Kamis, 10 Desember 2009

Kau Penolongku (Togu Ahu o Tuhan)

Sebuah lagu yang saya temukan setelah beribadah di sebuah Gereja pertengahan November lalu. Kebetulan (atau tidak ada yang kebetulan:D) dalam ibadah tersebut hadir seorang penyanyi. Lagu yang dinyanyikan oleh Dewi Guna Nababan dengan judul Togu Ahu o Tuhan. Lagu ini menjadi hidup karena ketika lirik bahasa Indonesianya dinyanyikan diiringi dengan sentuhan musik khas Toba. Cobalah anda dengarkan, selain konfigurasi musiknya yang megalun indah juga dengan makna lirik lagu ini yang mendamaikan pada saat - saat menjelang Natal n Tahun Baru.

Togu Ahu o Tuhan, Ho Silehon Dame
Tondi nabadia i do manggohi ngolungki
Ho do Na ummuli tung sonang di lambungmi
Sasada ho Jesus i, holan Ho di Rohangki
TondiM patuntun langkangki dipamasu-masuonni
Togu au di dalanki, tung so margogo au Tuhan
TondiM mangaramoti au, patiur dalanki Tongtong
Ho Haporseaonki, Tung Sonang do au

Kau Penolongku, Kau penghiburku
Roh yang dijanjikan turun dari surga
Terindah dalamku, termanis bagiku
Tiada yang lebih besar dari kuasaMu Tuhan

Reff :
Roh Kudus p'nuhkan hidupku dengan urapan yang baru
KekuatanMu ku perlu pimpinlah jalanku Tuhan
Roh Kudus jamahlah s'karang, ubahkan hidupku Tuhan
DenganMu kupercaya ku dipulihkan.

Rabu, 09 Desember 2009

Hari Antikorupsi

Tadi pagi2 sekali seorang teman menanyakan saya tentang rencana aksi 9 Desember 2009 hr ini di Bdg. Kemudian dia juga bertanya, apakah saya akan bergabung dengan kawan-kawan di Jakarta. Tentu saya senang bercampur sedih. Bgm yah rasanya?...:D. Kata teman saya senang bercampur sedih itu seperti gula dicampur dengan garam pada segelas air. Wah ngacau ini. Tapi yang mau tau rasanya silahkan coba saja, tapi ada bimbingan orang tua (BO):D

Sebenarnya saya sudah bertekad tidak akan ikutan demo2 yang berkaitan dengan politik, pemerintahan dan sebagainya. Saya sudah akan memutuskan hanya akan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui UMKM dan pluralisme. Dua hal ini masih merupakan prioritas yang harus dilaksanakan.

Saya senang karena mereka masih mengingat saya dan mengharapkan saya ikut bergabung untk solidaritas melawan korupsi di negri tercinta ini. Saya sedih karena mau sampai kapanpun melakukan aksi2 seperti itu (red:demolah, solidaritaslah, demo facebook dan se-genus-nya) gak bakal berpengaruh apapun. Bukan berarti saya pesmis. Tapi memang negeri ini sudah di design menjadi bansa yang "korup". Saya mendefenisikannya seperti itu karena sejak dijajah VOC, bangsa kita sudah tersugesti dengan devide et impera. Lihat saja buktinya sampai saat ini devide et impera semakin tumbuh dan berkembang. Tidak ada bedanya ketika raja - raja kecil di Nusantara pada masa lalu yang selalu di benturkan oleh penguasa saat itu.

Pemberantasan korupsi ini sama seperti pemberantasan kemiskinan. Keduanya saling terkait satu dengan yang lainnya. Adapun "prestasi" yang disajikan kepada masyarakat yang dikatakan sebagai "keberhasilan" memberantas korupsi hanya sebagian kecil saja, dan bila kita analisis, maka pejabat korup yang ditangkap masih merupakan pejabat di daerah luar Jawa dengan kasus-kasus basi (expired). Padahal di P.Jawa korupsi itu sangat transparan dan ironinya lagi lembaga yang bertugas untuk memberantas korupsi berada di P Jawa. Kasus2 korupsi yang "berhasil" di ungkap antara lain kasus Bupati di Sulawesi, Walikota di Medan. Satu kasus korupsi di Jawa Barat adalah kasus pengadaan Damkar oleh mantan Gubernur Danny Setiawan. Namun kasus ini adalah kasus basi (expired). APBD yang di korup tahun 2005, tapi diungkapnya setelah sang Gubernur tersebut tidak berkuasa lagi. Dan kalaupun berhasil ditangkap, umumnya uang rakyat yang dikorup tersebut tidak kembali ke negara dan hukumannya hanya sebentar(paling lama 2 tahun). Jadi tidak akan ada efek era!

Namun apapun itu, tindakan orang yang beraksi solidaritas hari ini semoga menjadi peringatan bagi mereka sendiri untuk tidak korupsi. Inilah satu - satunya nilai penting dari aksi massa yang katanya akan berlangsung di seluruh Indonesia. Peringatan anti korupsi ini bukan semata ditujukan kepada pemerintah dan lembaga pemerintah, namun lebih kepada setiap individu yang merayakannya. Selamat hari anti korupsi.

Selasa, 08 Desember 2009

Rasa Percaya Diri

Sebuah pertanyaan menggelitik hadir dalam benak saya. Bagaimana mungkin saya percaya sama Tuhan, sementara sama diri sendiri saja terkadang saya tidak PD?
Kita saja sudah sering tidak percaya diri terhadap kemampuan kita, barangkali ini juga yang membuat iman/kepercayaan kita kepada Tuhan sinusoidal.

Rasa percaya diri merupakan modal seorang pemimpin. Berdukacitalah mereka yang tidak bercita - cita menjadi pemimpin, sebab setiap manusia itu wajib menjadi pemimpin, even hanya untuk memimpin dirinya sendiri. Nah, rasa PD ini merupakan satu dari sekian syarat untuk sukses menjadi pemimpin.

Ada tiga tipe rasa percaya diri yang saya temukan di buku West Point Way. Pertama adalah rasa PD yang dibutuhkan untuk memberi saran atau melontarkan perintah, bahkan rasa percaya diri pada saat diperhadapkan dengan hal - hal yang tidak diketahui dan hal - hal yang tidak dapat diketahui. Misal, saat kita tiba - tiba diminta memberi kata sambutan, atau diminta memimpin doa. Kita sering mengalami kejadian - kejadian mendadak seperti itu. Katanya ini adalah tipe PD yang paling dasar. Wah bila kita menolak melakukan hal - hal seperti memimpin doa, mau dibawa kemana dunia persilatan ini?

Yang kedua adalah merasa percaya diri dan cukup nyaman dengan diri sendiri sehingga anda bisa meminta masukan dan nasehat dari orang lain. Bisanya tipe seperti ini adalah mereka yang suka tampil apa adanya, mudah bergaul dengan siapa pun dan hampir bisa mengamalkan semua nilai - nilai Pancasila dalam kehidupannya.:p

Rasa Percaya Diri yang paling tinggi adalah rasa PD untuk mampu bergantung pada bawahan, mendelegasikan otoritas dan melangkah mundur untuk membiarkan mereka melakukan tugasnya. Adalah hal yang sangat kritikal bagi kita untuk memiliki rasa percaya diri pada bawahan agar dapat memberi mereka kesempatan untuk berhasil, dan bahkan untuk gagal. Ini merupakan rasa percaya diri yang jarang dimiliki oleh orang, namun umumnya militer terus dilatih hingga memiliki rasa percaya diri yang ketiga ini. Bagaimana mungkin anda akan membiarkan teman anda menyetir mobil di jalan raya sementara ia baru belajar menyetir mobil. Kemungkinannya selalu dua yaitu akan berhasil atau gagal. Dan kalau gagal resiko yang dihasilkan lumayan berat.

Namun untuk menjadi manusia yang percaya diri sepenuhnya maka kita harus selalu melatih untuk bergantung pada bawahan. Sebab kalau sudah berhasil maka akan ada multiflier effect yang baik bagi keduabelah pihak. Anda akan memiliki kepercayaan yang utuh dan mereka yang anda percayai akan merasa semakin bertumbuh dan merasa mendapat kesempatan untuk melakukan hal - hal yang jauh lebih besar dan lebih sulit. Bukankah setiap hari kehidupan ini akan semakin sulit? Sederhana saja, materi ujian di SMU tentu akan lebih sulit bila dibandingkan dengan materi ujian SMP.

Kita harus selalu melatih rasa percaya diri kita. Akan ada sesuatu yang dikorbankan untuk meningkatkan rasa percaya diri, even itu hanya waktu. Dan satu hal adalah jangan pernah takut gagal. Gagal merupakan kesempatan indah untuk kembali belajar sehingga kita semakin sempurna. Demikian juga dengan militer yang setiap hari harus latihan perang. Fisik mereka senantiasa dilatih sampai benar - benar kewalahan. Meskipun perang itu tidak pernah terjadi (masa sekarang). Dan tentu saya berharap sampai kapanpun jangan terjadi lagi peperangan. Dengan memiliki rasa percaya diri maka akan memudahkan kita untuk mencapai kesuksesan.

Senin, 07 Desember 2009

Kasih dan Cinta

Keberadaan setiap manusia di muka bumi ini adalah karena kasih dan cinta. Selain karena kasih dan cinta yang dimiliki oleh kedua orang tua kita, juga karena kasih dan cinta dari Tuhan kepada makluk ciptaannya yang paling mulia.

Namun pada hakekatnya, kasih dan cinta mempunyai perbedaan satu dengan yang lain. Ibarat kebutuhan dan keinginan, kasih dan cinta juga menjadi dua hal yang berbeda pada fase atau kondisi tertentu. Kasih itu merupakan sesuatu yang kita butuhkan, sedangkan cinta merupakan sesuatu yang kita inginkan. Namun ada juga yang sedikit "serakah" dengan menggabungkan dua kata tersebut menjadi sebuah frase "cinta-kasih" dan belum pernah saya dengar frase "kasih-cinta".

Berikut penjelasannya. Kebutuhan manusia sebenarnya sederhana. Dulu waktu sekolah kebutuhan ada tiga kebutuhan primer, sekunder dan tertier. Minimal bila kebutuhan primer (sandang, pangan, papan) sudah terpenuhi maka kehidupan sudah bisa berjalan. Namun hal ini terjadi pada zaman prasejarah atau awal jaman sejarah. Saat ini mungkin ketiga kebutuhan tersebut sebaiknya kita dapatkan agar kehidupan bisa berjalan. Saya katakan sebaiknya, karena sampai detik ini juga masih banyak manusia yang belum memenuhi kebutuhan primernya, tapi kehidupan masih berjalan toh. :P. Masih banyak anak jalanan yang sangat mudah kita temukan. Begitulah hakekat kebutuhan. Namun segala kebutuhan kita sudah pasti dipenuhi oleh Tuhan. Dalam perjanjian baru dikisahkan bahwa burung2 diudara akan tetap hidup walau mereka tidak menanam dan panen. Pada perjanjian lama juga dikisahkan bahwa Elia tetap bisa mendapatkan kebutuhannya walaupun saat itu negrinya kekeringan." Pada waktu pagi dan petang burung - burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu" (1 Raja-raja 17:6). Demikian halnya dengan kasih. Apapun ceritanya Tuhan sudah dan akan selalu mencurahkan kasihnya kepada manusia.

Coba perhatikan dengan keinginan (cinta). Tidak salah kalau kita mempunyai keinginan. Namun keinginan itu identik dengan hawa nafsu. Nafsu merupakan musuh yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Biasanya keinginan kita tidak akan pernah berhenti. Dia akan selalu datang, sebab biasanya dalam setiap kenginan daging, penghuni kegelapan ikut andil didalamnya. Dalam berpacaran, sebaiknya kita menghindari cinta. Setelah menikah barulah kita bisa mengundang cinta ke dalam kehidupan ini. Cukupkanlah dengan mengasihi satu sama lain, karena kasih jauh lebih besar daripada cinta. Cinta bisa lenyap, lihat saja begitu banyak orang bunuh diri, berkelahi, bermusuhan dan sebaginya hanya karena kehilangan cintanya. Namun kasih itu sumbernya tidak akan pernah habis. Tentu selama kita mau merecharge kebutuhan akan kasih dalam kehidupan ini. Oleh sebab itu mari kita penuhi semua kebutuhan kita hanya dengan kasih dari Tuhan.

Minggu, 06 Desember 2009

Hadiah atau Kehadiran

Semua orang senang berpesta. Pesta identik dengan sukacita, hadiah dan segala sesuatu yang menyenangkan. Sebelum melaksanakan pesta tersebut, pasti undangan akan disebar kepada orang lain, tentu yang masuk kedalam daftar keluarga, sahabat, teman, kolega dan orang lain yang masih ada kaitannya dengan sang penyelenggara pesta.

Bila anda yang menjadi penyelenggara pesta, mana yang lebih baik orang yang anda undang (sebut saja teman) menghadiri acara pesta tersebut atau dia tidak hadir dan hanya mengirimkan hadiah. Anggap saja pesta pernikahan anda. Manakah yang anda pilih? Teman anda hadir atau dia hanya mengirim/memberi hadiah?

Saya yakin hampir semua kita memilih agar teman kita hadir pada pesta pernikahan tersebut. Hal ini jauh lebih berharga daripada sekedar hadiah yang diberikan tetapi tanpa kehadirannya. Tentu saja akan lebih baik sang teman tadi hadir plus membawa hadiah :p. Tentu sukacitanya akan lebih banyak. Namun dengan kehadiran teman yang kita undang sudah membuat sukacita kita lebih besar daripada hanya sekedar menerima hadiah tanpa kehadiran teman tersebut.

Maksudnya adalah kehadiran orang pada hari bahagia kita jauh lebih berharga. Sama halnya dengan Natal. Kelahiran Yesus sering kita anggap sebagai hadiah kepada umat manusia. Sehingga sukacita kita tidak optimal. Sebuah hadiah hanya bisa membahagiakan kita beberapa saat. Setelah waktu berjalan hadiah tersebut menjadi biasa saja, keistimewaannya akan menurun, even hadiah tersebut dari orang yang sangat - sangat special.

Oleh sebab itu, mari kita sambut Yesus sebagai kehadiran Tuhan di bumi ini. Dia hadir bersama - sama kita saat kita merayakan pesta perjalanan kehidupan di dunia ini. Untuk itu mari kita undang Dia sebagai salah satu tamu kita dalam hidup ini.Saya sangat yakin sukacita kita akan jauh lebih berharga dengan kehadiran Tuhan tersebut. Bayangkan saja bila orang special yang kita undangan menghadiri pesta kita, maka akan jauh lebih bahagia saat Allah hadir di tengah - tengah pesta kehidupan kita. Selamat ber-Advent. Tuhan Mengasihi kita.

Warisan Sejarah

Perjalanan hidup manusia akan diakhiri dengan sejarah. Percaya atau tidak drama kehidupan masing - masing kita akan terangkum dalam sebuah kisah kehidupan yang pada akhirnya merupakan sejarah yang akan kita wariskan kepada orang lain. Tentunya setelah kita tidak menjadi bagian kehidupan ini lagi atau dengan kata lain "game over"

Sama halnya dengan pengukur waktu. Sebut saja tahun -berhubung beberapa saat lagi- satu lagi tahun dimana kita berkesempatan melaluinya akan habis. Sebenarnya bukan "waktu" tersebut yang habis, namun kesempatan kita untuk mengukir sejarah kehidupan untuk 365 hari belakangan harus berhenti. Ibarat pulsa HP/listrik, maka pulsa tahun ini sudah expired (masa berlakunya habis). Kalaupun masih ada sisa nominalnya, maka kita tidak bisa menggunakannya lagi. Artinya sisa pulsa tersebut menunjukkan ada beberapa sejarah yang gagal kita ukir. Ada tujuan yang belum tercapai.

Namun jangan khawatir, sebab pulsa yang tersisa tersebut masih bisa kita gunakan di tahun berikutnya. Hanya saja jangan sampai menjadi tambahan beban kehidupan. Artinya hal yang belum tercapai tersebut jangan sampai membuat keinginan kita pada tahun berikutnya juga akan tergendala akibat bertambahnya agenda yang harus kita capai. Jangan jadikan beban, namun jadikan sebagai tantangan.

Bagaimana cara mencapainya? Kita harus belajar dari sejarah tahun - tahun sebelumnya. Tentu warisan sejarah kita berbeda satu sama lain, tergantung berapa usia kita dan sejauh mana kita mau mengingat sejarah kehidupan kita untuk digunakan sebagai pelajaran menghadapi masa depan. Bila kita tidak menghargai warisan sejarah kita, maka orang lain pun belum tentu menghargai warisan sejarah kita. Oleh sebab itu berusahalah mengukir sejarah dengan prestasi dan pengalaman hidup yang baik.

Mari kita coba menyusun sejarah hidup pada tahun ini sebagai warisan yang berharga untuk kehidupan kita. Apapun hasilnya, pasti akan berguna. Mari kita susun hari ini, karena kemarin sudah berlalu dan besok belum tentu akan hadir. Kemarin adalah sejarah dan besok masih merupakan misteri. Perjalanan sejarah kita ditentukan sekarang.

Selasa, 01 Desember 2009

precious experience

dekat rumah dinas Kapolda Sumut katanya :p
di Depan HKBP Sudirman Medan
HKBP Sudirman Medan
akhir November 2009
@Hotel Aston Bandung




Banjarmasin

Rumah Betang

Sungai Kahayan
@ Jakarta
Bersama Senior, Bang Iksan (Depan), Mas Suhardi, Bg Oktolin, Bang Sabar n Saya

Dago Pakar

Anak Mudanya

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP