Jumat, 28 November 2008

Tuhan Menang

Beberapa bulan terakhir saya sedikit "marahan" sama Tuhan. Dari pengalaman - pengalaman, biasanya saya "marahan" ama teman, marahan ama Tuhan merupakan pengalaman paling unik. Bukan berarti saya menganjurkan kalian untuk marahan juga ama Tuhan.:p. Yaaa, muda - mudahan kalaupun ada yang lagi "marahan ama Dia, semoga mendatangkan ending yang baik nantinya, yang merubah karakter kita menjadi lebih baik.

Seingat saya, sepanjang marahan itu banyak aturan yang saya langgar. Biasanya punya semangat lebih, eh ini mah, malah lemas n malas2 an. Sampai - sampai saya tidak ke rumah si KAWAN (God, red) selama hampir 2 bulan. Mungkin kalau pas dua bulan, saya sudah dapat piring cantik ama payung indah:p. Hmm, ini memang bukan menjadi indikator agar bisa disebut anak Tuhan. Tp semangat persekutuan dapat memberi kesegaran rohani yang luar biasa bagi manusia.

Namun kamis kmrn, saat saya diminta untuk sharing di PA ....yang sebenarnya sejak 3 hari sebelumnya sudah saya tolak, pertahanan saya jebol juga. Akhirnya saya bersedia juga lho. Padahal persiapan sebelumnya tidak ada, dan saya baru bilang iya 4 jam sebelum acaranya dimulai.

Dari sini saya coba ambil hikmahnya bahwa, Dia punya cara dan strategi yang sangat baik untuk "mengalahkan" anak - anak Nya. Kemudian saya berpikir, wah akhirnya Tuhan menang. Yaaa, memang Tuhan akan selalu menjadi pemenang. Namun tidak sampai disitu, ternyata Tuhan juga mengajak saya menjadi pemenang. Inilah berkat yang sangat luar biasa. Dia akan mengajak umatNya untuk menjadi pemenang. Akhirnya kami menjadi pemenang....:)

Kamis, 27 November 2008

Mejadi Diri Sendiri Yang Sukses.

Bila di uraikan, kalimat ini mengandung dua buah tugas yang lumayan berat. Pertama menjadi diri sendiri dan berikutnya adalah menjadi sukses. Dua pekerjaan yang lumayan berat, butuh perjuangan dan pengorbanan untuk mencapai tujuan tersebut.

Kebanyakan orang bisanya malah terinspirasi dengan orang lain, misal dia sangat nge-fans dengan artis, politisi, rohaniawan atau akademisi tertentu. Segala gaya hidup orang yang dia kagumi berusaha dia tirukan pada kehidupannya sendiri. Hal ini tentu banyak kurangnya, karena bisa saja orang yang kita kagumi tersebut tidak mempunyai karakter sama seperti yang kita lihat. Dan kalaupun mereka memiliki kepribadian yang benar - benar bagus, paling kita bisa meniru 1/3 dari gaya hidupnya. Tentu hasil ini masih tidak optimal. Hal terbaik adalah mengerahkan potensi pribadi kita untuk menjadi pribadi yang baik. Jadilah diri sendiri dan berperawakan alami, sehingga kita akan puas dengan apa yang kita miliki pada diri sendiri. Hal ini juga akan mendorong kita untuk mensyukuri segala yang kita miliki kepada sang pencipta kita. Peran orang lain hendaknya hanya sebatas motivasi kita untukl menjadi diri kita sendiri, jadi jangan karakter si A 15% kita tiru, si B 30% kita ikutin dst. Yang ada kita menjadi manusia campuran si A, B, C dll. hehehe.. Mungkin ini juga yang membuat kita sering melihat ada orang kalu malam namanya Wina dan kalau siang hari namanya Winarno. hahaha. Habis dirinya campur2 kayak gado2 :P.

Menjadi orang yang sukses juga merupakan pekerjaan yang berat. Ibaratnya banyak harga yang harus dibayar. Walau orang - orang sekarang sering mengatakan bahwa sukses itu relatif. Tapi menurut saya, sukses itu terukur. Orang - orang bijak mengatakan kriteria sukses adalah iman, kesehatan, keluarga, finansial dan sosial. Empat hal pertama ada hubungannya dengan pribadi kita sendiri. Jika kita sudah berhasil menjadi diri sendiri, maka tidak akan sulit untuk mencapai 4 hal tersebut, iman, kesehatan, keluarga dan finansial. Sedangkan sosial adalah cara kita untuk mengapresiasi orang lain. Bagaimana kita peka terhadap teman - teman, melihat orang yang kesusahan dan tentunya harus membantunya. Banyak orang sukses untuk 4 hal pertama namun ia seakan tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Jika seseorang bisa menerapkan lima hal yang saya sebut menjadi ukuran kesuksesan tadi, dia dalah orang paling beruntung dilahirkan ke dunia ini. Mari kita coba yuk!!!:;;

Rabu, 26 November 2008

Bumi Makin Mengecil??

Wah..ini bakal jadi isu menarik. Semakin maju ke zaman super modern seperti sekarang ini isu akan planet bumi semakin banyak saja dan sedikit "menakutkan" penghuninya (manusia, red), antara lain dengan adanya Global Warming (Pemanasan Global) yang mengakibatkan suhu bumi semakin panas, naiknya MSL (Mean Sea Level/permukaan air laut) yang berdampak pada mencairnya es di kutub, munculnya banjir ROB seperti yang terjadi berbagai pesisir pantai Indonesia (ex. Pesisir Pantura, Teluk Jakarta dll)Tentu manusia menganggap hal ini merupakan masalah yang sangat besar.

Negara-negara termaju berlomba - lomba melakukan research ke planet - planet lain sebagai alternatif tempat tinggal manusia dan makluk bumi lainnya, jika suatu saat nanti planet bumi sudah tidak bisa di huni lagi.Negara super maju tersebut rela mengeluarkan biasa yang sangat besar, hanya untuk menemukan tempat baru bagi manusia nantinya.

Walau sudah sedemikian rupa perjuangan mereka, sampai saat ini tujuan untuk menemukan "rumah baru" itu belum membuahkan hasil. Tidak ada satu planet pun selain bumi yang nyaman untuk dihuni manusia. Tuhan memang sangat adil, Dia masih menunggu tanggungjawab kita untuk memelihara dan menjaga bumi yang sudah Tuhan berikan kepada manusia, dari pada IA memberi planet lain sebagai tempat tinggal kita. Oleh karena itu, manusia mulai sadar akan alternatif lainnya untuk menyelamatkan bumi, yaitu dengan memperbaiki tingkah manusia terhadap lingkungan dengan menjaga hutan, tidak mengeksploitasi flora dan fauna berlebihan, menjaga keasrian lingkungan agar suhu tidak meningkat secara ekstrim. Di sana - sini muncul LSM2 yang meng-claim dirinya sebagai aktivis lingkungan, seperti WALHI, greenpeace dsb. Menurut saya, cara ini jauh lebih bijak dari pada mencari planet baru, tentu diikuti dengan proses penyadaran setiap individu manusia untuk mencintai lingkungannya.

Isu lain yang tak kalah menarik terhadap bumi adalah Mengecilnya Ukuran Bumi. Isu ini tidak dimaknai sebagai mengecilnya volume dari bumi sendiri. Volume bumi masih tetap dengan jari - jarinya sekitar 6371 km. Namun yang dimaksud dengan mengecilnya ukuran bumi adalah dengan bertambahnya jumlah penduduk bumi yang sangat signifikan. Konon, hasil penelitian mengatakan bahwa jumlah maksimum populasi manusia untuk menghuni planet bumi adalah 5 miliyar manusia. Pada tahun 2015 dipredikisi jumlah populasi manusia bumi akan mencapai 7 miliyar. Di Indonesia pada tahun tersebut jumlah penduduknya diperkirakan akan mencapai 270 juta jiwa. Tahun 2008 ini saja sudah mencapai 220 juta jiwa.

Hal ini tentu menjadi masalah baru yang sangat menyulitkan manusia. Fenomena permasalahan karena kapasitas bumi yang sudah tidak sebanding dengan jumlah manusia bumi disana - sini sudah mulai tampak. Tidak mengherankan lagi kalau setiap hari di media massa kita mendengar berita penggusuran, orang - orang kelaparan, bahkan pada suatu waktu tertentu rumah sakit publik tidak sanggup menampung jumlah manusia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Bumi akan semakin mengecil dengan semakin banyaknya jumlah manusia. Kehidupan manusia tentu akan menjadi sangat sulit. Prediksi ini sudah pasti akan terjadi, jika tindakan untuk pencegahan pertumbuhan penduduk secara ekstrim tidak dilakukan. Sehingga dari sekarang sebaiknya kita harus mencegah agar hal ini tidak terjadi.Misal dengan cara KB, tidak menikah diusia terlalu muda dan tentunya senantiasa ramah terhadap lingkungan. Anehnya, saya mendengar isu, kalau di Indonesia ada suatu organisasi tertentu yang sengaja menyuruh anggotanya untuk mempunyai anak sebanyak mungkin agar 17 tahun lagi mereka bisa menang di Pemilu:D. Semoga isu ini tidak benar.

Semoga hal ini tidak terjadi dan setiap orang wajib dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, agar bumi tidak semakin mengecil :p.

Selasa, 25 November 2008

Tersesat di Jalan yang Lurus

Tersesat di jalan yang lurus!!! Hmm...Suatu hal yang aneh. Karena biasanya orang tersesat pada jalan2 yang berliku, banyak pengkolan, persimpangan dan tikungan. Bila kita coba maknai lebih dalam lagi, ternyata ungkapan ini relevan bagi banyak orang. Apalagi jalan yang lurus yang di maksud adalah di jalan TOL (bebas hambatan, tdk ada Traffic Light). Lebih tidak masuk akal lagi bukan, di jalan lurus selurus jalan tol, kita masih tersesat????

Seperti yang saya katakan tadi, hal ini bisa terjadi pada semua orang, terlebih saya:(
Hal ini terjadi karena kita salah memaknai arti hidup, pencarian akan pencipta kita ataupun kurang percaya diri untuk mengambil keputusan.

Kebanyakan orang memaknai hidup hanya untuk bekerja, agar ia bisa memenuhi segala kebutuhannya. Akhirnya ada orang yang hampir seluruh waktunya digunakan untuk mencari nafkah (lembur habis-habisan, over time di weekend dsb) akibatnya ia jarang ketemu dengan kerabat, keluarganya dsb. Dia akan merasa dijauhi dan jauh dari orang-orang terdekatnya.Bahkan, seperti tidak kenal dengan keluarganya sendiri. Walau pembenaran selalu ada dengan mengatakan "kan, sekarang banyak tools yang bisa digunakan untk komunikasi". Namun tetap saja ketemuan langsung akan lebih mendekatkan kita satu sama lain daripada dengan telp, video conference, YM dsb.

Tersesat berikutnya adalah karena salah dalam pencarian penciptanya. Tidak salah bila kita terus mencari siapa sih pencipta kita! Bahkan ini sudah menjadi kewajiban kita. Caranya berbagai macam, misal dengan pelayanan, ibadah, ucapan syukur dsb. Orang Nasrani kebanyakan masih salah dalam interpretasi pelayanan. Sebagian lebih cenderung mencari Tuhan karena "seolah - olah" mengejar sebuah recognation yaitu Keselamatan dari Yesus. Tentu hal ini sangat salah. Keselamatan itu adalah Anugrah terbesar dari si KAWAN (Tuhan, red). Jadi keselamatan itu bukan seperti suatu barang atau jasa yang bisa kita dapatkan dengan melayani. Keselamatan adalah suatu anugrah, yang sudah PASTI kita terima asalkan kita percaya akan Juru Selamat. Hal - hal seperti melayani, ibadah dll hanyalah merupakan ungkapan rasa syukur kita atas anugrah tersebut. Jadi saudaraku, berhentilah melayani, mengucap syukur, beribadah atau apapun bentuknya jika motivasi kita untuk mendapatkan rewardness berupa salvation tadi. Karena akan banyak "penjahat" yang kemudian seolah - olah bertobat dengan melayani disuatu jemaat agar dia dapat keselamatan. Tetapi, tingkatkanlah melayani, mengucap syukur, beribadahlah jika kita hendak berteima kasih atas Anugrah tadi. Perlu diingat, SEBESAR apapun usaha manusia di dunia ini, manusia TIDAK akan pernah mendapatkan keselamatan tersebut. Mendapatkannya hanya dengan PERCAYA. Its so simple. Tidak seperti orang mengejar gelar akademik. Misal, supaya jadi profesor atau guru besar, maka seseorang dengan kerja keras dan usahanya akan membuat beberapa research/penelitian, publish beberapa paper sesuai dengan persyaratan agar orang tersebut mendapatkan gelar akademisnya.

Kurang percaya diri dalam mengambil keputusan. Hal ini menjadi tersesat saya yang paling susah mencari jalan keluarnya. hmm, mungkin orang lain juga merasakan hal yang sama seperti saya. Kadang - kadang untuk mengambil suatu keputusan, terlalu banyak hal - hal yang harus dipertimbangkan. Namun dasar dari pertimbangannya kebanyakan dari masa lalu. Saya terlarut dengan penyesalan atas apa yang sudah pernah saya lalui. Padahal, yang harus menjadi pertimbangan adalah masa depan. Kebanyakan orang (including me) berusaha memperbaiki kesalahan masa lalunya. kita selalu berusaha keras untuk mengubah masa lalu dan memperbaiki kesalahan masa lalu bukan??? Misal, dulu kita tidak mendapat juara kelas, hanya karena ketiduran saat besok ada ujian. Hal ini terus menghantui pemikiran kita, dan membuat diri kita seolah - olah bisa memperbaikinya dengan cara tidak ketiduran pada masa itu. Masa lalu tidak bisa diubah. Titik. Sebesar dan sekeras apapun usaha kita hari ini, ia akan tetap menjadi bagian dari masa lalu kita. Yang harus kita lakukan adalah mengubah masa depan dengan tindakan kita di masa sekarang. Jika ingin kaya, ya berbuatlah sekarang dengan hal -hal apa yang kemudian bisa membuat kita menjadi kaya di masa yang akan datang. Pemaparan yang agak panjang:p.

Satu hal : Easy to say, hard to do, but in JESUS nothing is Impossible.

Senin, 24 November 2008

Manusia bisa menciptakan WAKTU?????

Hari ini merupakan awal minggu Advent. Artinya, tahun baru Gereja sudah dimulai lagi, setelah Minggu kemaren berakhirnya Tahun Gereja periode 2007-2008. Tidak terasa waktu telah kembali mengantarkan kita, dan kita wajib mensyukuri atas diberiNya kembali kesempatan untuk memasuki tahun Gereja yang baru, yang di awali dengan minggu Advent I-IV. Advent berarti masa penantian dan pengharapan akan datangnya Sang Mesias.

Waktu menjadi terasa sangat singkat. Seiring waktu berbagai macam perkembangan teknologi juga makin pesat. Jarak ratusan kilometer bisa ditempuh dengan waktu yang singkat. Suara orang yang berjauhan (ribuan KM) juga bisa kita dengarkan, bahkan dengan Vidio Conference, kita bisa saling sapa satu dengan yang lain, walaupun antar Negara bahkan antar benua. Manusia banyak menciptakan banyak hal dengan pengetahuan yang diberikanNya. Mulai dari ICT, Kloning, perangkat computer canggih, kemajuan ilmu kedokteran dan lain-lain.

Namun, satu hal yang tidak pernah terpikirkan oleh manusia, ia TIDAK mungkin bisa menciptakan waktu untuk dirinya. Berapa lama waktu yang sudah Tuhan berikan pada seseorang, sebaiknya orang tersebut dapat menggunakan waktunya dengan sebaik mungkin. Orang akan melakukan apapun asalkan ia tahu, bahwa waktu/umurnya bisa bertambah walau semenit. Kira2, mengapa yah Tuhan kok memberi waktu itu detik per detik???Ternyata jawabnya sederhana, agar kita bisa mengoptimalkan penggunaan waktu yang IA berikan untuk hal – hal yang baik.Contoh, bila manusia sudah divonis oleh dokter bahwa hidupnya tinggal 2 tahun. Namun, dokter mengatakan orang tersebut bisa hidup lebih lama dari 2 tahun asalakan ia mau mengikuti saran2 dokter, seperti tidak makan makanan berkolesterol, tidak minum alcohol dsb..dsb. Maka saya yakin orang yang divonis tadi pasti akan berusaha mengikuti anjuran sang dokter tadi, asalakan ia bisa hidup lebih lama dari 2 tahun. Disini tampak, bahwa waktu itu sangat mahal. Itulah sebabnya Tuhan memberi waktu itu detik per detik, tidak seperti IA memberi berkat, misalkan Uang 100 juta. Tentu bisa kita tabung dulu, dan kalau sewaktu – waktu kita butuh uang tersebut, kita bisa dengan cepat mengambilnya. Coba bayangkan, bila Tuhan memberi kita waktu 10 tahun. Alangkah indahnya hidup ini, bila kita tau ajal sudah dekat, yaaa bisa saja kita menggunakan tabungan waktu yang kita miliki :D.

Jika manusia mau berjuang hanya untuk mendapatkan tambahan umur sekian bulan di dunia, terus mengapa yah manusia gak mau berjuang untuk Anugrah hidup kekal yang dijanjikan Yesus? Tanggapan saya adalah, karena penyakit manusia ada dua hal, pertama penyakit jamani dan rohani. Dan kita belum menyadari kalau kita pun sakit secara rohani. Sehingga kecenderungannya adalah manusia malas untuk menjaga kesehatan rohaninya. Padahal, kalau kita bisa menjaga kesehatan rohani kita, WAWwww, hidup selama – lamanya akan menjadi milik kita. So, bagaimana dengan kita??Ayo kita coba check up kondisi kesehatan rohani kita.  :)

Sifat manusia.

hmm...Sifat manusia ternyata lebih menonjol hal yang negatifnya. Iseng2 browsing dua buah kata dengan makna saling bertolak belakang pada search engine google kata kritik terdiri atas 61,900,000, sedangkan motivasi 5,970,000. Memang hal ini bukanlah suatu indikator mutlak untuk menggambarkan sifat manusia yang sebenarnya . Namun, pada kenyataannya orang jauh lebih senang untuk menjatuhkan orang lain dengan memberi kritikan, makian. Yang penting bagaimana orang lain terlihat lebih jelek dari dirinya. Dilingkungan organisasi, hal ini sangat terasa. Walau kadang2 orang mengatakan hal ini wajar dan merupakan dinamika.

Namun pada kenyataannya, hal inilah yang menjadi penghambat kita untuk maju dan meningkatkan kompetensi dan karakter. Dulu orang berselisih hanya sebatas urusan strukturnya saja, tidak pernah berlarut2 hingga ke personal kedua belah pihak. Namun sekarang ??? We can see. Hal yang paling sedih adalah ketika tidak ada recognation terhadap apa yang telah diperbuat orang lain. Seburuk apapun kinerja orang, sebaiknya dia mendapat penghargaan dari orang yang sama sekali tidak pernah melakukan hal yang telah dilakukan seseorang tersebut. Karena tidak ada jaminan kita lebih baik dari pada orang lain untuk suatu tugas/pekerjaan yang sama. Semoga sifat negatif kita akan jauh lebih kecil daripada sifat positif. Cayooo!!! :)

Senin, 29 September 2008

Materi MAPER GMKI 2008


SETIA MELAYANI YESUS DI TENGAH PERGUMULAN MAHASISWA
Perjalanan GMKI adalah perjalanan ketaatan mahasiswa bersama sang Kepala Gerakan yaitu Yesus Kristus selama kita masih di dunia ini. GMKI harus pergi kemana saja ia diutus sang Kepala Gerakan, sama seperti seorang hamba yang taan sama tuannya, demikian juga GMKI taat kepada Kristus
• Sejarah Singkat GMKI
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) adalah organisasi kemahasiswaan yang didirikan pada tanggal 9 Februari 1950. Namun Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang menjadi cikal bakal GMKI telah ada jauh sebelumnya dan berdiri sejak 28 Desember 1932 di Kaliurang. Berdirinya CSV tidak terpisahkan dengan peranan Ir. C.L Van Doorn salah seorang ahli kehutanan yang mempelajari aspek sosial dan ekonomi khususnya ilmu pertanian dan kemudian memperoleh doktor di bidang ekonomi serta dominee dibidang teologia.
Dengan adanya mahasiswa di Indonesia dan bersamaan dengan berdirinya School tot Opleiding van Indishe Artsen (STOVIA) tahun 1910-1924 di Batavia. Selain itu, berdiri juga Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) di Surabaya (1913), Sekolah Teknik di Bandung (1920), Sekolah Kedokteran Hewan di Bogor (1914) dan Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta (1924). Pada tahun 1924 terbentuklah Batavia CSV dan inilah cabang CSV yang pertama.
Kurun waktu 1925-1927 para mahasiswa di Surabaya yang tergabung dalam Jong Indie aktif melakukan penelaahan Alkitab. Kelompok ini bersama Batavia CSV mengadakan Konferensi di Kaliurang pada bulan Desember 1932. Pembicara-pembicara utama kegiatan tersebut adalah Dr. J. Leimena, Ir. C.L van Doorn dan Dr. Kraemer.
Jumlah anggota CSV op Java dalam kurun waktu 1930-an sekitar 90 orang. Cabang-cabangnya hanya baru ada di kota-kota perguruan tinggi di Jawa (Jakarta, Bogor, Bandung dan Surabaya). Walaupun “kecil dan lemah” namun keberadaan CSV op Java telah berhasil meletakkan dasar bagi pembinaan mahasiswa Kristen yang akan dilanjutkan GMKI di kemudian hari.
Sejumlah mahasiswa kedokteran dan hukum di Jakarta memutuskan untuk membentuk suatu organisasi mahasiswa Kristen. Organisasi itu untuk menggantikan CSV op Java yang sudah tidak ada. Dalam pertemuan di STT Jakarta tahun 1945, dibentuk Perhimpunan Mahasiswa Kristen Indonesia (PMKI) dengan maksud keberadaannya sebagai Pengurus Pusat PMKI. Dengan demikian Dr. J. Leimena dipilih sebagai Ketua Umum dan Dr. O.E Engelen sebagai Sekretaris Jenderal. Tetapi karena Leimena sibuk dengan tugas-tugas sebagai Menteri Muda Kesehatan, tugas-tugasnya diserahkan kepada Dr. Engelen.
Kegiatan-kegiatan PMKI tidak jauh berbeda dengan CSV op Java dengan Penelahaan Alkitab salah satu inti kegiatannya. Keanggotaan PMKI sebagian besar adalah mahasiswa yang memihak pada perjuangan kemerdekaan. Terbentuklah PMKI di Bandung, Bogor, Surabaya dan Yogyakarta (setelah UGM berdiri) segera menyusul.
Tak lama setelah PMKI lahir, awal tahun 1946 muncul organisasi baru dengan menggunakan CSV di Bogor, Bandung dan Surabaya dengan “CSV yang baru” dan tidak menjadi tandingan PMKI. Kesamaan kedua organisasi ini adalah merealisasikan persekutuan iman dalam Yesus Kristus dan menjadi saksi Kristus dalam dunia mahasiswa.
Masuknya Jepang ke Indonesia mengakhiri eksistensi CSV op Java secara struktural dan organisatoris. Pemerintah pendudukan Jepang melarang sama semua kegiatan-kegiatan organisasi yang dibentuk pada jaman Belanda. Secara prakatis CSV op Java tidak ada lagi sejak tahun 1942. Sepanjang sejarahnya, CSV op Java dipimpin oleh Ketua Umumnya Dr. J. Leimena (1932-1936) serta Mr. Khow (1936-1939). Sedangkan sekretaris (full time) dijalankan Ir. C.L Van Doorn (1932-1936).
Dengan berakhirnya pertikaian Indonesia dengan Belanda, tahun 1949 berakhir pula “pertentangan” antara PMKI dengan CSV baru tersebut. Tanggal 9 Februari 1950 di kediaman Dr. J. Leimena di Jl. Teuku Umar No. 36 Jakarta, wakil-wakil PMKI dan CSV baru hadir dalam pertemuan tersebut. Maka lahirlah kesepakatan yang menyatakan bahwa PMKI dan CSV baru untuk meleburkan diri dalam suatu organisasi yang dinamakan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan mengangkat Dr. J. Leimena sebagai Ketua Umum hingga diadakan kongres. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan sangat penting dan suatu moment awal perjuangan mahasiswa Kristen yang tergabung dalam GMKI maka pada kesempatan itu Dr. J. Leimena menyampaikan pesan penting yang mengatakan : “ Tindakan ini adalah suatu tindakan historis bagi dunia mahasiswa umumnya dan masyarakat Kristen pada khususnya. GMKI menjadilah pelopor dari semua kebaktian yang akan dan mungkin harus dilakukan di Indonesia. GMKI menjadilah suatu pusat sekolah latihan (loershool) dari orang-orang yang mau bertanggungjawab atas segala sesuatu yang mengenai kepentingan dan kebaikan negara dan bangsa Indonesia. GMKI bukanlah merupakan Gesellschaft, melainkan ia adalah suatu Gemeinschaft, persekutuan dalam Kristus Tuhannya. Dengan demikian ia berakar baik dalam gereja, maupun dalam Nusa dan Bangsa Indonesia. Sebagai bagian dari iman dan roh, ia berdiri di tengah dua proklamasi: Proklamasi Kemerdekaan Nasional dan Proklamasi Tuhan Yesus Kristus dengan Injilnya, ialah Injil Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan”.

Perkembangan demi perkembangan dialami GMKI secara kontiniu dengan berdirinya beberapa cabang-cabang GMKI di berbagai wilayah Indonesia. Pergumulan demi pergumulan baik pada masa transisi kepemimpinan nasional di era Ode Lama, Orde Baru, Era Reformasi dan pada masa kini. GMKI mencoba memainkan perannya sebagai wujud semangat Nasionalisme dan Oikumenisnya.
Perubahan-perubahan tatanan organisasi baik berupa AD/ART mengalami berbagai penyempuranaan, tantangan dan pergumulan GMKI yang tertuang dalam Tema dan Sub tema dan senantiasa berubah setiap Kongres ke Kongres sesuai kondisi dan pandangan GMKI kedepan, perbaikan dan penyempurnaan sistim pendidikan kader yang tertuang dalam Pola Dasar Sistim Pendidikan Kader (PDSPK) serta format aksi pelayanan yang senantiasi dievaluasi sebagai wujud partisipasi GMKI dalam bidang eksternalnya.
Ketika diawalnya GMKI tumbuh dari kelompok-kelompok doa dan diskusi-diskusi hingga akhirnya membentuk suatu organisasi kemahasiswaan yang permanen. Kedua semangat diatas telah membawa sejarah GMKI menjadi salah satu kekuatan gerakan Pro-demokrasi dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi, penegakan Hukum dan HAM.
Visi yang ingin dicapai GMKI adalah Mewujudkan perdamaian, kesejahteraan, keadilan, kebenaran, keutuhan ciptaan dan demokrasi berdasarkan kasih di Indonesia.
Misi yang dilakukan adalah:
a. Mengajak mahasiswa dan warga perguruan tinggi kepada pengenalan akan Yesus Kristus selaku Tuhan dan Penebus dan memperdalam iman dalam kehidupan dan pekerjaan sehari – hari.
b. Membina kesadaran selaku warga gereja yang esa di tengah-tengah mahasiswa dan perguruan tinggi dalam kesaksian memperbaharui masyarakat, manusia dan gereja.
c. Mempersiapkan pemimpin dan penggerak yang ahli dan bertanggung jawab dengan menjalankan panggilan di tengah-tengah masyarakat, negara, gereja, perguruan tinggi dan mahasiswa, dan menjadi sarana bagi terwujudnya kesejahteraan, perdamaian, keadilan, kebenaran dan cinta kasih di tengah-tengah manusia dan alam semesta.
Saat ini, GMKI memiliki sekitar 70 cabang dan beberapa bakal cabang yang tersebar di kota-kota perguruan tinggi di berbagai propinsi di Indonesia. GMKI merupakan tempat persiapan kader dengan kompetensi Keimanan, Kompetensi Keilmuan, Kompetensi Managerial dan Kompetensi Kepekaan Sosial yang dapat diaplikasikan dalam tiga medan pelayanannya yakni, Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. GMKI juga mempersiapkan kader yang kritis dan analitis dalam mengkaji persoalan-persoalan yang terjadi baik di Gereja, Perguruan Tinggi maupun Masyarakat dan memberikan tawaran solusi terhadap masalah tersebut.
Dalam melakukan Pelayanannya, GMKI membangun kerjasama dengan beberapa institusi seperti Gereja, Universitas, LSM, MEDIA, aktif dalam KELOMPOK CIPAYUNG dan FKPI dengan berbagai program kerjasama. GMKI juga berafiliasi dengan Organisasi Mahasiswa Kristen Se-Dunia (WSCF) dan saat ini membangun jaringan dengan Perkumpulan Organisasi Kristen dalam bidang Sosial Se-Asia (ACISCA).
• GMKI Bandung kaitannya dengan YKKM
YKKM (Yayasan Kristen unruk Kesejahteraan Mahasiswa) merupakan salah satu wadah GMKI cabang Bandung untuk mengurusi masalah asset – asset cabang terutama aset seputar Dago 109. Pendirian YKKM ini akibat adanya undang – undang yang menyatakan bahwa OKP tidak boleh memiliki asset tanah dan bangunan. Oleh sebab itu maka pada tanggal 22 Januari 1963 didirikanlah YKKM dengan aset tanah 2870 .. Sepanjang perjalanannya YKKM baru 5 kali mengalami pergantian kepenguruasan. Ketua pertama adalah Alm. dr.J.E Siregar, Prof K.T Sirait, Ir.Winardi, dr.Arthur L Tobing dan terakhir oleh Ir. Armein Z.R Langi, PhD (sebagai Ketua Dewan Pembina) dan Dr.Ing. Suhardi, M.Sc (ketua Dewan Pengurus). Secara yuridis YKKM berada dibawah BKS PGI-GMKI pusat dengan alasan lebih memiliki kekuatan hukum.
• Pergerakan dan Kontribusi GMKI melalui Kader – kadernya
Melayani merupakan salah satu tugas manusia selama ia berada di dunia ini untuk menjalankan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Mat 28 : 19 – 20) yakni untuk menyebarkan kabar keselamatan sampai ke ujung dunia, sebagaimana Yesus sendiri dating ke dunia ini bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani (Mat 20 : 28). Amanat Agung Sang Kepala Gerakan ini patutlah kita laksanakan sebagai wujud ucapan syukur kita atas keselamatan yang IA berikan kepada kita ornag yang percaya kepada-Nya.
Kontribusi kader - kader GMKI dapat diimplementasikan di tiga medan pelayanannya, yaitu Gereja, Perguruan Tinggi dan Masyarakat. Tentunya kader – kader GMKI yang terjun di medan pelayanan atau sering disebut Tri matra GMKI adalah orang – orang yang telah berproses menjadi seorang kader yang Tinggi Iman, Tinggi Ilmu dan Tinggi Pengabdian (Tri Panji GMKI)
Sebagai kaum intelektual dan professional, kader – kader GMKI dapat memberikan sumbangsih pemikiran dalam rangka mencari solusi yang paling solutif dari setiap pergumulan yang dihadapi bangsa ini. Para pendahulu kita tentu tidak sembarangan dalam menciptakan Tri Panji GMKI ini, namun dalam implementasinya banyak kader belum mampu menyeimbangkan Tri Panji GMKI dan cenderung lebih condong ke salah satu Tri Panji. Sehingga hal ini akan berimplikasi terhadap Medan Pelayanan (Tri Matra) GMKI yang juga lebih cenderung ke salah satu Medan Pelayanan. Namun hal yang seharusnya kita coba lakukan adalah bagaimana menyeimbangkan pemahaman serta pengimplementasian masing – masing kader terhadap Tripanji GMKI.
GMKI bukan merupakan organisasi kader, GMKI meng-claim dirinya sebagai organisasi kader. Oleh sebab itu, dalam maper ini, kita jangan melihat kuantitas, namun marilah kita coba melihat kualitas dan kerelaan hati kita untuk mau terlibat dalam setiap pelayanan GMKI. Jika sudah memfokuskan diri pada kualitas, maka akan lahirlah kader GMKI yang menjadi penggerak yang ahli serta bertanggungjawab dan memiliki integritas, sifat kreatif dan inovatif, positive thinking, kristis (berakal dan berilmu), dan realitas serta realistis (mampu mengimplementasikan dengan kondisi).
Akhir kata, selamat mengikuti rangkaian acara Maper GMKI 2008 bagi teman – teman. Tetap semangat. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan modal yang sangat bermanfaat untuk masa depan kita. Easy to say, hard to do, but In Jesus nothing is impossible.
TINGGI IMAN, TINGGI ILMU, TINGGI PENGABDIAN.
UT OMNES UNUM SINT


desmon
(ketua cabang bandung 2007-2008)

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP