lepaskan aku Tuhan. Aku memohon dengan kepala tertunduk kepadaMu. Bantu aku Tuhan untuk lepas dari kondisi terburukku ini. Aku mohon Tuhan:)

Jumat, 06 Agustus 2010

Kartu Kuning Kedua

Pernahkah anda mendapat peringatan? Mendapat peringatan itu merupakan hal yang baik. Asal kita komit untuk sadar dan mau introspeksi kesalahan yang kita buat. Bahkan warning juga bisa mencegah kita untuk berbuat salah dan melakukan pelanggaran. Namun peringatan yang saya maksud disini bukan untuk mencegah perbuatan salah kita, namun untuk memperlihatkan kesalahan yang telah diperbuat supaya kita tidak melakukan perbuatan tersebut kembali. Manusia itu dipenuhi dengan kebiasaaan, termasuk terbiasa mengulangi perbuatan salah yang yang sama.

Analoginya adalah seperti permainan sepak bola.Dalam permainan sepak bola para pemain yang melakukan pelanggaran ringan akan diberi kartu kuning oleh wasit. Bagi pemain yang terlalu sering mengoleksi kartu kuning tentulah pelatih tidak berkenan lagi untuk menurunkan pemain tersebut dalam pertandingan berikutnya. Kartu kuning tersebut fungsinya untuk mengingatkan pemain kalau mereka telah melanggar sesuatu, mereka membuat sebuah kesalahan. Karena sifatnya masih "ringan" maka diberi kartu kuning. Namun bila kesalahan tersebut berulang dilakukan, maka pada kartu kuning kedua pemain akan dikeluarkan (kartu merah).

Mungkin tanpa sadar kita sebenarnya sudah memegang kartu kuning kedua tersebut. Kesalahan yang diperbuat itu-itu saja dan selalu jatuh ke dalam dosa yang sama. Hal ini yang dapat menghambat laju perjalanan hidup ini. Hal yang membuat hidup saya stagnan seolah enggan berpindah ordinat dari y negatif ke y positif. Saya bingung mengapa kartu kuning kedua ini terlalu lama saya sadari. Saya terlalu nyaman untuk menyimpannya tanpa mau berusaha untuk mengubah perbainan hidup saya yang lebih baik.

Saat kita sadar akan ada kartu kuning ini, saat ini pula kesempatan diberikan untuk kita keluar sejenak dan free pada sebuah pertandingan. Kita coba refleksi dan evaluasi diri akan kesalahan tersebut. Kesalahan yang menahan kita diposisi kegagalan. Setelah absen dalam sebuah pertandingan maka berusahalah untuk menunjukkan performa yang lebih baik lagi. Ingat saja bahwa batas waktu permainan hidup ini akan tiba pada saatnya nanti. Namun alangkah baiknya kita menyudahi permainan di ujung batas waktu ketimbang di tengah karir kehidupan yang tidak seberapa ini. Selamat berjuang dzm.


Foto Kebakaran

Yang punya kamar sedang melihat nasib kamarnya
Kami coba cari barang2 yang masih tersisa dengan percakapan :
dzm : "Ini masih kw pake gk yen??"
yyn : "Mana bisa lagi itu brur"
Ternyata ada Alkitab gk terbakar.Cuma covernnya yang rusak. Muzizat yah!!
yyn : Disini bekas lemariku:)
dzm : Ooo
Ah, gak ada yang tersisa selain nafas yang sedikit itu. Masih untung di tengah-tengah kerugian, walau menambah beban penderitaan buat teman kita yang satu itu.

Bandung, 3 Agustus 2010

Selasa, 03 Agustus 2010

Kost kami kebakaran

Senin, 2 Agustus 2010 pukul 17.00 saya tiba2 dijemput dari kantor ykkm karena rumah kami terbakar. Sial, ntah apa yang menjadi kesalahan kami sehingga bencana ini datang.
Tengah malam saat saya tulis blog ini berita kebakarannya sudah ada di beberapa media online seperti detik , ANTARA dan pikiran rakyat.
Kami tinggal ber tujuh di rumah yang memiliki 6 kamar tersebut. Dan saat kejadian yang ada di rumah hanya teman saya dan istrinya. Saat saya pulang saya langsung menyelamatkan surat-surat berharga milik saya dan beberapa surat sangat penting dan puji Tuhan tidak ada korban jiwa.
Teman saya yang kamarnya habis baru nyampe kost sekitar jam 22.00 WIB setelah pulang dari lab, kemudaian yang satunya lagi pulang pukul 23.30 WIB. Dua orang teman saya sekarang hanya memiliki pakaian yang melekat di badan. Semua ludes terbakar sama api. Saya sangat kasian dengan teman tersebut apalagi sekarang dia sedang menghadapi masa akhir studi di kampus yang akan diputuskan besok tanggal 4 Agustus 2010.
Semoga bencana ini memberi hikmah dan tahan uji buat kedua teman tersebut. Dan saya bersyukur karena rumah-rumah sekitar juga tidak ikut terbakar. Namun penyebabnya saya masih kurang yakin karena korsleting arus listrik. Kami akan coba memeriksa kira-kira apa penyebabnya.

Senin, 02 Agustus 2010

Special one.

Saia sekarang kehadiran seperti dia lagi;)
Masa lalu itu seolah hadir di masa sekarang dengan alur cerita yang sama walau aktor dan aktris nya berbeda.
Saia melihat dia sebaik Ibu Theresa, selembut Lady Diana, seayu si Ayu (siapa pulak ini)
Matanya sesayu Ardhia Pramesti Regita Cahyani (rugi kalau gak kenal:P), suaranya semerdu Nafa Urbach, penampilannya seperti Ibu Kartini.
Benar-benar sempurna ciptaanMu ya Tuhan. Thx for all:)
Siapa dia??

Senin, 26 Juli 2010

Merencanakan masa depan

Barangkali sering kita mendengar beberapa pertanyaan berikut :
  1. Saat lulus SMU : Habis sekolah kamu mau melanjutkan kerja atau kuliah?Atau apa cita-citamu selanjutnya?
  2. Setelah lulus kuliah : Apa yang akan kamu raih setelah lulus ini?3 tahun lagi?5 tahun lagi?20 tahun lagi?
  3. Saat diinterview HRD : Kira-kira akan seperti apa anda 5 tahun mendatang?Apa perkembangan perusahaan ini 10 tahun lagi?
  4. Saat menikah : Bagimana cara untuk mengurus keluarga baru ini?
  5. Saat ngobrol2 santai dengan teman : Kira-kira 20 tahun lagi Indonesia ini seperti apa yah?Mau dibawa kemana negara kita ini?

Pertanyaan 1-3 harusnya bisa dijawab sendiri. Namun sangat jarang kita bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan lugas. Jawaban yang biasa muncul adalah saya ingin menjadi orang sukses. Berhenti dengan jawaban ingin menjadi sukses tanpa bisa menjelaskan seperti apa kesuksesan yang dia inginkan. Jenis pertanyaan tersebut merupakan masa depan yang harus dijalani oleh diri kita sendiri. Kita berhak mengeluarkan pendapat sendiri karena berkaitan dengan pribadi.

Pertanyaan 3-5 sudah tidak bisa dijawab oleh diri sendiri dan sebaiknya dijawab oleh bersama baik bersama istri (termasuk anak-anak), bersama rekan-rekan dan teman satu perusahaan. Ada beberapa versi jawaban yang bisa diterima atau bahkan bertentangan dengan jawaban yang hendak kita berikan karena kita tidak dalam posisi sendiri. Ada orang lain yang juga berhak untuk ikut menjawab, memberi masukan dan mungkin usul mereka yang harus kita jalani. Tidak ada otoritas sendiri lagi. Namun ada jawaban ganda atau bahkan lebih.

Namun yang penting sebenarnya adalah apa dasar kita untuk menjawab dan menjalankan proses kehidupan masa depan itu? Pertanyaan tersebut sangat erat kaitannya dengan tujuan hidup kita yang digunakan sebagai pijakan untuk masa depan. Ya masa depan setiap orang masih termasuk hak asasi masing-masing individu. Jadi sebaiknya kita coba rencanakan sebuah perjalanan masa depan kita seperti kita hendak merencanakan liburan atau hendak mudik ke kampung halaman. Setiap orang yang berencana hendak berlibur pasti mengaharapkan sebuah kebagaiaan. Tidak ada yang ingin bersedih. Itulah sebabnya kita selalu bersemangat untuk mempertsiapkan segala sesuatunya untuk persiapan liburan/mudik tadi. Mulai dari tiket perjalanan sampai tujuan, tempat penginapan, apa saja yang akan dikunjungi dan bagaimana proses kita untuk kembali lagi ke rumah kita.

Mempersiapkan perjalanan masa depan kita bisa berdasarkan pada perencanaan proses liburan tersebut. Bagimana kita meraih kebahagiaan di masa depan baik mulai dari perencanaan, saat menjalani proses tersebut hingga pada kepulangan kita saat sudah tiba waktunya nanti. Cari jalan yang paling efektif dan efisien. Efektif dan efisien disini bukan untuk menghalalkan segala cara, namun hanya untuk mengoptimalkan segala potensi kita. Memanfaatan semua tenaga yang ada untuk masa depan tersebut, terutama bila terjadi kegagalan ditengah perjalanan sebaiknya kita tanggap untuk mencari solusinya. Selamat merencanakan masa depan bagi kita semua.

Minggu, 25 Juli 2010

Menemukan rahasia Tuhan

Dua hari ini saya kembali punya kesempaan untuk merenung. Karena padatnya aktivitas saya sangat jarang punya waktu duduk di depan PC untuk membaca info atau membagi info2 baru kepada orang lain. Beda orang di daerah dengan orang kota hanya bisa dirasakan oleh orang kota yang sudah pernah ke daerah pedesaan. Pembeda utama yang terlihat adalah waktu. Manusia yang hidup di kota besar seperti kehilangan waktu. Bagi mereka yang tinggal di daerah sangat banyak memiliki waktu luang. Bagi orang di kota pernikahan pun sering ditunda hanya karena sibuk, sehingga tak jarang sangat banyak yang menikah diusia "tua".

Hal ini berimplikasi dengan cara hidup, pola pikir dan banyak hal bagimana menghadapi dan menjalani kehidupan. Padahal kita sebenarnya hanya menunggu hari esok. Tidak ada salahnya kita menikmati hari ini dan hari2 berikutnya. Sebab kemarin itu sudah berlalu dan akan semakin jauh dari jangkauan kita.

Dua hari ini sangat saya nikmati, setelah malam Sabtu kemarin saya menghadiri resepsi pernikahan teman kuliah. Saat merenung dan bersantai inilah sebenarnya kita bisa kembali mericek tentang berkat yang sudah kita terima dari Tuhan. Saya merasa Tuhan selalu membuka rahasianya bagi mereka yang meluangkan waktu untuk sejenak merenung. Tidak tangung-tanggung dia membuka rahasia kerajaanNya. Saat kita sudah menerima banyak berkat dalam hidup ini, maka saat itu pulalah Tuhan sedang membuka rahasiaNya kepada kita.

Kita harus meresponi hal tersebut dengan cara berfokus pada Tuhan dan membalas kasih Tuhan. Sejauh manapun kita menghindar, kita akan tetap dicari Tuhan. Tuhan sangat mengasihi saya dan manusia lain. Mari kita balas cintanya sebagaimana kita membalas cinta seseorang kepada kita. Membalas cinta Tuhan dapat dilakukan dengan melayani Dia di tempat kerja, sekolah, di lingkungan dan di manapun dengan cara menunjukkan identitas iman kita. Bila menjadi tukang bangunan di tempat kerja, jadilah tukang bagunan terbaik.Selalu menjadi yang terbaik merupakan wujud dari pelayanan dan cinta kasih kita kepada Tuhan.

Sabtu, 19 Juni 2010

Kiamat 2012 masih diundur!

Setelah kemarin sore surprise meeting (rapat mendadak) di sebuat tempat, saya menemukan kembali alasan kalau kiamat 2012 masih akan diundur :p. Alasan itu menambah keyakinan saya kalau kiamat yang dibicarakan banyak orang beberapa waktu lalu pasti akan diundur dulu. Setidaknya Sang Khalik masih memberi kesempatan kepada manusia yang korupsi, yang buat vidio porno, yang berperang dan yang berbuat yang tidak senonoh untuk bertobat.

Setidaknya saya melihat dari 3 parameter, yaitu bagi mereka yang sedang berjuang lulus, berjuang nyari kerja dan berjuang nyari jodoh:P. Sebelumnya yang berjuang lulus dan cari kerja sudah banyak saya temukan. Tapi yang membuat saya tertawa adalah ketika saya mendengar seseorang kakanda yang usianya sudah seumuran dengan ayah anak2 yang baru ikut snmptn 2010 ini akan melangsungkan pernikahan bulan Juli tahun ini. Tidak cuma saya saja yang sepakat kalau kiamat akan diundur dari tahun 2012, tapi ada beberapa kakanda dan adinda yang juga sepakat dengan keputusan yang mengejutkan ini. Ya beritanya memang tidak sedasyat nama presenter dasyat yang lagi kena kasus itu, namun untuk kalangan terbatas-bagi mereka yang beriman dan tidak beriman-berita ini cukup mengagetkan. Secara seorang gelandang akan kembali ke profesinya, kiper akan tetap menjadi kiper dan striker menjalankan tugasnya layaknya striker.

Bagi kawan-kawan yang sedang mengejar cita-cita jadi sarjana dan untuk menjalankan amanah orang tua mencari kehidupan yang layak, ya tetaplah jalankan. Seperti kesepakatan kita waktu itu, kalau kesuksesan itu adalah ketika kita berani bangkit dari kegagalan. Maap kalau ada salah2 kata:P.

Rabu, 16 Juni 2010

Jenis - jenis "nasib" manusia

Ini hanya berdasar pengamatanku dari pengalaman hidup di dunia yang belum seberapa ini. Sebagian diperkuat dari cerita-cerita kiri kanan muka belakang yang usianya 2 bahkan 3 kali lipat dari usia saya. Berdasarkan nasib yang dibumbui dengan keberuntungan berikut beberapa klasifikasinya :
  1. Ada orang yang dari lahir, dewasa hingga wafatnya susah terus. Dikeluarga saya ada jenis ini. Sejak lahir beliau langsung menjadi yatim. Ibunya pergi menikah dan meninggalkannya kepada bapatuanya (abang dari ayahnya). Setelah dewasa dan menikah, beliau juga mengalami penderitaan karena harus membesarkan anak-anaknya sendirian karena suaminya menikah. Meninggalnya juga susah, karena saat itu anak-anaknya masih belum berhasil (proses sekolah), jadi karena kemiskinan tidak bisa berobat secara normal. Jadi ada orang yang sepanjang hidupnya selalu menderita (porsuk ni ngolu on)
  2. Ada yang dari kecil sudah menderita. Sudah miskin, eh yatim pulak. Membuat beliau ini menjadi tegar dan dewasa sebelum waktunya. Sama seperti diatas, beliau juga menumpang sama kerabat, memelihara kerbaunya dan dapat kesempatan sekolah hingga sma di kampung. Karena berjuang terus ia berani merantau ke P.Jawa yang merupakan impian orang batak dari huta (Medan coret) dan berhasil meraih sarjana, menjadi kontraktor hebat. Beberapa peumahan mewah di Bdg dan sekitarnya berhasil dibangun. Jadi setelah tua hidupnya bahagia, punya keluarga harmonis dan sangat sejahtera. Sepertinya embargo kasih Tuhan hanya pada masa kecilnya saja.
  3. Ada juga yang masa kecilnya sangat-sangat bahagia. Kalau ada yang jual pesawat terbang saat itu pun mampu dibelinya. Sayang tidak semua bisa memiliki kapal terbang, apalagi di kampung-kampung sana. Kerjanya bersenang-senang, akhirnya lupa sekolah. Hanya lulus setingkat sma. Setelah dewasa hidupnya dibawah garis kekayaan, artinya punya keluarga yang sederhana. Namun saat anak-anaknya mulai butuh biaya pendidikan, sedangkan tenaganya makin berkurang seiring usia, maka beliau menjadi lemah dan mulai sakit-sakitan dan akhirnya masa tuanya dilalui di bawah grafik kemiskinan.
  4. Mungkin dalam keluarga saya orang seperti JK, Aburizal Bakri, Tommy Suharto dll sangat mustahil ada. Alangkah indahnya hidup mereka. Lahir dari keluarga sangat kaya, dewasanya pun dikelilingi bahan-bahan mineral berharga dan kain tenun sutra terindah. Apalagi matinya masih bisa meninggalkan saham yang banyak. Dari kecil, dewasa dan hingga masa tuanya berada pada zona VVIP (very-very important persons)
Apapun kondisinya saat lahir, dewasa dan setelah menjalani masa tua, saya yakin matinya pasti masuk surga :). Wah, kira-kira siapa memilih nomor berapa ya?:D

Minggu, 06 Juni 2010

Lulus tepat "pada" waktunya

Kisah 1.

Mahasiswa itu pun memberanikan diri masuk ke ruangan Kaprodi tersebut dengan detak jantung dan tekanan darah yang tidak menentu. "Selamat siang pak..". Karena wajahnya sudah familiar sama dosen tersebut, maka sang dosen hanya menjawab singkat. "Yang bisa kamu lakukan cuma 2 hal, pertama kamu segera mengurus surat pindah ke Un***d atau kamu di do dari ITB. Silahkan anda pilih!!"

Kisah 2.
Sang mahasiswa kembali untuk ke sekian kalinya menghadap koordinator sidang yang juga seorang dosen, karena sidang setahun sebelumnya dia dinyatakan tidak lulus. Agak telat memang, karena batas waktu sidang hanya seminggu lagi. Namun dia sebelumnya sudah pernah sidang dan tidak terlalu banyak tugas revisisi draft atau coding yang banyak menghabiskan waktu tersebut, jd bisa juga dibilang tidak telat:p. Walau tiga wisuda sebelumnya dia di tolak, namun dengan sisa keberanian yang ada dia berusaha menghadap juga". Pak saya mohon diberi kesempatan sidang untuk wisuda semester ini". Sama dengan kasus 1 diatas karena sudah familiar, setelah ber"kotbah" kemudian ditutup dengan pertanyaan "Kapan masa studi kamu berkahir?" Jawab mahasiswa "Nanti pak bulan Oktober 2010".
"ya sudah, kamu santai aja dulu, nanti bulan Oktober kamu sidang, toh masih ada waktu 1,5 tahun kan?"Tutup sang dosen sambil meninggalkan mahasiswa.

Banyak kisah-kisah di ITB seperti diatas yang akhirnya tidak menguntungkan kedua belah pihak. Keduanya malah dirugikan baik mahasiswa maupun institusi. Tidak sedikit pendidik di Indonesia yang berperan sebagai hitler di dunia pendidikan. Hanya segelintir orang yang bisa dikategorikan sebagai motivator sejati.

Proses salah menyalahkan menurut saya tidak terlalu tepat dilakukan di dunia pendidikan. Apalagi menyangkut masalah studi seseorang. Bila berkaitan dengan attitude mahasiswanya mungkin kita bisa menghukumnya dengan peraturan yang berlaku. Komisi disiplin yang dibentuk sebaiknya diterapkan juga kepada pendidik yang berbuat salah. Kesalahan yang mengakibatkan kasus2 seperti diatas harus kita akui sebagian besar karena mahasiswa, namun ada porsi keterlibatan dosen di dalamnya. Jadi mereka sebagai pendidik harus bertanggung jawab.

Apa sebenarnya tanggung jawab mereka bila berhadapan dengan kondisi ekstrim tersebut? Sebenarnya sederhana. Bagaimana mereka bisa membangkitkan semangat mahasiswa tersebut untuk kembali meneruskan perjuangannya. Bila memang masih ada waktu, beri kesempatan dan selalu motivasi, bakar semangatnya. Misal bila masa studinya berakhir bulan Oktober, beri kesempatan untuk SP, jangan dihalang-halangi.

Saya mendapat cerita seorang teman yang kuliah di Jatinangor sana tentang dosennya yang sangat baik, yang rela menjadi teman, menjadi ayah dan sekaligus menjadi guru yang baik. Si teman ini sudah kuliah (hampir) 7 tahun, tp karena keaktivisannya (dan juga malas:D) ia belum juga selesai penelitian. Ketika sudah meneliti dan hasilnya selalu gagal, akrena ulat sutranya tidak bereproduksi, akhirnya di menyerah dan lebih memilih jd "artis" di luar kampus. Sang dosen tetap sabar dalam mengingatkan mahasiswanya. Dia hanya mengirimkan email dan sms yang kira-kira bunyinya sebagai berikut:"Mas kalau lagi tidak sibuk, saya selalu menunggu mas di kantor saya, mohon berkenan menemui saya. Terimakasih".

Untuk kasus kedua diatas, saya menemukan dosen yang sangat bijaksana karena mahasiswa tersebut sudah sempat menyerah dan tidak mendaftar lagi ke kampus. Sang dosen juga melakukan tugasnya dengan sangat baik yang membangkitkan semangat dan gairah mahasiswa tersebut untuk kembali ke kampus. Beliau menghubungi dengan sms sebagai berikut "Pagi Tollop (bukan nama sebenarnya), btw masih kmu simpan gak draft TA kamu yang dulu. Kalau bisa mohon pelajari lagi yah dan tolong diprint untuk diberikan ke dosen penguji, kamu akan segera sidang kembali. Mohon dipahami ulang. terimakasih.Salam sy Baluab (bukan nama sebenarnya jg)". Merka memberikan motivasi yang baik, bahasa yang tidak menekan dan memberi beban. Sebab ada juga dosen yang sifatnya memaksa seperti "Kamu masih mau lulus gak??" Ini tipe orang yang tidak tahu bagimana mendidik. Barangkali jam terbangnya masih sedikit sehingga sangat banyak tipe2 seperti ini di negeri ini.

Dengan adanya kesempatan dan pendidik yang berhati mulia seperti contoh diatas tentu akan membuat mahasiswa semangat untuk menyelesaikan tugasnya. Ini akan mengurangi tingkat mahasiswa yang putus di tengah jalan. Namun dengan sangat diharapkan agar ketika kita mahasiswa menggunakan kesempatan dengan sebik mungkin dan mengikuti kurikulum yang ada seoptimal mungkin, sehingga jauh dari kondisi lulus tepat pada waktunya. Alangkah indahnya bila seangkatan lulus tepat waktu dan tidak ada yang lulus tepat pada waktunya:p

Rabu, 26 Mei 2010

terlalu setia

Yang aku butuhkan saat ini cuma satu.
Aku cuma butuh pengertianmu.
Rasanya selama ini aku sudah menebar kebaikan.
Sabarlah bila sepertinya aku belum menuainya.
Tak kupungkiri, sebagian memang sudah aku dapatkan.
Saat panas aku tidak kepanasan, dan saat dingin aku diberi kehangatan.
Bila aku bersamanya aku tampak gagah dan megah.
Aku butuh pengertianmu.
Biarkan aku tetap bersamanya.
"JaHim & JackLap itb"

Jumat, 30 April 2010

Hari Buruh

Besok May Day. Hari Buruh. Dari kemaren sudah ada 2 sms "nyasar ke nomor hp saya. "Ada agenda apa bang Sabtu ini??" "bagaimana bos, apa aksi kita tanggal 1 Mei nanti?". Dua sms tersebut topiknya sama. Kembali merayu saya yang "bodoh" ini untuk terjun kembali ke dunia aktivis, pragmatis atau mungkin politis yang dibumbui oleh rasa idealis. Namun dengan bijak saya balas smsnya dengan mengatakan "Maap, saya sudah tidak mengikuti agenda2 spt itu lagi. Intensitas saya di sini sudah berkurang, saya terkadang menetap di Jkt. Teruslah berjuang!Sampaikan salam saia kepada sahabat2 dan kawan-kawan.Semoga sukses:)"

Kejadian Lain: Saya melihat berita pagi hari Senin kemaren. Dimana pak SBY meninjau lokasi Kongres PD yang akan dilaksanakan minggu depan. Tampak ketua DPD Jabar pak Iwan Sulanjana meberi keterangan pers dan disebelahnya saya melihat senior saya yang juga pimpinan DPD PD Jabar. Tadi malam juga melihat acara satu jam lebih dekat bersama Akbar Tanjung yang merupakan aktivis mulai sejak mahasiswa, kemudian terjun menjadi politisi di republik ini.

Melihat kondisi-kondisi itu, saya seperti dirayu seorang wanita (tidak terlalu cakep:D) untuk kembali ke dunia yang tidak jelas. Ya, sejak tahun 2007 lalu saya terjun langsung menjadi aktivis yang setengah - setengah. Saya kemudian mulai mengenal dunia pragmatis pada bulan Juli 2007 di Selabintana Hotel Sukabumi. Waktu itu ada agenda Musprov KNPI. Setelah itu beberapa regenerasi beberapa organisasi termasuk Pilkada yang berbau politis tak satupun saya lewatkan. Hingga Pileg tahun lalu. Mungkin jumlahnya ada belasan agenda. Pilpres saya tidak ikut, mungkin karena jenuh, namun akhirnya saya menyesal juga gak ikut, karena seharusnya bisa bergabung di bapilu salah satu calon yang kebetulan menang. Huh..:(

Saya bukan ahli orasi. Pernah sekali disuruh orasi pas waktu peringatan Sumpah Pemuda, praktis hanya 2 kalimat yang keluar dari mulut ini. Padahal saya melihat kawan-kawan lain sangat fasih berorasi, bahkan ada yang heroik hingga mampu menimbulkan ekspresi semangat dan membuat mata pendengar berkaca-kaca.

Lantas mengapa saya yang sudah mengatakan "pensiun" masih dihubungi oleh teman-teman yang dulu?tanya saya. Saya menemukan jawabannya saat aksi pada 100 hari/2400 jam pemerintahan SBY jilid II. Mereka mengatakan, belum ada yang berhasil menggantikan tugas abang untuk pers conference (konferensi pers). Ya, ini merupakan bagian saya setiap aksi, terutama pada saat menjadi tim sukses pada Pilwalkot Bdg lalu. Termasuk saat adanya kebebasan beragama yang dialami oleh warga Ahmadyah beberapa tahun lalu. Ternyata dari hal ini muncul kelebihan saya, kemampuan melobi, berkelit dari pertanyaan-pertanyaan menjebak dan sebagainya.

Beberapa aksi(demo) yang pernah kami lakukan baik di depan gedung Pemkot jalan Aceh, Kejati Bandung maupun di depan Gedung Sate dengan rela saya harus menghadapi pertanyaan wartawan saat itu. Untung saja wartanwannya nanya pakai bahasa Indonesia, kalau pakai bahasa Sunda sudah pasti akan tetap saya jawab pakai bahasa Indonesia, karena saya belum menguasai bahasa Sunda yang formal, namun sudah mengerti. Terlebih lagi kalau pers conference nya di rumah makan terkenal atau lobby hotel. Udah kayak orang penting aja awak ini :p.

Melihat triger dari kawan-kawan ini saya masih bisa membatasi untuk tidak tergoda kembali ke dunia seperti itu.Cukuplah pada waktu mahasiswa. Benar kata orang-orang kalau aktivis itu kuliahnya lama-lama. Tidak dengan saya, kalau saya yang lama TA nya, kalau kuliahnya bisa ludes 144 sks dalam 8 semester (maap bukan mau sombong). Namun ada kecelakaan sidang. Saya tidak lulus sidang, dan baru 2 tahun kemudian sidang lagi. Itupun setelah tidak mendaftar pas awal semester. Benar-benar bodoh diriku. Namun salah satu sebab saya semakin terjerumus ke dunia politik adalah karena tidak lulus sidang pada tahun 2008 itu. Jadilah saya makin gila, ditambah seblumnya saya sudah ikut test sebuah perusahaan impian anak ITB dan lulus pula. Namun karena gagal sidang, akhirnya terkubur sia-sialah impian itu. Habislah dia dimakan cacing. hehehe..Untung saja saya berani bangkit, ntah karena nasib atau dikasihani, akhirnya saya lulus juga tahun lalu.:). Saya melihat matahari semakin bersinar, dulu sinarnya hanya seperti sinar bulan.

Namun demikian, meskipun saya tidak terjun langsung lagi kedalam dunia aksi, saya akan terus berjuang dan at least saya tidak menjadi beban bangsa ini. Saya akan berusaha mandiri dan sebisanya akan membawa orang lain untuk mandiri juga. Teruslah berjuang kawan-kawan, terutama untuk lulus dari kampus. Setelah dari kampus peran serta kita di masyarakat akan jauh lebih bermanfaat daripada kontribusi perjuangan selagi menjadi mahasiswa. Yang penting jangan apatis apalagi apolitis.

Jumat, 26 Maret 2010

Cari untung yang haram

Gak instansi pemerintah, gak swasta perilaku merampok dan menghalalkan segala cara ternyata sama saja. Saya menggunakan nomor indosat (mentari) dan 2 minggu lalu mendapatkan sms dari INDOSAT langsung yang isinya kira2 "Selamat, anda mendapat gratis RBT blabala untuk hari ini GRATIS. Caranya ketik REG spasi ......kirim ke 3433. Gratis" Karena ada kata2 gratis dan pengirimnya adalah Indosat, maka saya langsung percaya. Kebetulan lagu yang ditawarkan gratis tersebut sedang hit sekarang.

Saat itu juga saya ketik aja REG spasi---kirim ke 4 digit tersebut. Dan ternyata sodara-sodara, pulsa saya disedot habis-habisan, sampai bersisa 100 perak. Mereka mengirim (no 4 digit tadi) berita - berita gak penting dan sangat-sangat tidak berguna bagi nusa dan bangsa dengan tarif pulsa sekali menerima sms Rp.2200. Untuk meng-UNREG ternyata kita butuh pulsa juga Rp.2200. Niat hati hendak meng-unreg dengan mengisi pulsa, sms premium itu masuk lagi dan menyedot semua pulsa dengan sekejab.Siallll..

Terpaksa deh selama 2 minggu saya rela tanpa pulsa. Untungnya setelah di Bandung kemudian saya mendatangi CS nya Indosat yang di BEC. Untung saja dengan pelayanan mereka dan dengan banyak info yang mereka berikan kekesalan saya mulai hilang. Untungnya saya bukan termasuk orang yang suka ganti2 nomor HP dan juga ganti2 HP (gak punya duit:p). Akhirnya CS nya berhasil meng-unreg sms premium tadi dan pulsa saya tidak disedot lagi. Nah, hari ini datang lagi sms dari Indosat seperti yang 2 minggu lalu saya terima dan menggiurkan pelanggan untuk mengikuti REG.... karena ada embel - embel gratisnya. Tapi saya tidak mau ditipu lagi karena sudah diingatkan oleh custumer service nya. Jadi katanya walaupun ada tawaran gratis, selama kita disuruh untuk REG.... dan mengirimkannya ke no 4 digit apapun, maka kita otomatis akan ikut sms premium. Semacam sms kuis - kuis begitulah. Dan tidak tanggung-tanggung, sekali menerima sms sebesar Rp.2200. Udah cukup tuh nelp sodara yang di Papua dan menasehatinya supaya tidak ikut perang suku:D

Tapi saya benar-benar heran, mengapa yah pihak provider mau mencari keuntungan dengan cara-cara yang seperti ini. Padahal masih banyak cara untuk meningkatkan penghasilan. Apa karyawannya memang orang-orang yang gak berkualitas? YLKI juga harus memperhatikan kasus seperti ini karena bagi orang awam akan mudah sekali percaya. Jangankan orang awam, saya yang sudah jauh-jauh sekolah ke Bandung saja masih bisa ketipu.:P.Malang nian nasibku ini:((. Bagimana nasib orang lain?:(

Tapi ada lagi nih "korban" salah pencet. Kalau kita telp teman dan si teman tersebut punya nada sambung pribadi (NSP), pasti akan akan ada ocehan kuntilanak "untuk mengaktifkan rbt ini diponsel anda silahkan tekan 5" kemudian terdengar lagu2 gak jelas sebelum siteman tadi mengangkat ponselnya. Kalu kita ikuti dengan menekan tombol 5 artinya kita sudah "membeli" nsp sama seperti nsp orang yang kita telpon dengan tarif setara dengan bakso yang di depan superindo dago:D. Korbannya lumayan banyak dan salah satunya pak pendeta yang satu ini.:P. Benar-benar inovasi yang berantakan dan tidak beretika neh provider2 yang ada.

Minggu, 21 Maret 2010

Krisis Etika!!

Kayaknya konsep pendidikan karakter yang sedang dilaksanakan di pendidikan formal di Indonesia harus lebih ditingkatkan lagi. Materi karakter bagi anak didik ini sangat penting dan menjadi modal yang sangat berharga bagi bangsa ini. Jika karakter anak-anak bangsa telah terwujud, maka peningkatan kompetensi disegala bidang akan lebih mudah untuk dilakukan.

Sebagai generasi penerus (sudah tidak muda, tapi belum tua:p) saya sedih melihat generasi muda sekarang. Saya memperhatikan etika teman-teman yang kira-kira umurnya 25 tahun kebawah sangat krisis etika, baik etika komunikasi maupun perilaku (attitude). Sedihnya lagi karena mereka-mereka (muda2han oknum) merupakan orang-orang berpendidikan dan punya kesempatan mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Celakanya lagi mereka (oknum) orang-orang nasrani.:(. Kekecewaan dan kesedihan saya eksponensial.

Boleh dibilang masih relatif seumuran dengan saya, namun bila dibandingkan dengan skill komunikasinya mungkin setara dengan anak2 sma yang mau UN besok (anak sma yang mengebu-gebu, suka merengek dll). Saya sedang memperhatikan statistik perilaku beberapa orang yang memiliki etika komunikasi yang dibawah garis kemiskinan. Kesimpulan sementara bahwa umur yang saya sebut diatas tadi banyak yang mengalami krisis etika. Parameternya sederhana. Saya hanya memperhatikan bagimana seseorang berkomunikasi secara tak langsung namun formal. Contohnya dengan sms. Saat ini sms sudah diakui menjadi alat komunikasi formal seperti surat. Namun ada baiknya bila kita berkirim sms memperhatikan isi dan kata - kata yang digunakan. Misal bila kita meminta sesuatu dari orang lain yang kebetulan umurnya sedikit lebih tua diatas kita. Mari dimulai dengan kata - kata salam, "selamat pagi, siang, malam ...." atau "shalom" kek. Jangan langsung to the point dengan nada perintah. Saat saya menerima sms seperti ini sudah pasti tidak akan saya respon. Walau pun isis sms nya minta no HP si ***... (send). Ada lagi jenis sms yang diikuti dengan deadline waktu dan sifatnya memaksa sekali, padahal bukan sesuatu yang urgen. Misal," Aku minta besok harus sudah....." Apa tidak bisa membuatnya lebih halus "aku minta tolong ya, kalau bisa besok bisa selesai..". Ada juga sms yang sengaja atau tidak sengaja diikuti dengan ancaman dll. Kesimpulan sementara saya gaya komunikasi oknum2 tersebut sangat kacau dan dilakukan beberapa orang.

Saya menulis uneg-uneg ini karena beberapa tahun lalu saya banyak sekali pengalaman dengan proses lobi melobi mulai dari orang yang usianya 70 tahun sampai anak - anak. Dan saat itu kepentingannya lebih berat di saya. Contohnya saat kita mengurus KTP sama pak RT, yang lebih mementingkan KTP tersebut kan kita, bukan pak RTnya. Begitu kira-kira kepentingan saya saat itu. Saat saya menggunakan komunikasi yang tidak baik seperti itu sudah pasti tidak direspon oleh orang lain. Siapapun dia. Sebaiknya gunakan teknik melobi yang elegan. saat berkomunikasi tak langsung seperti dengan telpon atau sms. Bila face to face mungkin ceritanya akan beda.

Pendidikan karakter bukan hanya disekolah, tetapi di rumah (keluarga) dan juga di rumah ibadah. Rumah ibadah juga memiliki tanggung jawab terhadap segala krisis etika ataupun krisis karakter di masyarakat. Dengan peningkatan karakter tiap - tiap orang maka akan menjamin kemajuan bangsa ini kelak.

You lose your wealth, you lose nothing
;You lose your health, you lose something; You lose your character, you lose everything.
dr artikelnya Prof I Dewa Gede Raka

Kamis, 21 Januari 2010

Dunia "keartisan"

Kemaren saya diajak rapat lagi sama senior. Setelah libur akhir tahun, baru kmrn kami bisa bertemu dan berbincang - bincang. Hal utama yang menjadi topik pembicaraan adalah program dan rencana apa yang akan dilaksanakan semester I tahun 2010 ini. Batas akhirnya Juli nanti. Sebenarnya sederhana, suatu organisasi baik perusahaan, yayasan, PT, CV, firma, BUMN profit atau non profit pasti akan membuat master plan (blue print) yang disusun berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya. Setelah itu tinggal mengikuti blueprint tersebut.

Namun yang menjadi kendala adalah sumber daya manusia yang akan melaksanakan segala rencana program tersebut. SDM nya banyak, namun yang mau bekerja 2 sampai 3 orang. Dari segi konsep dan teori, semua sudah terasa sempurna, namun konsep yang sempurna tersebut tidak akan berhasil bila ekskutornya terbatas atau bahkan tidak ada. Disini keraguan saya mulai muncul kepermukaan. Ya inilah dunia keartisan. Dimana saat segala sesuatunya (hal teknis) telah usai, maka orang akan berebut untuk tampil diatas panggung. Fenomena yang banyak saya temui dikalangan nasrani, mulai dari kota kecil sampai ibu kota.

Saya coba cari sisi positifnya. Sangat sulit dicari. Walau pada akhirnya saya temukan bahwa kepercayaan itu masih diberikan kepadaku. Sebenarnya efek negatif tadi muncul saat kita tidak percaya diri. Saya bersyukur kalau masih ada orang yang percaya bahwa saya bisa diandalkan, saya bisa melakukan sesuatu. Celakanya saya belum bisa meyakinkan diri ini akan tugas tersebut. Ada rasa trauma kalau kejadiannya akan sama seperti hari-hari kemarin. Namun saya akan coba jalani sementara saya masih berdomisili di Bdg ini. Saya sudah memutuskan untuk keluar dari dunia "keartisan" ini dan mencoba mencari dunia yang lain.

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP