Jumat, 06 Agustus 2010

Kartu Kuning Kedua

Pernahkah anda mendapat peringatan? Mendapat peringatan itu merupakan hal yang baik. Asal kita komit untuk sadar dan mau introspeksi kesalahan yang kita buat. Bahkan warning juga bisa mencegah kita untuk berbuat salah dan melakukan pelanggaran. Namun peringatan yang saya maksud disini bukan untuk mencegah perbuatan salah kita, namun untuk memperlihatkan kesalahan yang telah diperbuat supaya kita tidak melakukan perbuatan tersebut kembali. Manusia itu dipenuhi dengan kebiasaaan, termasuk terbiasa mengulangi perbuatan salah yang yang sama.

Analoginya adalah seperti permainan sepak bola.Dalam permainan sepak bola para pemain yang melakukan pelanggaran ringan akan diberi kartu kuning oleh wasit. Bagi pemain yang terlalu sering mengoleksi kartu kuning tentulah pelatih tidak berkenan lagi untuk menurunkan pemain tersebut dalam pertandingan berikutnya. Kartu kuning tersebut fungsinya untuk mengingatkan pemain kalau mereka telah melanggar sesuatu, mereka membuat sebuah kesalahan. Karena sifatnya masih "ringan" maka diberi kartu kuning. Namun bila kesalahan tersebut berulang dilakukan, maka pada kartu kuning kedua pemain akan dikeluarkan (kartu merah).

Mungkin tanpa sadar kita sebenarnya sudah memegang kartu kuning kedua tersebut. Kesalahan yang diperbuat itu-itu saja dan selalu jatuh ke dalam dosa yang sama. Hal ini yang dapat menghambat laju perjalanan hidup ini. Hal yang membuat hidup saya stagnan seolah enggan berpindah ordinat dari y negatif ke y positif. Saya bingung mengapa kartu kuning kedua ini terlalu lama saya sadari. Saya terlalu nyaman untuk menyimpannya tanpa mau berusaha untuk mengubah perbainan hidup saya yang lebih baik.

Saat kita sadar akan ada kartu kuning ini, saat ini pula kesempatan diberikan untuk kita keluar sejenak dan free pada sebuah pertandingan. Kita coba refleksi dan evaluasi diri akan kesalahan tersebut. Kesalahan yang menahan kita diposisi kegagalan. Setelah absen dalam sebuah pertandingan maka berusahalah untuk menunjukkan performa yang lebih baik lagi. Ingat saja bahwa batas waktu permainan hidup ini akan tiba pada saatnya nanti. Namun alangkah baiknya kita menyudahi permainan di ujung batas waktu ketimbang di tengah karir kehidupan yang tidak seberapa ini. Selamat berjuang dzm.


0 komentar:

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP