Minggu, 08 September 2013
Sabtu, 12 Januari 2013
Tak Terulang yang terjadi, tinggal tanggungjawabnya!
Saat ini kita sudah masuk ke tahun yang baru lagi. Sudah 12 hari masuk di tahun 2013. Segala kenangan dan tujuan hidup di tahun 2012 sudah berlalu ke lautan sejarah kehidupan kita. Kesempatan dan harapan baru menjadi hak kita yang masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup di tahun 2013 ini. Tidak lupa juga Tuhan masih memberi kesempatan dan harapan mencapai kesuksesan hidup itu kepada saya :)
Tahun 2013 ini tidak banyak yang saya targetkan. Hanya berusaha memanfaatkan waktu sebaik dan se maksimal mungkin. Terlebih setahun terakhir saya sudah ditemani seorang wanita yang penuh kelembutan, kesabaran dan kebaikan kepada saya. Saya berharap agar kami bisa menjalani setiap langkah kehidupan ini dengan sebaik mungkin.
Waktu merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin untuk diulang. Seiring dengan berlalunya waktu tersebut, dmikian juga perbuatan kita akan berlalu seiring terbenamnya waktu setiap sore di ufuk barat. Bila perbuatan kita baik, maka kita tidak akan khawatir. Bila perbuatan kita diluar rel kehendak Tuhan, maka kita harus siap mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.
Seperti pada penggalan lagu KJ no 331 ayat 1. tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya. Hal ini menjadi tema yang baik untuk dasar kita melangkah di hari2 yang baru yang akan kita lalui di tahun 2013 ini. Muda2han pada akhir tahun 2013 ini, tidak banyak perbuatan kita yang harus dipertanggungjawabkan kepada sang empunya hidup. Selamat menjadi orang baik dan benar. TYM
Diposting oleh desmon di Sabtu, Januari 12, 2013 0 komentar
Sabtu, 02 Juli 2011
Penampilan Senior2 GMKI
Diposting oleh desmon di Sabtu, Juli 02, 2011 0 komentar
Label: GMKI Bandung, vidio
Selasa, 28 Juni 2011
Kerinduan terhadap Tuhan
Bukan hanya saya, setiap orang pasti pernah merasakan perasaan seperti itu dalam hidupnya. Namun bila kita merenungkannya lebih jauh, sesungguhnya kerinduan jiwa kita bukanlah terhadap manusia, tetapi terhadap Tuhan. Bagi Daud, kebutuhannya akan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar. Ia tahu bahwa Tuhan adalah segala-galanya, dan tanpa Tuhan maka ia tidak akan mampu menghadapi kerasnya kehidupan ini. Sayangnya, meski setiap orang sadar bahwa dirinya memerlukan kehadiran dan pertolongan Tuhan, tidak banyak orang yang benar-benar mencari-Nya. Karena mereka berpikir kehadiran Tuhan dpat digantikan oleh yang lain. Misalnya harta, uang, jabatan, status, atau hal yang lain. Bukannya menyelesaikan masalah, pemikiran bahwa kehadiran Tuhan dapat digantikan sesuatu yang lain justru tidak menyelesaikan masalah. Malah membuat masalah kian besar dan memburuk.
Persekutuan pribadi dengan Tuhan tidak berbicara soal berapa kali kita pergi ke gereja, berapa banyak persembahan yang kita berikan, atau seberapa banyak kita mampu menghafal ayat-ayat firman Tuhan. Lebih dari itu, persekutuan pribadi yang sejati dengan Tuhan hanya akan terjadi manakala kita bersedia merendahkan hati dan menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan.
Diposting oleh desmon di Selasa, Juni 28, 2011 1 komentar
Label: Renungan
Sabtu, 23 April 2011
Lalat & Semut
"Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar" katanya.
Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan dan esok paginya nampak lalat
itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua,
" Ada apa dengan lalat ini Pak?, mengapa dia sekarat?".
"Oh.. itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini, sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita" Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi "Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? kenapa tidak berhasil?".
Masih sambil berjalan dan memangggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab,
"Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama". Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya namun kali ini dengan mimik & nada lebih serius :
"Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini".
" Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya
melakukannya dengan cara yang berbeda"
Sumber : Renungan Harian Sabda
Diposting oleh desmon di Sabtu, April 23, 2011 0 komentar
Label: kiat sukses
Jumat, 22 April 2011
Ketidaksempurnaan yang Sempurna
Apakah diantara kita ada yang merasa seperti tempayan retak tersebut? Kita merasa tidak sempurna, kelemahan ada di sana-sini. Wajah tidak seperti miss universe, suara dan tarian tidak seperti si Norman dan keberuntungan tidak seperti anggota DPR yang bisa menonton vidio porno saat sidang atau tidak sekaya Gayus dan Melinda karena "kelicikannya".:P.
Kekurangan dan kelemahan tersebut kadang membuat kita minder.
Brother-sisiter, kamu jadi berarti bukan karena tampangmu bahkan dompetmu sekalipun. Kamu berarti karena Tuhan yang menjadikan hidupmu berarti. Tuhan telah menyiapkan kita menjadi berkat bagi banyak orang dan berguna bagi kemuliaan-Nya.
Meskipun kamu merasa tidak berarti karena ditolak, dikecewakan, ataupun kamu telah kehilangan sesuatu yang sangat berarti dimasa mudamu (misalnya udah suka merokok, lama lulus sekolah, senang begadang :P), Allah masih tetap mengasihi kita dan Dia punya tujuan khusus untuk kita. seburuk apapun hidup kita, masih bisa dipakai untuk kemuliaan-Nya. Jadi apapun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan setia, karena Tuhan akan bekerja atasnya dan menjadikan segala sesuatu menjadi suatu kebaikan dan kemuliaan bagi nama-NYA.
Diposting oleh desmon di Jumat, April 22, 2011 0 komentar
Rabu, 06 April 2011
Hidup Seperti Buku
Sampul depan adalah tanggal lahir, sampul belakang adalah tanggal pulang...
Tiap lembarannya adalah hari2 dalam hidup kita...
Ada buku yg tebal, ada pula yang tipis...
Hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang bersih, baru & tiada cacat..untuk hari ini.
Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu menyediakan hari yang baru untuk kita.
Kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar setiap hari, memperbaiki kesalahan, melanjutkan alur cerita yang baru....
Jangan menunda-nunda kesempatan baik hari ini... Karena kita tidak tahu.... Tiba2 besok kita memasuki lembaran terakhir:)
TYM---
Diposting oleh desmon di Rabu, April 06, 2011 0 komentar
Label: Renungan