Jumat, 17 April 2009

Menjaga hati

Tubuh manusia merupakan bait Tuhan. Bagian yang paling penting, yang merupakan altar bait tersebut adalah hati. Hal ini yang menyebabkan kita wajib menjaga hati. Cara menjaga hati ini gampang - gampang sulit. Namun lebih ke arah gampang karna gampangnya dua kali trus sulitnya diakhir.hehehe..becanda

Ada cara tersendiri untuk menjaga hati ini. Menjaga disini bukan berarti supaya tidak hilang atau diambil orang, namun agar kondisi hati kita senantiasa dipenuhi dengan rasa sukacita dan damai sejahtera.

Namun hati ini terkadang bisa dimiliki oleh orang lain. Yaa, bila kita memiliki seorang pendamping. Di Somalia namanya kekasih, di negri ini namanya pacar. Ahh, hal ini udah biasa. Tapi bagaimana bila hati ini dimiliki oleh sahabat? Bolehkah? Terlebih bila hati kita diserahkan menjadi milik Tuhan. Pasti sukacita dan damai tadi selalu tinggal dalam hati. Dengan demikian tindakan dan perilaku kita akan mencerminkan kebaikan. Setiap perbuatan akan mendatangkan kebaikan dan berkat bagi orang lain.
Inilah dampak dari menjaga hati yang konon ukurannya sangat kecil. Hati merupakan harta yang sangat berharga, yang sebaiknya kita jagab selalu. Karena hati merupakan pusat pengendali setiap keputusan dalam hidup ini. Tentu saja setelah hati berkoordinasi dengan organ2 tubuh yang lain.

Rabu, 15 April 2009

Kambing Yang Lain

Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia. —1 Yohanes 2:2

The Scapegoat (Kambing Hitam), novel karya Daphne du Maurier, menceritakan tentang dua orang pria yang terheran-heran dengan kemiripan penampilan fisik mereka. Mereka meluangkan suatu malam bersama, tetapi pria pertama melarikan diri setelah mencuri identitas pria kedua dan membiarkan pria kedua ini menjalani kehidupan pria pertama yang penuh dengan masalah. Pria kedua ini akhirnya menjadi kambing hitam.

Istilah ini datang dari Hari Raya Pendamaian, sebuah perayaan bangsa Ibrani (yang sekarang dikenal sebagai Yom Kippur) yang menggunakan dua ekor kambing. Imam agung akan mengorbankan seekor kambing dan secara simbolis meletakkan dosa umat di atas kepala kambing yang satunya lagi—si kambing hitam—sebelum kambing itu dilepas ke padang gurun untuk membawa pergi beban dosa itu (Im. 16:7-10).

Namun saat Yesus datang, Dia menjadi kambing hitam itu bagi kita. Dia memberikan diri-Nya "satu kali untuk selama-lamanya" sebagai korban untuk membayar dosa "seluruh dunia" (1 Yoh. 2:2; Ibr.7:27). Kambing yang pertama telah dikorbankan sebagai penebus dosa bagi umat Allah dan menjadi lambang dari pengorbanan Yesus di kayu salib. Kambing yang kedua adalah representasi dari Yesus, yang sama sekali tidak berdosa, yang menerima dan menghapuskan segala dosa dan kesalahan kita.

Tidak ada seorang pun dari kita yang tidak berdosa, tetapi Bapa telah "menimpakan" pada Yesus "kejahatan kita sekalian" (Yes. 53:6). Allah memandang mereka yang mengikut Yesus sebagai orang-orang yang tidak bersalah, karena Yesus menanggung semua tuduhan yang seharusnya kita tanggung. —CHK

Yesus Juruselamat kita, meninggalkan surga,
Datang ke dunia sebagai Hamba yang penuh kasih;
Dia menanggalkan semua kemuliaan-Nya saat datang,
Memberikan nyawa-Nya, menanggung segala kesalahan kita. —Hess


Doa mengalahkan Dosa

Kotbah minggu, hari Paskah 2009 adalah tentang ajaran dasar Tuhan Yesus kepada murid - muridnya include kepada kita sekalian. Sebelumnya saya mengucapkan selamat Paskah kepada kita yang merayakannya.

Pesan Paskah yang sederhana namun merupakan hal yang subsansi untuk dilaksanakan. Disana dikatakan roh orang Nasrani adalah doa. jadi tanpa doa sebenarnya kita sudah kehilangan roh. Disebutkan juga bahwa ketika kita banyak - banyak berdoa maka akan menurunkan intensitas kita untuk melakukan dosa. Karena roh kita akan menjaga kita untuk tidak berdoasa. Begitu juga sebaliknya, bila intensitas kita melakukan dosa sangat tinggi, maka bisa juga menghentikan kita untuk rajin berdoa.

Oleh sebab itu maukah kita dikalahkan dosa? Padahal kita sudah tahu, bahwa kematian Kristus sudah mengalahkan dosa. Dengan demikian tidak ada alasan lagi buat manusia untuk berdosa. Dan doa adalah salah satu cara yang super ampuh untuk mengalahkan dosa tadi. God Bless!

TINJAUAN EKONOMI YKKM

YKKM (Yayasan Kristen untuk Kesejahteraan Mahasiswa), sebagai sebuah badan yang melakukan usaha mulia untuk kesejahteraan mahasiswa, harus dapat hidup sehat secara ekonomi agar pelayanannya dapat lestari. Karena itu perlu dipahami prinsip - prinsip dasar tentang ekonomi badan usaha yang seperti ini.

Menurut tujuan maupun bentuknya yang berupa Yayasan, YKKM termasuk sebuah badan nirlaba. Badan seperti ini, baik secara legal maupun ekonomi, mempunyai karakteristik "non-distribution constrain". Artinya, badan ini dapat menciptakan laba namun tidak dapat membagikan laba tersebut kepada pemiliknya atau pemegang sahamnya, karena badan ini tidak memiliki pemilik atau "pemiliknya" adalah "publik".

Karakteristik yang kedua adalah penyelenggara badan ini lebih dimotivasi oleh idealisme atau tujuan idealistis dibandingkan dengan penyelenggara badan usaha biasa. Motiv ini mendasari keberhasilan usaha untuk mendapatkan bantuan keuangan berbasis kebutuhan untuk hal - hal yang konkrit dan besar biayanya.

Karakteristik yang ketiga terletak pada sumber pendapatan atau revenue-nya. Atas dasar ini ada tiga macam badan nirlaba :
(1). "Nirlaba donative", yang mengandalkan derma (charity) sebagai pelayanan berdasarkan tujuan idiologis, seperti Gereja dan lembaga peribadatan lainnya.
(2). "Nirlaba komersial" , yang menjual produk atau jasa dengan harga tertentu seperti rumah sakit, panti manula dll.
(3). "Nirlaba donative - komersial", yang merupakan campuran antara nirlaba donative dan nirlaba komersial. Karakteristik pendapatan seperti ini terdapat pada perguruan tingi (spt.ITB) dan lembaga - lembaga pendidikan pada umumnya. Sebagian pendapatan diperoleh dari penjualan jasa pendidikan (tuition and fees), sebagian dari sumbangan amal, penghasilan dari dana abadi, hibah dan dana dari pemerintah.

Bagi YKKM yang harus konsisten pada idealismenya, namun jga harus dapat hidup dan tumbuh dalam dunia nyata, dimana pendidikan akan menjadi bidang pelayanan utamanya, pilihan terbaik adalah bentuk badan nirlaba donative-komersial. Karena itu, prinsip - prinsip ekonomi pendidikan tinggi (Higher Education Economics) perlu dipahami dan dipelajari aplikasinya bagi pengembangan YKKM. Disini untuk saat ini akan dikemukaan beberapa karakteristik yang penting secara garis besar.

Pertama, dengan kedua macam sumber pendapatan diatas, badan nirlaba donative-komersial tidak perlu mengenakan harga yang sama dengan jumlah baya produksi jasanya. Dengan adanya pendapatan dari donasi dll, badan ini dapat memberi subsidi kepada pelangannya. Karakteristik ini tidak terdapat pada badan usaha yang biasa yang tunduk pada hukum ekonomi yang umum.

Kedua, untuk badan - badan yang berupa badan pendidikan, tingginya mutu pendidikan tergantung pada besarnya subsidi yang diberikan kepada pesertanya. Mutu akan meningkatkan reputasi dan kepercayaan masyarakat, sehingga bersama subsidi yang besar, akan menarik jumlah peminat yang besar dan memungkinkan selektivitas masukan yang tinggi.

Ketiga, lembaga pendidikan, memiliki masukan (input) teknologi yang khusus berupa kecerdasan dan bakat para pesertanya. Siswa /Mahasiswa yang bermutu akan memungkinkan terjadinya proses saling belajar sehingga meningkatkan efektivitas pendidikan.

Dari ketiga karakteristik diatas, perlu disusun strategi usaha untuk menjaga keterpaduan antara kebijakan finansial dan mutu didalam kerangka idealisme YKKM. Kaitan yang erat antara tingginya mutu pendidikan dan besarnya subsidi kepada peserta mengharuskan YKKM memiliki sistem usaha pendanaan yang kuat disamping sistem pendidikan yang unggul. Dalam hal ini perlu dikembangkan berbagai keitraan, baik dalam usaha pendanaan maupun peningkatan standar mutu pendidikan.

Ditulis pada tanggal 8 April 2009
oleh Bapak Prof.Dr. Ir. Sularso
(Salah satu anggota Dewan Pembina YKKM Bandung)

Sabtu, 04 April 2009

Menang Tanpa Merasa Mengalahkan orang lain

Sistem pemilu saat ini di claim sebagai sistem pemilhan umum yang paling kompetitif. Setiap orang dengan kreatifitasnya masing - masing melakukan kampanye kepada masyarakat untuk menarik perhatian konstituen. Namun sekreatif apapun mereka yang bertarung, keputusan tetap berada di tangan rakyat.

Hal yang masih sering dijumpai saat kampanye adalah menjelekkan kinerja orang lain. Misal bila ia seorang caleg baru, mereka dengan mudah mengatakan bahwa caleg sebelumnya tidak pernah memperhatikan kepentingan masyarakat. Mulai dari pilkada hingga pemilu legislatif yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi, saya sering melihat incumbent sering dijelek - jelekkan kinerjanya. Saya rasa ini krang fair, bukan juga karena saya mendukung incumbent. Namun hal ini bisa menjadi preseden buruk buat bangsa ini. Dengan mudah kita menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Bisa saja memang karena dosa pemerintah beberapa periode lalu, sehingga keterpurukan masih ada di era sekarang.

Sebaliknya incumbent sering juga mengatakan bahwa calon yang baru belum tau apa - apa, mereka tidak punya pengalaman dan belum teruji. Sistem serang seperti ini tentunya akan menjadi contoh buruk di masyarakat. Sebab masyarakat akan cenderung meniru perilaku para pemimpinnya.

Dalam bersaing hendaknya para caleg maupun parpol harus lebih bijaksana. Musuh bersama (public endemy) harus dicari. Public Endemy pada bangsa ini masih sama dari jaman penjajahan dulu, seperti membenrantas kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan lainnya. Jadi berlombalah untuk memberikan visi dan misi mana yang lebih cepat untuk menurunkan dampak dari public endemy tadi. Caleg lain harus dipandang sebagi partner yang memicu kreatifitas kita untuk mencari solusi yang lebih baik lagi. Dengan demikian ketika pemilu usai tidak ada yang merasa dikalahkan. Kita juga menang tanpa merasa mengalahkan orang lain, sehingga jangan enggan menggunakan program orang lain yang kebetulan belum dipercaya rakyat.

Dengan demikian public endemy akan lebih mudah dikalahkan dan kesejahteraan yang merupakan muara dari semua janji - janji politik stiap parpol dan caleg akan terwujud dengan cepat dan lebih baik. Mari kita menang tanpa mengalahkan orang lain.

Rabu, 01 April 2009

Jadilah kehendakMU bukan kehendakku!

Dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus, kita menyebutkan "Jadilah kehendakMu". Dalam Yeremia 29:11 juga Tuhan mengatakan bahwa ia mengetahui rancangan apa yang baik buat manusia. Jadi antara manusia dan Allah sudah deal, bahwa yang menentukan rancangan buat manusia adalah Tuhan dan manusia harus menerima kehendak dan keinginan Tuhan bagi hidupnya. Manusia memang diberikan kebebasan untuk merencanakan sesuatu, namun yang berhak menentukan rencana tersebut adalah Tuhan.

Banyak manusia mengaku pelayan Tuhan. Kepada sesama manusia kita mengaku akan melayani Tuhan. Namun pada akhirnya mereka tidak berbuat sebagai pelayan, namun sebagai majikan. Di kota - kota besar biasanya setiap rumah tangga memiliki pembantu. Apa yang diinginkan oleh majikan dari pembantunya? Jika pembantu itu orang yang waras, tentu ia akan berusaha seoptimal mungkin memenuhi keinginan sang majikan. Demikian kita sebagai pelayan Tuhan, kita harus berusaha memenuhi kehendak dan keinginan Tuhan. Sangat sering kita melayani, namun sesuai dengan kehendak kita. Contohnya kita sering kompromi terhadap dosa. Kita melakukan pembenaran jika tidak beribadah pada hari minggu karena berbagai macam kesibukan. Tentu dalam hal ini kita telah berperan ganda, yakni sebagai majikan dan juga pelayan. Coba analogikan dirumah yang mempunyai pembantu tadi. Bila pembantu tersebut juga berperan sebagai majikan, bagaimana perasaan kita?.

Menjadi pelayan Tuhan sangat sederhana, kita hanya melakukan dua buah tugas yaitu menjauhi larangan-Nya dan melaksanakan perintah-Nya. Hubungan Tuhan dengan manusia sebagai pelayannya bukan seperti hubungan majikan dengan pembantu yang hanya berupa transaksi sosial biasa. Hubungan Tuhan dengan manusia sungguh sangat mulia. Tuhan bahkan akan selalu memafkan kita bila membuat kesalahan, dia juga bersedia menanggung kesalahan yang kita buat dengan mati di kayu salib. Dia juga berjanji memberikan hidup yang kekal. Yang harus kita penuhi adalah kehendak Tuhan, bukan kehendak kita pribadi. Sebab Tuhanlah yang berperan sebagai pemilik rumah.

Pelayanan kitta kepada Tuhan sebenarnya bukan hubungan transaksi akan keselamatan yang dia berikan, namun merupakan ucapan syukur dan terimakasih buat keselamatan dan hidup yang kekal yang akan diberikan-Nya kepada manusia yang percaya kepada-Nya.

Restoran Gratis

Ada sebuah restoran yang sangat unik. Mereka menggratiskan pelanggan yang makan disana asalkan beregama Nasrani. Dengan demikian banyak orang dari berbagai lapisan ekonomi yang makan disana.

Tiba - tiba, datanglah sekelompok pemuda makan di restoran tersebut. Mereka makan sangat banyak sekali, karena ada tulisan gratis buat orang Kristen. Namun, setelah selesai makan mereka harus membayar. Kemudian mereka bertanya pada pihak restoran, bukankah makan disini gratis buat orang Kristen? Mereka memberikan KTP nya untuk meyakinkan.

Pihak restoran tetap meminta bayaran."Anda tidak berdoa ketika hendak makan tadi, jadi kami menganggap anda bukan orang Nasrani" kata pemilik restoran.

Hal ini sangat sering kita alami. Terutama kaum muda Kristen yang makan di rumah makan umum. Kita cenderung enggan untuk menunjukkan identitas Kekristenan kita. Dengan demikian kita juga telah menyangkal Kristus. Ketika makan sendiri, kita mungkin bisa menundukkan kepala untuk berdoa sejenak. Namun bila makan bersama teman lebih dari 2 orang dan semuanya orang Nasrani, kita harus berdoa, dan dipimpin oleh seseorang. Hal ini harus dibiasakan, dimanapun berusahalah menjadi garam dan terang, menjadi contoh buat orang lain. Bukan sekedar untuk menunjukkan identitas saja. Rasa syukur diberi kesempatan untuk makan harus disampaikan lewat doa. Lebih bagus lagi ketika terjadi persekutuan saat kita makan dengan melakukan doa bersama.

  © Blogger template 'Perfection' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP