Kamis, 05 Agustus 2010

Suka duka silih berganti

Saya tidak terlalu paham sampai di mana daya tahan seseorang untuk selalu diberi beban penderitaan. Saya juga yakin seseorang punya batasan kepuasan, walau banyak orang mengatakan manusia tidak akan ada puasnya dengan sesuatu (kebahaiaan:red) yang sudah diraihnya.

Kehidupan manusia selalu dihadapkan dengan rahasia Ilahi yang hanya dimengerti oleh Tuhan dan manusia yang mengalami proses kehidupannya masing-masing. Artinya seseorang pada saatnya nanti pasti akan dibukkan rahasia Tuhan atas perjalanan kehidupannya. Rahasia Ilahi tersebut diterjemahkan ke dalam bentuk suka (keberuntungan) dan duku(bencana). Mungkin ada benarnya juga setiap manusia diciptakan berdasarkan jenis nasibnya masing-masing.

Dengan peristiwa kebakaran tanggal 2 Agustus lalu saya menjadi lebih yakin sampai saat ini Tuhan belum ada embargo kasih Tuhan pada anak-anaknya. Sepahit apapun kejadiaan seperti yang dialami teman kami satu kost yang kamarnya habis terbakar, saya masih percaya ada perlindungan dan curahan kasih Tuhan, walaupun Tuhan campur tangan terhadap penderitaan/musibah yang dialaminya. Si teman tersebut masih bisa bersyukur saat kejadian dia sedang tidak di rumah. Seandainya dia di rumah pasti dia ketiduran dan mungkin tidak akan selamat dari peristiwa kebakaran tersebut. Walau masih sulit menerima penderitaan tersebut, setidaknya saya dan 6 teman yang lain masih bisa bersyukur tidak ada korban jiwa atau pun luka-luka.

Kami akan rugi besar bila tidak bisa menjadikan musibah ini menjadi pelajaran dalam hidup. Pengalaman yang indah (precious experience). Semua tetangga sigap membantu dan sekarang lebih ramah sama kami. Kami juga akan lebih rugi lagi bila tidak bisa memahami maksud Tuhan bahwa musibah ini adalah peringatan bagi kami yang sering malas-malasan. Selalu tidur:P.

Desngan musibah ini kami akan lebih mengerti arti sukacita(keberuntungan) yang akan kami terima kelak.

Saya juga melihat sangat banyak orang yang memanfaatkan kesempatan yang diberi Tuhan untuk menolong kami. Sungguh kesempatan yang seharusnya menjadi kerinduan kami. Kerinduan untuk menolong sesama terutama mereka yang sedang susah dan menderita. Habis gelap terbilah terang. Semoga penderitaan ini segera berlalu dan berganti menjadi sukacita yang indah dari Tuhan.

Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan!.Yeremia 17:7


0 komentar:

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP