Mengasihi dengan Tindakan Nyata
Hari Minggu ini saya merasa diingatkan kembali dengan perintah Tuhan yang luar biasa itu.
Tugas yang diberikanNya kepada kita terbilang sederhana, yaitu mengasihi. Sebagai makluk sosial, yang hidup dengan manusia lainnya, sudah seharusnya manusia hidup saling mengasihi. Hal ini bertujuan agar dalam hidup ini terjadi harmoni satu dengan yang lainnya.
Natz kothbah Minggu ini diambil dari 1 Yoh 3 : 18 (Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.). Mengasihi dengan perbuatan dalam kebenaran, tidak cukup secara verbal seperti yang dilakukan kebanyakan manusia. Namun yang terjadi sangat sulit ditemukan mengasihi sampai pada tataran perbuatan. Bila pun terdapat mengasihi pada tataran perbuatan pasti dengan ada maksud tertentu.
Saya sejenak berpikir bahwa Tuhan memberikan tugas yang sangat berat. Buktinya sangat sulit manusia melakukan tugas mulia ini hingga pada tataran perbuatan terlebih mengasihi dalam perbuatan dan di dalam kebenaran. Manusia lebih cenderung melakukan hal sebaliknya, yaitu membenci manusia lain tanpa tujuan/maksud tertentu maupun membenci dalam rangka mencari keuntungan pribadinya.
Sangat sulit bagi manusia untuk mengasihi manusia lainnya tanpa syarat. Padahal sangat jelas keinginan Tuhan dalam 1 Yoh 3 : 18 tersebut agar manusia bisa melakukan tugas ini dengan baik. Melakukan kasih dengan tulus dan sempurna. sebab sebelumnya Tuhan Yesus sudah melakukan tugas ini sebelumnya, Dia sudah mengasihi manusia dengan tulus dan sempurna di dalam Kebenaran tanpa syarat, tanpa tujuan dan maksud apapun. Marilah kita bulatkan tekad untuk melakukan hal ini setiap saat, kepada siapapun dan tentunya di dalam Kebenaran Firman Allah. Tuhan memampukan kita... Syalom...
Minggu, 28 Agustus 2016
Minggu, 12 Januari 2014
Stock of Name
Diposting oleh desmon di Minggu, Januari 12, 2014 0 komentar
Label: curhat, kiat sukses
Jumat, 10 Januari 2014
Pelayanan tidak mengenal Libur dan tidak ada kata Pensiun dari Para Pelayan Tuhan.
Diposting oleh desmon di Jumat, Januari 10, 2014 0 komentar
Minggu, 08 September 2013
September Ceria
Diposting oleh desmon di Minggu, September 08, 2013 0 komentar
Sabtu, 12 Januari 2013
Tak Terulang yang terjadi, tinggal tanggungjawabnya!
Saat ini kita sudah masuk ke tahun yang baru lagi. Sudah 12 hari masuk di tahun 2013. Segala kenangan dan tujuan hidup di tahun 2012 sudah berlalu ke lautan sejarah kehidupan kita. Kesempatan dan harapan baru menjadi hak kita yang masih diberi kesempatan untuk menjalani hidup di tahun 2013 ini. Tidak lupa juga Tuhan masih memberi kesempatan dan harapan mencapai kesuksesan hidup itu kepada saya :)
Tahun 2013 ini tidak banyak yang saya targetkan. Hanya berusaha memanfaatkan waktu sebaik dan se maksimal mungkin. Terlebih setahun terakhir saya sudah ditemani seorang wanita yang penuh kelembutan, kesabaran dan kebaikan kepada saya. Saya berharap agar kami bisa menjalani setiap langkah kehidupan ini dengan sebaik mungkin.
Waktu merupakan sesuatu yang sangat tidak mungkin untuk diulang. Seiring dengan berlalunya waktu tersebut, dmikian juga perbuatan kita akan berlalu seiring terbenamnya waktu setiap sore di ufuk barat. Bila perbuatan kita baik, maka kita tidak akan khawatir. Bila perbuatan kita diluar rel kehendak Tuhan, maka kita harus siap mempertanggungjawabkan perbuatan tersebut.
Seperti pada penggalan lagu KJ no 331 ayat 1. tak terulang yang terjadi, tinggal tanggung jawabnya. Hal ini menjadi tema yang baik untuk dasar kita melangkah di hari2 yang baru yang akan kita lalui di tahun 2013 ini. Muda2han pada akhir tahun 2013 ini, tidak banyak perbuatan kita yang harus dipertanggungjawabkan kepada sang empunya hidup. Selamat menjadi orang baik dan benar. TYM
Diposting oleh desmon di Sabtu, Januari 12, 2013 0 komentar
Sabtu, 02 Juli 2011
Penampilan Senior2 GMKI
Diposting oleh desmon di Sabtu, Juli 02, 2011 0 komentar
Label: GMKI Bandung, vidio
Selasa, 28 Juni 2011
Kerinduan terhadap Tuhan
Bukan hanya saya, setiap orang pasti pernah merasakan perasaan seperti itu dalam hidupnya. Namun bila kita merenungkannya lebih jauh, sesungguhnya kerinduan jiwa kita bukanlah terhadap manusia, tetapi terhadap Tuhan. Bagi Daud, kebutuhannya akan kehadiran Tuhan dalam kehidupannya adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar-tawar. Ia tahu bahwa Tuhan adalah segala-galanya, dan tanpa Tuhan maka ia tidak akan mampu menghadapi kerasnya kehidupan ini. Sayangnya, meski setiap orang sadar bahwa dirinya memerlukan kehadiran dan pertolongan Tuhan, tidak banyak orang yang benar-benar mencari-Nya. Karena mereka berpikir kehadiran Tuhan dpat digantikan oleh yang lain. Misalnya harta, uang, jabatan, status, atau hal yang lain. Bukannya menyelesaikan masalah, pemikiran bahwa kehadiran Tuhan dapat digantikan sesuatu yang lain justru tidak menyelesaikan masalah. Malah membuat masalah kian besar dan memburuk.
Persekutuan pribadi dengan Tuhan tidak berbicara soal berapa kali kita pergi ke gereja, berapa banyak persembahan yang kita berikan, atau seberapa banyak kita mampu menghafal ayat-ayat firman Tuhan. Lebih dari itu, persekutuan pribadi yang sejati dengan Tuhan hanya akan terjadi manakala kita bersedia merendahkan hati dan menyerahkan semuanya pada kehendak Tuhan.
Diposting oleh desmon di Selasa, Juni 28, 2011 1 komentar
Label: Renungan